Beri Kuliah Umum di UNDIKMA, KONI Pusat Bahas Geopolitik Global hingga Gelorakan Semangat Olahraga melalui Sport Intelligence

Wakil Ketua Umum (Waketum) VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Dr. Drs. Josef Adrianus Nae Soi, Ph.D., memberikan kuliah umum di Universitas Pendidikan Mataram (UNDIKMA) pada Jumat, 11 September 2026. Kuliah umum tersebut mengusung tema “Urgensi Perlindungan Kedaulatan Negara menurut Hukum Internasional: Suatu Harapan dan Perjuangan”.

Sebelum agenda utama dimulai, Ketua Yayasan UNDIKMA, H. Lalu Rusmiady, menyambut hangat jajaran KONI Pusat. Acara ini juga dihadiri secara khusus oleh delegasi dari Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) Timor Leste.

Dalam sambutannya, Rusmiady menegaskan bahwa UNDIKMA dikenal luas sebagai “Kampus Sang Juara”. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa sekitar 60 persen atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) asal NTB merupakan mahasiswa aktif UNDIKMA yang berhasil menembus seleksi ketat tingkat provinsi.

Rusmiady juga membagikan sejarah unik berdirinya UNDIKMA. “Pertama kali di Indonesia, sebuah institut keguruan mengakuisisi universitas, padahal secara tingkatan umum universitas berada di atas institut,” ujarnya mengenang momen bersejarah saat IKIP Mataram mengakuisisi Universitas Nusa Tenggara Barat hingga bertransformasi menjadi UNDIKMA.

Selain itu, ia menyoroti potensi besar pengembangan sport tourism di NTB dan berharap adanya manajemen profesional agar pengemasan pariwisata berbasis olahraga semakin berdaya saing. Kepada para mahasiswa, Rusmiady menyampaikan pesan penting tentang masa depan: “Ilmu itu adalah tiket. Namun, akan dijadikan apa tiket tersebut, sepenuhnya tergantung pada diri Anda sendiri.”

Memasuki sesi materi, Josef Nae Soi membagikan pandangannya terkait keadilan dan kesetaraan antarnegara di panggung global. Ia menekankan pentingnya prinsip kesetaraan bagi seluruh negara tanpa dominasi pihak tertentu demi menjaga tatanan hukum internasional.

“Kondisi saat ini menunjukkan rapuhnya tatanan dunia. Hal itu dipicu oleh melemahnya kepatuhan terhadap Piagam PBB, meningkatnya eskalasi konflik bersenjata, serta penerapan hukum internasional yang masih selektif,” terang Josef.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat kedaulatan dan ketahanan nasional di segala lini. “Ketahanan kita harus diperkuat melalui aspek Ipoleksosbudhankam (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, dan Keamanan). Kita sangat bersyukur memiliki ideologi Pancasila yang luar biasa,” tegasnya.

Mengaitkan ketahanan bangsa dengan dunia olahraga, Josef menyampaikan bahwa olahraga memiliki kekuatan besar untuk memengaruhi dan menyatukan masyarakat. Untuk membuktikannya, ia mengajak lima mahasiswa dan lima mahasiswi maju ke depan panggung untuk melakukan simulasi pengaruh dan fokus konsentrasi.

Sebagai penutup kuliah umum, Waketum VI KONI Pusat memberikan pesan inspiratif mengenai peran strategis insan olahraga bagi kedaulatan dan martabat bangsa.

“Satu-satunya di dunia ini yang menjadi pahlawan nyata adalah olahraga. Ketika atlet berhasil menjadi juara, mereka tidak hanya meraih medali, tetapi juga mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata internasional,” pungkas Josef.

Tak ketinggalan, para delegasi mahasiswa asal Timor Leste beserta mahasiswa UNDIKMA yang hadir memberikan apresiasi tinggi dan menyambut antusias pesan persatuan serta semangat keolahragaan tersebut.

Kuliah Umum Sport Intelligence

Masih di ruang Bacalah UNDIKMA, Bidang Sports Intelijen KONI Pusat memberikan kuliah umum dengan membahas karya mereka yakni buku Sports Intelligence.

Buku Sports Intelligence merupakan arahan Ketum KONI Pusat yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh empat penulis, yakni Eman Sungkowo, SH.,MH., CGCAE, Syarif Hidayat, S.Sos., M.Si., Jerry Indrawan, M.Si (Han) dan Irandito Abdul Hakim Malik, S.Si., M.Si.

Tiga penulis hadir di UNDIKMA, yakni Eman, Syarif dan Jerry. Mereka menjelaskan secara singkat isi buku yang tebalnya lebih dari 500 halaman dan terbagi menjadi 12 bab.  Ketua tim penulis sekaligus Kabid Sports Intelligence Eman Sungkowo mengawali presentasi yang merangkul isi buku tersebut.

“Sports Intelijen merupakan pemanfaatan informasi strategis yang digunakan pada olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” terang Eman yang merupakan mantan Inspektur Utama (Irtama) Badan Intelijen Negara (BIN).

“Sports Intelijen tidak akan berguna kalau tidak diterapkan dalam kebijakan. Dalam pelaksanaannya kita butuh tahapan, tidak bisa diterapkan secara mendadak,” jelas Syarif.

Syarif menerangkan beberapa negara maju menerapkan Sports Intelijen dengan karakteristik masing-masing. Diharapkan Indonesia membangun karakteristik sendiri yang bertujuan mendongkrak kualitas olahraga Indonesia dalam beberapa aspek, mulai peningkatan prestasi sebagaimana Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo hingga hal lainnya.

“Ekosistem olahraga itu unik, harus bersaing tapi harus kolaborasi,” terang Syarif.

Beberapa bab selanjutnya dijelaskan oleh Jerry yang menekankan tentang kebijakan pada ekosistem olahraga. Salah satu hal penting adalah data tentang keolahragaan. “Untuk meningkatkan kualitas olahraga kita, dibutuhkan beberapa hal seperti indsutri olahraga dan sebagainya,” terang Jerry.

Pada akhir sesi, Josef menutup diskusi dengan mengutip Kitab 2 Timotius. “Siapa pun yang berjuang dengan cara yang benar, jujur, dan sah, pada akhirnya akan menerima kehormatan atau “mahkota” keberhasilan,” tutupnya.

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *