Lantik Teuku Zulkarnain, Marciano Norman Dukung Target Bengkulu Tembus 25 Besar PON 2028

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengukuhkan dan melantik Ketum KONI Bengkulu Teuku Zulkarnain dan jajaran pengurus masa bakti 2025-2029 pada Senin 15 Desember 2025 di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu. 

Teuku Zulkarnain yang juga Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bengkulu memiliki pekerjaan rumah yang berat, namun disertai potensi yang baik. Di awal sambutannya, ia menetapkan target 25 besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB. 

Melihat fakta, Bengkulu selalu berada di peringkat bawah PON. Pada PON XVIII/2012 Riau, peringkat ke-31, ⁠PON XIX/2016 Jawa Barat, peringkat ke-33, ⁠PON XX/2021 Papua, peringkat ke-30 dan ⁠PON XXI/2024 Aceh-Sumut, peringkat ke-37.

“Saya melihat bahwa, upaya yang akan dilakukan Bapak Teuku Zulkarnain sangat realistis untuk masuk 25 besar pada PON selanjutnya,” kata Ketum KONI Pusat. 

Di sisi lain, Bengkulu memiliki potensi atlet yang hebat. Sebut saja Muhammad Habib Dzulfaqqor Daffa yang merupakan juara Pencak Silat pada Kejuaraan Dunia tahun 2024 di Abu Dhabi. Ada juga Ria Puspita Dewi juara Hapkido pada kejuaraan Hapkido Internasional tahun 2024.

Pada cabang olahraga Olimpiade, ada Sultthan Faizza Ardhanie, atlet bulu tangkis yang bersinar di Sirkuit Nasional (Sirnas) yang pernah juara pada Djarum Sirnas A.

“Saya rasa sudah waktunya Ketua Umum dan jajarannya untuk fokus pada cabang olahraga unggulan yang Bengkulu kuat,” sambung Ketum KONI Pusat.

Kepada pengurus KONI Bengkulu, diharapkan mampu fokus membina cabang olahraga unggulan dengan niat tulus melayani atlet melalui program yang baik. 

“Setelah mengucap Janji Prasetya, saudara-saudari harus siap menjadi pelayannya atlet, pelayannya para pelatih, saudara-saudara bukan Tuan Besar-nya atlet tapi pelayannya,” tegas Ketum KONI Pusat. 

“Saudara-saudara bekerja keras untuk meningkatkan prestasi mereka, mendorong para atlet untuk meraih mimpinya yaitu menjadi juara,” lanjutnya. 

Ketum KONI Pusat juga menanggapi ambisi Bengkulu menjadi tuan rumah PON XXIII/2032 bersama Sumatera Barat. 

“Bumi Merah Putih (Bengkulu) itu sangat tepat, karena kita Bicara Olahraga, kita Bicara Merah Putih, jika saudara-saudara mengajukan tuan rumah PON XXIII/2032 mengapa tidak? Karena kita berjuang untuk Merah Putih,” tegas Marciano.

Tak lupa, Ketum KONI Pusat mengapresiasi komitmen gubernur yang memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga. Oleh karenanya, Ketum KONI Pusat mengarahkan jajaran pengurus KONI Bengkulu yang baru dilantik agar menyiapkan program pembinaan yang baik. 

Secara terukur, KONI Bengkulu harus bersiap sejak sekarang menghadapi PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara, PON Pantai 2026 di Jakarta, PON Indoor dan PON Remaja 2027, hingga PON XXII NTT-NTB 2028.

Harapannya, Bengkulu dapat memberikan kejutan, minimal target 25 besar. Bengkulu pernah menempati peringkat ketiga, saat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X/2019. Kala itu, Riau menjadi juara pertama dengan 35 emas, 23 perak, 37 perunggu. Juara kedua adalah Sumatera Utara dengan 25 emas, 16 perak, 26 perunggu. Tuan rumah Bengkulu meraih peringkat ketiga dengan 25 emas, 13 perak, 18 perunggu.

Gubernur Helmi Hasan menegaskan pesannya kepada para pengurus KONI Bengkulu yang baru dilantik. “Prestasi adalah buah dari kerja keras bersama,” tegasnya. 

Infrastruktur olahraga juga menjadi atensi Gubernur Bengkulu. “Tahun ini kita akan selesaikan kolam renang kita yang sangat memprihatinkan,” sambungnya diikuti penjelasan tentang perbaikan lapangan sepak bola. 

“Selain infrastruktur, betul kata Ketum KONI Pusat, kita tidak bisa mendorong semua cabang olahraga, kita harus fokus,” katanya memberikan arahan kepada Teuku Zulkarnain dan jajarannya. 

Gubernur Bengkulu juga sampaikan konsep Bapak Angkat atlet berprestasi, dapat dengan pejabat atau perusahaan di Bengkulu. Pengurus KONI Bengkulu diminta aktif menjaring potensi tersebut. 

Tak ketinggalan, untuk mendorong prestasi, gubernur menegaskan akan mengupayakan hadiah senilai Rp 1 miliar untuk atlet juara.

Video

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *