Munas PB Percasi 2026 Resmi Digelar, Fokus pada Evaluasi dan Masa Depan Catur Indonesia

Hadir pada Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) XXX Tahun 2026, Ketum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman memberikan apresiasi kepada Ketum PB. Percasi masa bakti 2022-2026 Drs.Grandmaster Utut Adianto atas kerja kerasnya membina olahraga catur di Indonesia.

“Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih dan ofisial Percasi Indonesia telah meraih prestasi yang membanggakan di antaranya yaitu,  SEA Games Thailand 2025 dengan 1 medali emas, 2 medali perak dan 4 medali perunggu dan 9th Eastern Asia Youth Chess Championship (EAYCC) 2025 di Zhuhai, Cina dengan 4 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu,” katanya.

“Potensi catur ini luar biasa karena di daerah mulai tingkat kelurahan, tidak ada orang Indonesia yang tidak main catur,” lanjut Marciano.

“Saya harapkan Munas ini melakukan proses agendanya sesuai AD/ART Percasi dan Munas ini berjalan dengan rasa penuh kekeluargaan, hanya karena persatuan saudara-saudara, catur dapat lebih berprestasi,” sambungnya. 

Ketum KONI Pusat ingin Indonesia memiliki banyak Grandmaster catur yang baru.

Munas Percasi XXX/2026 resmi dibuka dengan simbolisasi pemukulan gong oleh Menpora RI. Kegiatan tersebut digelar di The Tavia Heritage Hotel tanggal 11 April 2026. 

Menpora RI Erick Thohir mengapresiasi kerja keras dan kepemimpinan GM Utut dalam membina olahraga catur.

“Olahraga itu tidak hanya prestasi tapi juga ada industri olahraga, kalau hanya bicara prestasi tapi industri tidak berkembang, itu sulit,” terangnya. 

Ide disampaikan kepada Percasi untuk mendorong catur online.

Sebelumnya, GM Utut Adianto menyambut 33 pengurus provinsi (Pengprov) Percasi yang hadir pada Munas.  “Munas adalah tempat kita menyuarakan pikiran, intropeksi dan menghadapi tantangan,” katanya. 

Tak ketinggalan, GM Utut sampaikan apresiasi kepada seluruh pegiat olahraga catur yang begitu bekerja keras untuk pembinaan olahraga catur di Tanah Air. 

Kondisinya, catur membutuhkan banyak dukungan agar lebih baik. “Catur merupakan cabang olahraga yang paling ‘kering’ untuk bantuan,” lanjutnya. 

“Kita jalani hidup kita sebagai kesatria,” tegasnya. 

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *