Meriah di Klaten, Liga Santri Indonesia Berkuda Memanah Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda
Setelah resmi dibuka oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pertandingan Liga Santri Indonesia (LSI) Seri I Berkuda Memanah berlangsung meriah pada 4 April 2026 di Ayub Camp, Klaten, Jawa Tengah. Antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak turut menyemarakan jalannya kompetisi ini.

LSI merupakan kompetisi nasional yang diinisiasi oleh Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah. Ajang ini berlangsung pada 3–5 April 2026 dan diikuti oleh para santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia, sebagai bentuk pengembangan olahraga berkuda memanah berbasis komunitas pesantren.
Tidak hanya itu, LSI juga menerapkan regulasi internasional untuk International Horseback Archery Alliance (IHAA) dengan menghadirkan Judge Indonesia Equestrian Archery (IEA), diantaranya ;
- Judge Straight Track : Agustanil Arifin (Coordinator Judge)
- Judge Level 1 : Haryanto Bilal Zainun
- Judge Assistance : Restu Pramayoga
- Online Judging : IEA Judges Team
Sebanyak 14 kategori perlombaan dipertandingkan, yaitu Mudatusias Putra, Mudatusias Putri, Tower 90 Putra, Tower 90 Putri, Circle 40D Putra U16, Circle 40D Putra U20, Circle 40D Putri, Skirmish 90 Putra, Skirmish 90 Putri, Kara Indonesian Circular Track Putra, Fast Shooting Putra, Fast Shooting Putri, Dynamic Shooting Putra, dan Dynamic Shooting Putri. Total terdapat 42 medali yang diperebutkan, terdiri atas emas, perak, dan perunggu.

Kehadiran Ketua Umum KONI Pusat secara langsung menegaskan komitmen dalam mendukung FN Pordasi Berkuda Memanah agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan bangsa. Saat ini, di bawah kepemimpinan Triwatty Marciano, FN Pordasi Berkuda Memanah menjadi satu-satunya induk organisasi olahraga berkuda memanah yang diakui secara resmi oleh KONI Pusat.

Begitupun dengan kehadiran Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah, Kadispora Provinsi Jawa Tengah, Bupati Klaten, Dirsamapta Polda Jawa Tengah, Forkopimda Klaten, dalam pembukaan Liga Santri Seri I Berkuda Memanah, membuktikan serta menegaskan bahwa KONI Provinsi Jawa Tengah selaras dengan keputusan KONI Pusat dan secara otomatis mengakui bahwa Pordasi Berkuda Memanah Provinsi Jawa Tengah dibawah kepemimpinan Azharudin Sadzali, S.Pt., adalah anggota satu-satunya yang diakui oleh KONI Provinsi Jawa Tengah.
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai sportivitas di kalangan santri. Liga Santri Indonesia Berkuda Memanah diharapkan dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi unggul di bidang olahraga.

Pordasi Berkuda Memanah (PBM) dibawah kepemimpinan Azharudin Sadzali, S.Pt., menjadikan Ayub Camp menjadi sentral pengembangan PBM Provinsi Jawa Tengah, tidak hanya dalam hal peningkatan prestasi atlet dan sarana prasarana, namun kualitas kuda juga turut menjadi kunci penting. Hal ini dibuktikan dengan mendatangkan kuda Warmblood Stallions yang akan dikawinkan dengan kuda lokal demi menghasilkan kuda dengan kualitas Berkuda Memanah.


