Lantik Prof. Dr. Komarudin sebagai Ketum PB.IPF, Ketum KONI Pusat Berharap Dukungan Sport Science dalam Mengantar Atlet Pickleball Meraih Prestasi

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman secara resmi telah mengukuhkan dan melantik Prof. Dr. Komarudin, M.Si sebagai Ketum Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB. IPF) masa bakti 2024-2028, pada Kamis 27 Februari 2025, di Kantor KONI Pusat Senayan Jakarta.
PB.IBF sebagai induk cabor Pickleball secara resmi telah menjadi anggota KONI sejak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Tahun 2023, meskipun tergolong masih sangat baru prestasi yang dihasilkan tidak diragukan diantaranya meraih medali emas dan perak pada kejuaraan dunia di Thailand, dan mendapat kepercayaan dunia dengan menjadi tuan rumah World Pickleball Championship 2023 di Bali. Tak hanya itu Pickleball juga sukses menggelar ekshibisinya pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2024.
Cabang olahraga yang berawal dari Amerika Serikat, perpaduan antara tenis, bulu tangkis, serta tenis meja/ping pong. Diharapkan nantinya dapat semakin berkembang baik dari lingkup Asia hingga dunia, dan diharapkan dipertandingkan pada kejuaraan tingkat internasional seperti SEA Games hingga Olimpiade.
“Saya yakin dan optimistis bahwa PB.IPF dapat berbuat banyak untuk meningkatkan kualitas prestasinya, terlebih dipimpin oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang selalu meluangkan waktu memikirkan peran akademisi dalam mendorong olahraga di Indonesia, jadi seharusnya prestasi yang dihasilkan lebih matang lagi,” kata Ketum KONI Pusat.
Sehubungan dengan upaya KONI Pusat melibatkan akademisi lebih luas, Marciano berharap banyak kepada Ketum PB.IBF yang mana juga rektor UNJ. “Besar harapan saya dukungan UNJ di bawah Prof. Komarudin mampu menghasilkan hal yang sangat positif dalam prestasi olahraga,” sambungnya.
“Pengakuan dunia akan cabor ini menjadikan Pickleball memiliki potensi besar, saya berharap ke depan hubungan pimpinan cabor dengan KONI Pusat dapat terus terjaga dengan baik karena kita memerlukan satu sama lain, jangan pernah segan untuk berkomunikasi satu sama lain untuk mencari terobosan agar Pickleball mampu melahirkan atlet berprestasi membanggakan Indonesia,” lanjut Ketum KONI Pusat.

Ketum PB.IPF menjelaskan bahwa Pickleball semakin menarik atensi dunia, dibuktikan dengan wacana dipertandingkan sebagai cabor ekshibisi pada Olimpiade 2028 di Los Angeles.
“Ini menjadi suatu kehormatan dan meningkatkan komitmen kita untuk memajukan prestasi olahraga Pickleball nasional, salah satu langkah yang telah kita laksanakan adalah ekshibisi pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, memang kita rancang seperti kejuaraan resmi agar terbiasa, dan Pickleball juga diberikan kesempatan untuk melakukan ekshibisi pada Olimpiade 2028 di Los Angeles, hal ini menjadi bukti status Pickleball diakui di dunia dan menjadi motivasi kami,” ujar Komarudin.
Dengan potensi tersebut, Ketum KONI Pusat berharap atlet-atlet Pickleball berstandar dunia mampu muncul dan mengharumkan nama Indonesia pada Olimpiade yang akan datang. Dukungan Sport Science maksimal dari Ketum PB.IBF dalam mengantar prestasi, dapat menjadi model rujukan bagi pembinaan cabor lainnya.
“Kami berharap arahan dan dukungan dari KONI Pusat khususnya sebagai induk cabang olahraga, agar Pickleball ini bisa semakin maju prestasinya baik nasional maupun internasional, di samping pembinaan olahraga terus berjalan sebagai rutinitas tahunan,” sambungnya.