Ketum KONI Pusat Marciano Norman: Atlet Itu Aset Bangsa, Kesehatannya Harus Didukung
Atlet-atlet Indonesia merupakan aset bangsa yang harus diperhatikan, performa hingga kesehatannya. Sebagai salah satu upaya memberikan hal terbaik bagi atlet, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat membahas rencana kerja sama dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI).
Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menerima audiensi Ketum PP PDUI Dr. Ardiansyah Bahar, MKM beserta jajarannya, Dr. Siska Khairunnisa, Dr. Agung Tri Laksono, Dr. Yusa Muhammad Thoriq, Dr. Tia Nuryani dan Dr. Rio Fajar Utomo.

“KONI Pusat ini membawahi 38 KONI Provinsi, 514 KONI Kabupaten/Kota dan 82 induk cabang olahraga sehingga sinergitas dan kolaborasi kita sangat bermanfaat dalam event tertentu dan fase latihan,” jelas Marciano.
Harapannya, dimanapun anggota PDUI akan merasa bagian dari pembinaan olahraga prestasi. Para dokter dapat memberikan kontribusi bagi olahraga Indonesia.
“Atlet itu aset kita sehingga harus kita dukung kesehatannya,” tegas Marciano.
Lebih lanjut, Kabid Kesehatan Olahraga KONI Pusat Marsma TNI Purn Rochmulyati menyampaikan upaya untuk kesehatan atlet. “Tidak semua cabang olahraga mempunyai dokter. Sejatinya kita, KONI Pusat memikirkan pelayanan kesehatan kepada seluruh atlet,” jelasnya.
Kehadiran dokter penting mulai dari pencegahan hingga penanganan. “Di sini perlu dokter hadir untuk atlet, tidak hanya preventif tapi kuratif,” kata Dr. Agung.
Faktanya, dokter spesialis olahraga hanya sekitar 120 orang di Indonesia. Oleh karenanya, dokter umum diperlukan sebagai perpanjangan tangan.


