Bawa Semangat Merah Putih, Atlet Berkuda Memanah Indonesia Siap Berlaga di Rusia dan Australia

Atlet Berkuda Memanah Indonesia di bawah naungan Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia siap mengharumkan nama Indonesia dalam dua ajang kejuaraan Berkuda Memanah tingkat internasional yang akan berlangsung di Rusia dan Australia.

Keikutsertaan para atlet Berkuda Memanah Indonesia dalam dua kejuaraan tersebut menjadi momentum penting sekaligus bukti nyata bahwa proses pembinaan olahraga Berkuda Memanah di Tanah Air terus berkembang secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kompetisi, para atlet juga membawa misi untuk memperkenalkan potensi olahraga Berkuda Memanah Indonesia di kancah internasional. Pengalaman bertanding dan prestasi yang ditorehkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya atlet-atlet usia dini, untuk semakin mengenal dan mengembangkan olahraga Berkuda Memanah di Indonesia.

Perjuangan para atlet menuju dua ajang internasional tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman, yang secara resmi melepas para atlet dalam rangkaian Kejuaraan Nasional Berkuda Memanah III Seri I 2026, pada Sabtu, 19 September 2026, di Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Bogor, Jawa Barat.

Pelepasan dilakukan secara simbolis melalui penyerahan busur kepada para atlet oleh Ketum KONI Pusat, Ketum FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia Triwatty Marciano, serta Direktur Kawasan Wisata Terpadu Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Ervi.

Penyerahan busur tersebut menjadi simbol dukungan dan kepercayaan kepada para atlet yang akan membawa nama Indonesia di arena internasional. Busur tersebut juga menjadi simbol semangat perjuangan para atlet dalam membawa Merah Putih ke kancah dunia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketum KONI Pusat berpesan agar kepercayaan yang diberikan kepada para atlet dijawab dengan persiapan matang dan penampilan terbaik.

“Kepercayaan organisasi mengirim kalian untuk ikut harus dibalas dengan performa maksimal. Saya minta persiapan sebaik-baiknya. Berkuda Memanah relatif olahraga yang baru, tetapi dengan keikutsertaan kalian, itu mengangkat nama Indonesia. Besar harapan saya, kalian bisa membuat bangga Indonesia,” tegas Marciano.

Marciano juga berharap keikutsertaan para atlet dalam kejuraan tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk membangun prestasi Berkuda Memanah Indonesia di tingkat internasional.

“Saya berharap keberangkatan ini bukan menjadi akhir, namun menjadi awal dari semakin banyaknya atlet Berkuda Memanah Indonesia yang mampu tampil di kejuaraan internasional. Menang kalah adalah bagian dari pertandingan. Yang terpenting adalah bagaimana kalian memberikan kemampuan terbaik, mendapatkan pengalaman bertanding, dan dapat terus berkembang. Jadikan setiap pertandingan sebagai langkah untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia,” ujar Ketum KONI Pusat.

Kejuaraan Internasional Sebagai Langkah Awal Menuju Olimpiade

Pada IHAA Greater Asian Championship 2026 di Moskow, Rusia, Indonesia akan diperkuat oleh Tio Fawaz Ananta dari NTB, Dzaakir Alhanif dan Arsa Wening dari DKI Jakarta, serta G. Syauqi Syahid dari Jawa Tengah. Keempat atlet tersebut akan berjuang pada kejuaraan yang berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026.

Sementara itu, pada IHAA Oceania Regional Championship 2026 di Australia, Indonesia akan diwakili oleh Rayyan Abdul Karim, Daniel Azmi, dan Arsa Wening. Kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 18 Oktober 2026 di Tarago Showground, Australia.

Kehadiran para atlet Indonesia di dua kejuaraan tersebut diharapkan menjadi bagian dari perjalanan perkembangan Berkuda Memanah nasional sekaligus membuka semakin banyak kesempatan bagi atlet Indonesia untuk tampil dan bertanding di berbagai kejuaraan internasional.

Tidak hanya memperkuat kompetisi di dalam negeri, FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia juga terus membuka kesempatan bagi atlet untuk menambah pengalaman di tingkat internasional, hal tersebut disampaikan oleh Ketum FN. Pordasi Triwatty Marciano.

“Kami terus membuka kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding di tingkat internasional. Dalam waktu dekat, kita juga akan mengikuti pertandingan di Moskow dan Australia. Ini menjadi bagian dari langkah kami dalam meningkatkan kualitas atlet sekaligus mempersiapkan Berkuda Memanah Indonesia menuju panggung yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang untuk tampil di Olimpiade 2032,” ungkap Triwatty Marciano.

“Saat ini negara-negara di Asia dan Australia juga terus berupaya agar Berkuda Memanah Indonesia dapat masuk dalam ekosistem Olimpiade, setidaknya diawali melalui eksibisi. Karena itu, pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas kompetisi, pembangunan fasilitas, dan pengalaman internasional menjadi bagian penting dari perjalanan PBM Indonesia menuju level dunia,” sambungnya. Triwatty Marciano.

Persiapan Para Atlet Jelang Kejuaraan

Menghadapi dua kompetisi internasional tersebut, para atlet telah melakukan persiapan secara intensif. Latihan dilakukan secara berkelanjutan dengan pendampingan pelatih, sementara kondisi fisik dan kebugaran juga menjadi perhatian utama menjelang keberangkatan.

Tio Fawaz Ananta, mewakili rekan-rekannya, mengatakan seluruh atlet berkomitmen memberikan penampilan terbaik untuk Indonesia.

“Kami latihan terus-menerus dengan didampingi pelatih. Kesehatan dan kebugaran terus kami jaga. Satu sampai dua hari sebelum berangkat kami akan istirahat untuk recovery tubuh,” jelas Tio.

Salah satu tantangan yang harus dipersiapkan para atlet adalah sistem pertandingan yang menggunakan borrow horse, yaitu atlet akan menggunakan kuda yang tersedia di lokasi pertandingan. Kondisi tersebut membuat proses adaptasi dengan kuda menjadi bagian penting dari persiapan sebelum pertandingan.

“Di sana kami datang dua atau tiga hari sebelum pertandingan untuk adaptasi kuda,” tambah Arsa Wening.

Adaptasi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena para atlet harus mampu membangun komunikasi dan keserasian dengan kuda dalam waktu yang relatif singkat. Kemampuan membaca karakter kuda dan menyesuaikan teknik berkuda menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi pertandingan.

Langkah Pembinaan Berkelanjutan Menuju Prestasi Dunia

Keberangkatan atlet Berkuda Memanah Indonesia ke Rusia dan Australia tidak hanya menjadi pengalaman penting bagi para atlet, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga Berkuda Memanah di Indonesia.

Dukungan terhadap pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan semakin banyak atlet Berkuda Memanah Indonesia yang memiliki kemampuan, mental bertanding, dan pengalaman untuk bersaing di kancah internasional.

Keikutsertaan dalam berbagai kompetisi internasional juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan jam terbang atlet sekaligus membangun prestasi Berkuda Memanah Indonesia di masa mendatang. Setiap proses menjadi bagian dari perjalanan untuk membawa olahraga Berkuda Memanah Indonesia semakin dikenal dan diperhitungkan di dunia.

Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan dari berbagai pihak, para atlet siap membawa nama Indonesia di arena internasional.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *