Ketum KONI Pusat Buka Liga Santri Indonesia Seri I Berkuda Memanah Tahun 2026 Di Klaten
Liga Santri Indonesia (LSI) Seri 1 Berkuda Memanah Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada 3 April 2026 di Ayub Camp, Klaten, Jawa Tengah.

Turut hadir dalam acara pembukaan Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah, Bupati Klaten, Dispora Jawa Tengah, Dirsamapta Polda Jawa Tengah, Forkopimda Klaten.
Ketum KONI Pusat Apresiasi Federasi Nasional Berkuda Memanah atas Terlaksananya Liga Santri Berkuda Memanah 2026 seri I yang diikuti 69 Atlet yg berasal dari 33 pondok pesantren dari 8 Provinsi.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya memberikan dukungan penuh kepada FN Pordasi Berkuda Memanah, saya berharap Berkuda Memanah dapat berkembang pesat di seluruh Indonesia terutama di lingkungan pondok pesantren,” kata Ketum KONI Pusat merujuk potensi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, dengan memiliki lebih dari 42.000 pesantren.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para atlet, dan dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak baik kepala daerah dan masyarakat,” ungkap Ketum KONI Pusat.

Berkuda Memanah adalah Cabang olahraga yg Atletnya sangat banyak berkembang di Pesantren dan kedepan Indonesia Berpotensi menjadi Rumahnya Atlit Berkuda Memanah Terbesar di Dunia
“Mari manfaatkan Liga Santri Indonesia Seri I Berkuda Memanah ini, dan terus lakukan evaluasi agar penyelenggaraannya dapat semakin baik dari waktu ke waktu. Indonesia memiliki potensi besar dalam Berkuda Memanah, saya yakin suatu hari Berkuda Memanah Indonesia memiliki atlet ji dan prestasi terbaik di kancah dunia,” sambung Marciano.
LSI merupakan kompetisi nasional yang diinisiasi oleh Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah. Ajang ini berlangsung pada tanggal 3 – 5 April 2026 dan diikuti oleh para santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia.

Kompetisi berkuda memanah ini terbuka bagi seluruh santri aktif di Indonesia, dengan ketentuan peserta wajib memiliki rekomendasi resmi dari pimpinan pesantren serta didampingi oleh ofisial atau pelatih yang kompeten.
Sebanyak 14 kategori perlombaan dipertandingkan, yakni Mudatusias Putra, Mudatusias Putri, Tower 90 Putra, Tower 90 Putri, Circle 40D Putra U16, Circle 40D Putra U20, Circle 40D Putri, Skirmish 90 Putra, Skirmish 90 Putri, Kara Indonesian Circular Track Putra, Fast Shooting Putra, Fast Shooting Putri, Dynamic Shooting Putra, dan Dynamic Shooting Putri. Total terdapat 42 medali yang diperebutkan, terdiri dari emas, perak, dan perunggu.
Melalui penyelenggaraan LSI Seri 1 ini, diharapkan dapat memperkuat pembinaan olahraga berkuda memanah di lingkungan pesantren serta membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai catatan, kompetisi ini merupakan tindak lanjut dari Kejuaraan Menteri Agama Cup Santri Horseback Archery Championship 2025. Ketika itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar meresmikan kompetisi pada 24 Oktober 2025 di Lapangan Yayasan Kampung Maghfirah.

Bilal selaku Pengelola Ayub Camp sekaligus Pengurus PBM, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan serta dukungan langsung dari otoritas olahraga tertinggi di Indonesia tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan berterima kasih atas kehadiran Bapak Marciano selaku Ketua KONI Pusat untuk membuka acara ini. Kehadiran beliau memberikan dukungan moral yang besar bagi kami selaku pengelola venue maupun pengurus PBM dalam menyukseskan Liga Santri Seri 1 ini,” ujar Bilal.
Penyelenggaraan ini diharapkan menjadi langkah awal dari rangkaian event berkuda memanah yang lebih besar di masa mendatang. Sebagai pengelola, Bilal menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas demi kemajuan olahraga ketangkasan ini.
“Ini adalah event pertama, dan kami berkomitmen agar ke depannya kualitas penyelenggaraan bisa jauh lebih baik lagi. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas peserta, standar venue yang lebih mumpuni, hingga kesiapan kuda-kuda yang digunakan dalam kompetisi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ayub Camp diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat kompetisi musiman, tetapi juga sebagai pusat pengembangan bakat bagi generasi muda, khususnya para santri.
“Harapan kami, Ayub Camp dapat menjadi tuan rumah yang semakin baik dan mendorong terciptanya tempat pelatihan yang representatif bagi para santri serta pemanah untuk mengasah kemampuan berkuda memanah mereka secara profesional,” tutup Bilal.

Dukungan KONI Pusat pada Pembinaan yang Dilakukan FN Pordasi Berkuda Memanah
KONI Pusat secara menegaskan terus memberikan dukungan agar FN Pordasi Berkuda Memanah mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan. Saat ini, di bawah kepemimpinan Triwatty Marciano, FN Pordasi Berkuda Memanah menjadi satu-satunya induk organisasi olahraga berkuda memanah yang diakui secara resmi oleh KONI Pusat.
Hal tersebut juga dibuktikan dengan kehadiran Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Tengah didampingi dengan salah satu pengurus dari Bidang Pembinaan Prestasi KONI Provinsi Jawa Tengah.
Sejak Musyawarah Nasional Pordasi XIV Tahun 2004, Pordasi telah melakukan transformasi organisasi dan kini terbagi menjadi empat Federasi nasional, yakni FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Berkuda Memanah, dan FN Pordasi Polo.
Transformasi ini bertujuan agar setiap cabang olahraga dapat berkembang secara mandiri dan lebih fokus pada pembinaan prestasi. Saat ini, Provinsi Jawa Tengah menjadi provinsi ke-13 yang telah melakukan transformasi organisasi tersebut.
Organisasi FN Pordasi Berkuda Memanah juga berkembang di kancah internasional. Terbukti pada Jumat 7 November 2025, FN Pordasi Berkuda Memanah resmi diterima sebagai anggota Federasi Internasional Asian Horseback Archery Federation (AHAF).


