Ketum KONI Pusat di PKKMB UNDIKMA: “Suksesnya PON XXII/2028 adalah Kehormatan NTB”
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman membuka secara resmi kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Tahun Akademik 2026/2027 pada 13 September 2026.

Di awal, rektor UNDIKMA Prof. Drs. Basuki Widodo M.Sc., Ph.D. menyambut baik peran KONI Pusat. Selain kehadiran, Rektor menjelaskan bahwa tengah berlangsung program Sport Diplomacy Indonesia dengan Timor Leste yang diinisiasi oleh KONI Pusat.
Program tersebut bernama International Student Inbound Mobility Program (ISIMP). “Kehadirannya di sini menambah semangat kita untuk merajut kerja sama lintas negara,” kata Rektor.
“Kita sudah memiliki MoU dengan KONI Pusat,” katanya bangga.

“Saya berdiri di UNDIKMA, kampusnya para juara. Saya mengapresiasi UNDIKMA yang banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi. Saya berharap mahasiswa di hadapan saya akan melanjutkan prestasi atlet-atlet asal UNDIKMA sebelumnya,” kata Ketum KONI Pusat.
“KONI Pusat mengapresiasi UNDIKMA yang telah banyak melahirkan atlet-atlet berprestasi. Atlet kebanggaan NTB seperti Lalu Muhammad Zohri dan atlet-atlet kontingen PON merupakan bukti nyata kontribusi UNDIKMA. Saya berharap mahasiswa baru angkatan 2026 kelak akan memperkuat kontingen NTB dan mengibarkan bendera Merah Putih di kancah dunia,” ujar Marciano Norman saat meresmikan pembukaan PKKMB UNDIKMA 2026.
Marciano merinci lima peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung ekosistem olahraga nasional:
- Penerapan Sport Science: Mengembangkan prestasi olahraga yang terukur melalui riset dan penerapannya di kampus.
- Peningkatan Kualitas Pelatih & Tenaga Pendukung: Memanfaatkan fasilitas sport center dan laboratorium kampus untuk meningkatkan mutu pelatih dan tenaga pendukung.
- Pusat Riset Cabor Unggulan: Menjadi pusat riset pembinaan cabang olahraga unggulan daerah secara terfokus.
- Integrasi Karier Atlet: Memberikan jaminan beasiswa, fleksibilitas perkuliahan, hingga kesiapan karier pascapensiun sebagai atlet.
- Pengembangan Ekosistem Olahraga: Mengakselerasi sport industry, sport tourism, sport intelligence, dan sport diplomacy.
“Peran strategis tersebut harus diakselerasi untuk mendukung suksesnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB,” tegas Marciano.

Memasuki sesi Kuliah Umum bertema “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara”, Marciano mengelaborasi nilai-nilai olahraga sebagai sarana pembangunan karakter (character building) serta penguat identitas nasional.
“Olahraga mengajarkan nilai-nilai penting seperti egaliter, disiplin, sportif, solidaritas, keberanian, dan saling menghormati,” jelas Marciano.
“Masyarakat olahraga prestasi saat itu, mereka turut serta pada kompetisi internasional. Saat itu kita sebagai kontingen Hindia Belanda,” sambungnya. Dijelaskan masyarakat olahraga memperjuangkan Indonesia melalui olahraga, menunjukkan identitas diri sebagai negara bangsa.
“Sejak era pergerakan nasional hingga terbentuknya Ikatan Sport Indonesia (ISI) pada 1938—yang menjadi cikal bakal lahirnya KONI—olahraga telah menjadi arena mengekspresikan identitas nasional dan mempertahankan harga diri bangsa,” jelas Marciano.
Ketika Indonesia merdeka, olahraga juga tetap menjadi sarana perjuangan bangsa. Mulai dari PON I/1948 di Surakarta, PON XX/2021 di Papua yang menjadi momentum masyarakat Papua mempersatukan Indonesia untuk mampu bangkit di tengah pandemi, hingga PON XXI/2024 Aceh-Sumut sebagai perekat kesatuan di tahun pemilu serentak.
Menjelang perhelatan PON XXII/2028 NTT-NTB, Ketum KONI Pusat berpesan agar seluruh sivitas akademika UNDIKMA, khususnya mahasiswa baru, turut mengambil peran aktif sebagai aktor suksesnya perhelatan olahraga nasional multi-event tersebut. PON XXII/2028 dirancang mengusung konsep sport tourism guna mendongkrak perekonomian daerah melalui pariwisata berbasis olahraga.

“Suksesnya PON XXII/2028 NTT-NTB adalah kehormatan tuan rumah. Para mahasiswa di hadapan saya beruntung karena tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga aktor di balik suksesnya perhelatan ini. Mari kita terus berkarya untuk Indonesia,” tutup Marciano Norman.
KONI Pusat juga menjelaskan target Indonesia sebagai negara terbesar keempat di dunia, agar mampu menembus 5 besar Olimpiade 2044. Prestasi olahraga adalah representasi bangsa, dan menjadi wujud identitas bangsa di dunia serta sarana bela negara. Upaya yang dilakukan KONI Pusat, diawali mempersatukan seluruh potensi bangsa.
“Saya minta Bapak Rektor untuk memberikan pemahaman kepada dosen dan mahasiswa terkait Sport Science, juara tidak akan lahir tanpa dukungan Sport Science,” pesan Ketum KONI Pusat.

Tak kalah penting, Ketum KONI Pusat memberikan pesan kepada mahasiswa/i UNDIKMA. “Suasana di negeri kita ini, apabila saudara-saudara melihat, sangat banyak kejadian yang memprihatinkan. Yaitu hilangnya rasa hormat seorang anak kepada orang tuanya. Tanpa orang tua, anda tidak akan ada di sini,” pesannya.
“Semua yang saya kerjakan adalah untuk membuat bangga orang tua saya,” katanya mengingatkan agar memberikan manfaat ke sesama manusia.
“Martabat bangsa kita ditentukan oleh perilaku warga negaranya. Saya bermimpi agar Indonesia menjadi besar, negara yang dihormati, sejahtera dan aman karena sumber daya yang ada sudah dipersiapkan oleh keluarga & institusi pendidikan,” tegasnya.
“Jangan pernah lelah berkarya untuk Indonesia,” tutup Marciano.


