Insiden Lari Trail LEBARUN 2026, KONI Tekankan Standar Keselamatan
Menanggapi insiden pada kompetisi Lari Trail LEBARUN 2026 yang merenggut nyawa seorang peserta pada 28 Maret 2026, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyampaikan respons.
“KONI Pusat menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya salah satu peserta Lari Trail, semoga Almarhum dapat di terima di sisi Allah SWT dan keluarganya diberikan kekuatan,” kata Ketum KONI Pusat.
“Ini merupakan momentum untuk melakukan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang,” sambungnya.
“Seluruh kegiatan olahraga sejatinya menghasilkan pegiat yang bugar setelah melakukan kegiatan dan seluruh risiko harus diantisipasi dengan cermat,” lanjut Marciano.
“Ke depan, kita harus lebih ketat melakukan evaluasi sebagai antisipasi. Bila mengacu pada Pekan Olahraga Nasional (PON), setiap peserta harus dijamin oleh BPJS dan tenaga kesehatan harus disiapkan dengan baik,” jelas Marciano.
Sebagai salah satu solusi ke depan, KONI Pusat melalui bidang Kesehatan Olahraga dapat memberikan pendampingan bagi induk cabang olahraga dan juga penyelenggara kompetisi.
Atas kondisi yang terjadi, Marciano memberikan dukungan kepada Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) untuk melakukan koordinasi dengan seluruh penyelenggara kompetisi olahraga. Selain itu, bagi cabang olahraga lain juga diingatkan agar lebih memberikan atensi terhadap aspek keselamatan dan keamanan.

Tak ketinggalan, Ketum KONI Pusat juga mengajak seluruh pihak, terutama penyelenggara kompetisi bersinergi dengan cabang olahraga anggota KONI. “Saya berharap agar penyelenggara kegiatan olahraga dapat bersinergi dengan induk cabang olahraga dalam melakukan kegiatannya. Kita targetkan olahraga Indonesia tidak ada korban,” lanjut Marciano.
Diingatkan juga agar merujuk undang-undang nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, pada pasal 54 ayat (1), Penyelenggaraan kejuaraan Olahraga yang mendatangkan langsung massa penonton wajib mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi Cabang Olahraga yang bersangkutan.


