Ketum KONI Pusat Terima Juara Umum IHAA Asian Greater Championship 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet Berkuda Memanah Indonesia di kancah internasional. Indonesia berhasil menjadi juara umum pada International Horseback Archery Alliance (IHAA) Asian Greater Championship 2026 di Moskow, Rusia, dengan torehan 7 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.
Atas prestasi tersebut, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menerima kunjungan empat atlet peraih gelar juara tersebut, di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, pada Kamis 1 Oktober 2026.

Keempat atlet tersebut yakni Arsa Wening Arrosyad, Tio Fawaz Ananta, Hammas Syauqi Syahid, dan Dzaakir Alhanif. Mereka tampil pada kategori Young Rider, Senior, dan Junior dan berhasil membawa Indonesia menjadi juara umum, mengungguli tuan rumah Rusia dan Kazakhstan.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa atlet Berkuda Memanah Indonesia mampu bersaing di kompetisi internasional sekaligus membawa nama Indonesia semakin dikenal di tingkat dunia.
Prestasi Internasional Jadi Semangat Untuk Terus Maju

Ketum KONI Pusat memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet, pelatih, orang tua, ofisial, dan Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN. Pordasi) Berkuda Memanah Indonesia yang telah mendukung pencapaian tersebut.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya memberikan apresiasi kepada para atlet yang berhasil meraih prestasi membanggakan. Ini adalah salah satu prestasi yang membanggakan dan menjadi inspirasi kita semua, bahwa Berkuda Memanah berprestasi. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi para atlet untuk terus mempertahankan prestasinya,” ujar Marciano.

Pelatih tim Indonesia menyampaikan bahwa kompetisi di Rusia memberikan pengalaman penting bagi para atlet, termasuk dalam menghadapi kondisi cuaca dan lingkungan pertandingan yang berbeda. Pengalaman tersebut menjadi bekal menuju kompetisi berikutnya, termasuk World Championship Bintang 4.
Menurut pelatih, keberhasilan menjadi juara umum di level Bintang 3 menjadi modal untuk terus meningkatkan prestasi. Terlebih, sebagian besar atlet masih berusia muda sehingga memiliki waktu dan ruang yang panjang untuk berkembang.
Dukungan KONI Pusat juga dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan Berkuda Memanah Indonesia hingga mampu tampil di berbagai kompetisi internasional.
Proses Pembinaan Menuju Panggung Multi-Event

Marciano menegaskan bahwa perjalanan menuju level kompetisi yang lebih tinggi membutuhkan proses dan pembinaan yang berkelanjutan.
“Peningkatan prestasi itu semua ada prosesnya. Mungkin para atlet ke depan bisa mewakili Indonesia secara resmi di dalam multi-event internasional, tapi itu semua butuh waktu. Oleh karenanya, persiapkan dengan sebaik mungkin,” ucap Marciano.
Ia menjelaskan bahwa atlet yang ingin tampil dalam multi-event internasional seperti SEA Games harus mengikuti tahapan pembinaan dan kompetisi yang berlaku, termasuk melalui PON.
Pembinaan Berkuda Memanah juga akan terus diperluas melalui berbagai kelompok usia. IHAA memiliki kategori mulai dari anak-anak hingga master, sehingga kesempatan untuk mengembangkan atlet terbuka luas. Marciano juga mendorong penguatan pembinaan atlet perempuan agar Indonesia dapat mengirimkan lebih banyak atlet pada kompetisi mendatang.
Semangat Juang Jadi Kunci Kemenangan

Atlet Berkuda Memanah Indonesia, Arsa Wening Arrosyad, mengatakan persaingan di Moskow berlangsung ketat seiring semakin banyak negara yang mengembangkan olahraga tersebut.
“Sekarang Berkuda Memanah berkembang di banyak negara. Jadi menurut saya Indonesia harus berkembang juga, jangan berpuas hati. Semua yang kita dapat hari ini tidak bisa menjadi patokan untuk hari-hari ke depannya. Kita masih punya target yang lebih jauh,” ujar Arsa.
Menurutnya, kesiapan menghadapi berbagai kondisi menjadi salah satu aspek yang perlu terus ditingkatkan oleh tim Indonesia, baik dari sisi cuaca maupun kuda yang digunakan dalam pertandingan.
“Kita harus siap dengan segala medan, mau dari cuaca, kuda, atau apa pun. Kuda kita di sini tidak bisa disamakan dengan kuda di sana. Jadi kita harus siap menerima kuda yang ada. Di Rusia sendiri kami diberikan 10 ekor kuda, dari situ kami bisa mencocokkan masing-masing. Yang pasti setiap hambatan yang ada tetap kami hadapi dengan penuh semangat,” jelasnya.
Bagi Arsa, kompetisi di Moskow juga menjadi pencapaian pribadi karena merupakan kali ketiganya bertanding di Rusia. Dalam tiga keikutsertaannya, ia selalu berhasil membawa pulang medali emas.
“Kalau saya pribadi, alhamdulillah ini ketiga kalinya saya ke Rusia. Tiga-tiganya bisa membawa medali emas, alhamdulillah. Tahun 2023, 2024, dan 2026,” ungkapnya.
Membangun Daya Saing Global Melalui Target Prestasi

Setelah sukses di Moskow, Marciano berharap prestasi atlet Berkuda Memanah Indonesia dapat berlanjut pada IHAA Oceania Regional Championship 2026 yang akan digelar di Australia pada Oktober mendatang.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas atlet, pelatih, dan kuda secara bertahap serta merata. Menurutnya, diperlukan standar kualitas kuda agar Indonesia semakin kompetitif di komunitas Berkuda Memanah internasional sekaligus membuka peluang bagi kuda lokal untuk dikembangkan dan diikutsertakan dalam kompetisi.
“Syukur kalau kita bisa menjadi agen yang memasarkan kuda lokal. Kita memberi ruang untuk kuda lokal ikut berkompetisi,” ujarnya.
Kekuatan Dibalik Prestasi Membanggakan

Marciano menekankan bahwa prestasi internasional tidak dapat dibangun oleh atlet seorang diri. Kekompakan antara atlet, pelatih, orang tua, ofisial, dan federasi menjadi bagian penting dalam perjalanan prestasi.
“Prestasi ini tidak akan terbangun apabila antara pelatih, ofisial lainnya, dan atlet kolaborasinya tidak kuat. Oleh karenanya, saya menyampaikan terima kasih kepada para atlet, pelatih, orang tua atlet, ofisial, dan FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia yang telah berhasil mengantar atlet meraih prestasi terbaiknya,” ujar Marciano.
Keberhasilan menjadi juara umum di Moskow dengan torehan 7 emas, 3 perak, dan 3 perunggu menjadi bagian dari perkembangan Berkuda Memanah Indonesia di kancah internasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi energi bagi para atlet untuk terus berkembang, menghadapi tantangan berikutnya, dan mengibarkan Merah Putih di berbagai kejuaraan internasional.


