KONI Cup VII Tahun 2026 Masuki Tahapan Technical Meeting dan Drawing
Oleh : Taufik Panji Alam
Kejuaraan Sepak Bola Nasional Piala Bergilir KONI Cup VII Tahun 2026 memasuki tahapan penting dengan pelaksanaan Technical Meeting (TM) dan pengundian (drawing) peserta yang berlangsung di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6). Sebanyak 115 tim dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia akan berpartisipasi dalam ajang tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni hingga 3 Juli 2026 di Lapangan Sepak Bola Koopsudnas dan Galaxy, Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Kegiatan TM dan drawing dihadiri oleh Koordinator Wasit Asprov PSSI DKI Jakarta, M. Nusur Fadilah, Koordinator Wasit Askot PSSI Jakarta Timur Yapi, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batuceper Kota Tangerang Yuyun, perwakilan Bidang Pembinaan Prestasi dan IT KONI Pusat Kurniawan, serta Ketua Penyelenggara Nasional KONI Cup VII Tahun 2026 Taufik Panji Alam.
Dalam sambutannya, Taufik Panji Alam mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kondisi fisik dan kesehatan para pemain menjelang kompetisi.
“Kami mengimbau seluruh tim untuk memastikan para pemain tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari cedera menjelang pelaksanaan kompetisi. Saat ini terdapat beberapa kasus pemain yang sudah terdaftar namun tidak dapat mengikuti pertandingan karena mengalami kecelakaan dan cedera. Hal tersebut tentu berdampak pada proses administrasi dan validasi data peserta. Oleh karena itu, batas akhir penginputan data pemain ditetapkan pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 12.00 WIB,” ujar Taufik.
Taufik juga mengapresiasi tingginya antusiasme seluruh peserta yang mengikuti rangkaian TM dan drawing.
“Antusiasme dan semangat peserta sangat luar biasa. Suasana semakin menarik saat proses drawing berlangsung karena seluruh tim menantikan hasil pembagian grup dan calon lawan yang akan dihadapi pada babak penyisihan,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Yuyun, memberikan pemaparan mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi atlet sepak bola usia muda. Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan terhadap risiko kecelakaan yang dapat terjadi saat latihan, pertandingan maupun dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan olahraga.
“Para atlet yang aktif berkompetisi perlu mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Program ini memberikan jaminan apabila terjadi risiko kecelakaan saat beraktivitas olahraga maupun dalam perjalanan menuju tempat latihan dan pertandingan,” jelas Yuyun.
Sementara itu, perwakilan KONI Pusat, Kurniawan, memaparkan rencana peluncuran Program Indonesia Talent Championship (ITC) yang akan dilaksanakan pada November 2026 dan mulai bergulir pada awal tahun 2027.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga nasional yang terintegrasi dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Talent Championship akan menjadi wadah pembinaan atlet usia muda berbasis kompetisi yang terintegrasi dalam satu sistem data nasional olahraga. Melalui kompetisi yang berkelanjutan, kita dapat membangun big data atlet muda Indonesia sebagai fondasi pembinaan prestasi jangka panjang,” ujar Kurniawan.
Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, program tersebut akan mencakup enam cabang olahraga, yakni sepak bola, renang, pencak silat, futsal, bola basket, dan bola voli yang akan dikembangkan dalam format liga berkelanjutan.
Pada sesi teknis pertandingan, Koordinator Wasit Asprov PSSI DKI Jakarta, M. Nusur Fadilah, memaparkan perkembangan terbaru terkait Laws of the Game (LOTG) FIFA 2026/2027. Materi tersebut mendapat perhatian besar dari para peserta yang aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai implementasi dan penyesuaian regulasi terbaru dalam kompetisi sepak bola.
“PSSI saat ini terus melakukan sosialisasi terhadap perubahan-perubahan regulasi yang terdapat dalam LOTG terbaru. Beberapa aturan sudah dapat diterapkan, sementara sejumlah ketentuan lainnya masih memerlukan proses penyesuaian dalam implementasinya,” jelas Nusur.
Adapun jumlah peserta KONI Cup VII Tahun 2026 terbagi ke dalam lima kelompok usia, yaitu:
* Kelompok Usia (KU) 10 Tahun : 21 tim
* Kelompok Usia (KU) 12 Tahun : 32 tim
* Kelompok Usia (KU) 14 Tahun : 24 tim
* Kelompok Usia (KU) 16 Tahun : 24 tim
* Kelompok Usia (KU) 18 Tahun : 14 tim
Secara keseluruhan, sebanyak 115 tim akan bersaing memperebutkan Piala Bergilir KONI Cup VII Tahun 2026. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sepak bola usia muda sekaligus sarana pencarian bibit-bibit potensial yang dapat memperkuat prestasi sepak bola Indonesia di masa mendatang.
KONI Cup VII Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun ekosistem olahraga prestasi yang berkelanjutan melalui kompetisi usia dini yang terstruktur, kompetitif, dan berjenjang.


