Bulutangkis Menjadi Sorotan di SEA Deaf Games II 2025
Jakarta, 27 Agustus 2025 – Alifah Novaramadhani Herlambang
SEA Deaf Games II yang diselenggarakan pada 20-26 Agustus 2025 mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni atletik, bulutangkis, bowling, catur, futsal, dan tenis meja. Seluruh pertandingan diikuti atlet tunarungu putra maupun putri dari 11 negara Asia Tenggara, dengan mengusung semangat persatuan “Winning Through Unity”.
Salah satu cabang olahraga unggulan yang dipertandingkan yaitu bulutangkis. Pertandingan ini menjadi daya tarik utama mengingat bulu tangkis merupakan olahraga populer di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pertandingan cabang ini berlangsung di GOR Pulogadung, Jakarta, dengan partisipasi atlet putra maupun putri dari seluruh negara peserta.
Mandat penyelenggaraan SEA Deaf Games 2025 diberikan oleh ASEAN Deaf Sports Federation (ADSF) kepada Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin). Ajang ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat inklusivitas dalam dunia olahraga serta menunjukkan potensi atlet tunarungu di tingkat regional.
Selain menjadi wadah kompetisi, SEA Deaf Games 2025 diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai olahraga disabilitas dan membuka peluang lebih luas bagi atlet tunarungu di Asia Tenggara untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pada edisi pertama di Kuala Lumpur tahun 2022, SEA Deaf Games hanya mempertandingkan empat cabang olahraga. Peningkatan jumlah menjadi enam cabang pada tahun ini, termasuk bulutangkis, menjadi langkah penting dalam memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet tunarungu untuk berkompetisi di tingkat Asia Tenggara.
Kehadiran bulutangkis di ajang ini diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat pesan bahwa olahraga adalah ruang bersama yang dapat diakses semua orang, termasuk komunitas tunarungu.
Harapan tersebut nyata terlihat dari pencapaian atlet-atlet perwakilan dari Indonesia, seperti Shaskia Najla Putri Kayla dan Muhammad Sayyid Az Zahiri yang berasal dari Universitas Bina Sarana Informatika, sukses meraih medali emas untuk Indonesia.
Rahmat Hidayat, M.Kom., perwakilan Unit Prestasi Kemahasiswaan UBSI, mengatakan “Kami berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berjuang, berprestasi, dan mengharumkan nama bangsa,” ungkapnya.