ISFEX 2026 Resmi Dibuka, KONI Pusat Dorong Penguatan Industri dan Ekosistem Olahraga Nasional

Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX) 2026 resmi dibuka pada Kamis, 5 November 2026 di Indonesia Convention Center (ICE) BSD. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat yang diwakili oleh Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS., Teuku Arlan Perkasa Lukman selaku Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ibu Reni Yanita selaku Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ir. Diana Kusumastuti selaku Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Dalam Opening Ceremony ISFEX 2026, KONI Pusat menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan industri olahraga Indonesia.
Sekjen KONI Pusat menegaskan bahwa kemajuan prestasi olahraga harus didukung oleh ekosistem olahraga yang memadai. Ketersediaan sarana, prasarana, peralatan, serta teknologi olahraga berkualitas menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan potensi atlet.
“Perkembangan prestasi olahraga yang diraih oleh para atlet harus didukung dengan ekosistem olahraga yang tersedia, karena menjadi fondasi penting dalam peningkatan prestasi olahraga,” ujar Lukman Djajadikusuma.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, cabang olahraga, pelaku industri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut juga perlu diperluas hingga tingkat provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Secara khusus, KONI Pusat berharap agar industri olahraga Indonesia menjadi raja di negeri sendiri,” tutup Sekjen KONI Pusat.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Suyadi Pawiro, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Debindo atas penyelenggaraan ISFEX 2026.
“Olahraga bukan hanya semata-mata prestasi, melainkan sudah bertransformasi kepada kesehatan dan industri. Kita mulai membangun industri ekonomi lewat olahraga,” ujar Suyadi.
Suyadi juga menyoroti potensi pengembangan sport tourism yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem olahraga dan pariwisata. Menurutnya, sektor tersebut berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan masyarakat Indonesia.
“Mari sama-sama kita maksimalkan industri olahraga. Ketika ekosistem olahraga meluas ke pariwisata, sektor ini akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi jutaan orang di Indonesia,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana, menyampaikan pentingnya pembangunan infrastruktur olahraga yang selaras dengan kebutuhan pembinaan dan pengembangan olahraga nasional.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian PU telah berkontribusi dalam pembangunan berbagai fasilitas olahraga untuk mendukung penyelenggaraan sejumlah ajang olahraga, mulai dari SEA Games, Pekan Olahraga Nasional (PON).
Menjelang penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Diana berharap pengembangan fasilitas olahraga dapat semakin memperhatikan inovasi material, teknologi, serta kebutuhan atlet dan penyelenggara.
“Pada 2028 akan ada PON NTT-NTB. PON ini akan melibatkan atlet, penyelenggara, dan teknologi. Mudah-mudahan acara ini akan membawa spirit bahwa PON akan lebih baik lagi,” ujarnya.
Selain pembangunan fasilitas, Diana turut mendorong perluasan kesempatan masyarakat untuk berolahraga melalui ketersediaan sarana dan peralatan olahraga yang mudah diakses.
Penyelenggaraan ISFEX 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun industri olahraga Indonesia. Sejalan dengan harapan KONI Pusat, pengembangan industri olahraga dengan standar berkualitas diharapkan mampu mendukung peningkatan prestasi sekaligus menjadikan industri olahraga nasional semakin berdaya saing.



