Ketum KONI Pusat Apresiasi Buku Membangun Otot Di Negeri Kertas, Dorong Gagasan Baru Kemajuan Olahraga Nasional

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran dan diskusi bedah buku berjudul “Membangun Otot di Negeri Kertas” karya Drs. Sadik Algadri. Acara bedah buku tersebut diselenggarakan di Gedung Serbaguna, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

​Buku yang ditulis oleh Staf Ahli Ketum KONI Pusat ini dinilai tidak sekadar memperkaya literasi di dunia olahraga prestasi Indonesia, melainkan juga menghadirkan masukan strategis bagi para pemangku kebijakan.

​Ketua Umum KONI Pusat menyoroti sosok Sadik Algadri sebagai figur yang memiliki wawasan luas di dunia olahraga. 

Pengalaman panjangnya sebagai mantan juara judo nasional era 1970–1980-an, pengurus cabang olahraga judo, praktisi di dunia bisnis, hingga alumni FISIP Universitas Indonesia (UI) menjadi rekam jejak yang menarik dan relevan untuk dipertimbangkan.

​”Olahraga Indonesia akan maju bila dialektika gagasan terus dilakukan untuk tujuan yang lebih baik, yang tentunya terukur lewat peningkatan prestasi,” ujar Ketum KONI Pusat dalam sambutannya.

​Dalam diskusi dan bedah buku tersebut, hadir sejumlah pembicara lintas disiplin, yakni Wakil Ketua Umum KONI Jawa Barat sekaligus Guru Besar UPI Prof. Yunyun Yudiana, wartawan senior olahraga Asro Kamal Rokan, pengamat Rocky Gerung, serta tokoh olahraga Mahfudin Niagara. 

Ketum KONI Pusat menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber tersebut disampaikan ucapan terima kasih oleh Ketum KONI Pusat karena diyakini dapat memberikan pandangan kaya yang menghidupkan diskusi secara positif.

​Buku “Membangun Otot di Negeri Kertas” menelaah berbagai isu krusial olahraga nasional, seperti fragmentasi kebijakan publik, tata kelola dan regulasi organisasi, ilusi politik anggaran, infrastruktur kompetisi, penerapan sport science, hingga pengembangan sumber daya manusia. 

Penulisan buku ini dilandasi oleh kegelisahan terhadap kondisi olahraga tanah air serta kesadaran pentingnya etika olahraga dan kepatuhan pada aturan Olympic Charter.

​Ketum KONI Pusat menyampaikan selamat kepada Sadik Algadri atas selesainya karya tersebut dan berharap buku ini mampu membawa dampak positif yang berkesinambungan. Dampak tersebut diharapkan mulai dari mendorong lahirnya karya-karya pemikiran baru hingga melahirkan kebijakan publik yang berlaku secara masif.

Menurut Sadik Algadri, olahraga prestasi memiliki aturan dan etika yang harus dihormati oleh seluruh pihak. Salah satu rujukan penting adalah Olympic Charter yang menjadi prinsip dasar dalam gerakan Olimpiade.

“Olahraga prestasi memiliki semacam garis besar atau undang-undang sendiri yang disebut Olympic Charter. Di dalamnya, secara garis besar, diatur bahwa jika pemerintah ikut campur dalam politik olahraga, apalagi sampai mengatur proses olahraga, ada konsekuensi tertentu,” katanya.

Sebagai bagian dari lingkungan KONI Pusat, Sadik menilai olahraga Indonesia harus terus membuka ruang evaluasi. Kritik terhadap persoalan olahraga perlu diarahkan menjadi energi untuk melakukan perbaikan, bukan sekadar menjadi perdebatan.

Ia berharap buku Membangun Otot di Negeri Kertas dapat menjadi pemantik bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk berani melihat persoalan secara objektif dan mencari solusi bersama.

“Harapan besarnya adalah adanya perubahan. Kita harus berani menyatakan dan berani mengakui,” kata Sadik.

Ia menambahkan, keberanian mengakui kekurangan merupakan tahap awal untuk melakukan pembenahan.

“Kalau kita mau marah, kita harus mengakui terlebih dahulu bahwa ada kesalahan. Setelah mengakui, baru kita berani menyatakan, ‘Ya, ini kita salah.’ Setelah itu, kita maju. Kita bisa berubah,” ujarnya.

Dengan pengalaman sebagai atlet dan kiprahnya sebagai Staf Ahli KONI Pusat, Sadik Algadri melalui Membangun Otot di Negeri Kertas turut memberikan perspektif mengenai pentingnya membangun olahraga Indonesia tidak hanya untuk mengejar medali, tetapi juga menciptakan sistem olahraga nasional yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *