Munas PB.FAJI 2026 Resmi Dibuka, KONI Pusat Dorong Arung Jeram Jadi Cabang Olahraga Unggulan Nasional 

Wakil Ketua Umum (Waketum) II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI Purn Soedarmo secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB. FAJI) 2026, pada Senin 5 Januari 2026, di Jakarta Design Center, Jakarta. 

Mewakili Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, Soedarmo menyampaikan apresiasi kepada PB.FAJI yang telah menorehkan prestasinya baik ditingkat nasional maupun internasional. 

“Mewakili Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan cabang olahraga Arung Jeram pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, selain itu saya juga mengucapkan selamat kepada Tim Arung Jeram Indonesia atas prestasi membanggakan pada kejuaran internasional. Atlet arung jeram Indonesia berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih gelar juara serta mempersembahkan satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu pada ajang IRF World Rafting Championship 2025 yang berlangsung di Sungai Kampar, Perak, Malaysia,” ungkap Soedarmo. 

Munas yang berlangsung pada 4 hingga 5 Januari 2026 tersebut merupakan agenda strategis dalam rangka pemilihan Ketua Umum PB.FAJI masa bakti 2025-2029. Sebelumnya pada 1 Januari 2026, Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) secara resmi mengumumkan bahwa salah satu bakal calon Ketua Umum PB.FAJI yakni Mayjen TNI (Maret) Dr. Oni Junianto, S.A.P., M.M., M.Tr.Opsla, dinyatakan lolos verifikasi dengan memperoleh 14 dari 25 dukungan Pengurus Provinsi. 

Selama empat tahun kepemimpinan Mayjen TNI (Purn) Saud F. Tambatua, PB.FAJI telah melaksanakan berbagai program strategis, di antaranya penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas), keikutsertaan pada PON XXI/2024 Aceh–Sumatera Utara (Sumut) yang menjadi PON pertama bagi PB.FAJI, serta peran aktif di luar olahraga prestasi melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam pelatihan Swift Water Rescue, termasuk pembentukan Satuan Tugas Banjir dan Kebencanaan FAJI (FASTRAC).

PB.FAJI juga berkontribusi dalam penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta pembuatan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 6 Tahun 2025 tentang Standar Kegiatan Usaha, Tata Cara Pelaksanaan Pengawasan, dan Sanksi Administratif pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Selain itu, PB FAJI terus meningkatkan kualitas sistem pendataan dan informasi atlet, wasit, serta pelatih.

Pada lingkup internasional, PB.FAJI turut berperan dalam pendampingan IRF Assessor World Rafting Championship (WRC) 2027, serta memberikan dukungan juri, course design, wasit, dan relawan pada IRF WRC 2025. Kontingen Tim Arung Jeram Indonesia yang berlaga pada WRC 2025 di Sungai Kampar, Perak, Malaysia, pada 2 hingga 6 Desember 2025, berhasil mencatatkan prestasi gemilang, yaitu berhasil meraih 5 medali emas, 10 medali perak, dan 7 medali perunggu. 

Soedarmo menegaskan bahwa olahraga Arung Jeram tidak hanya berorientasi pada prestasi, namun juga memiliki potensi besar dalam pengembangan Sport Tourism dan Sport Industry. 

“Dengan prestasi dan peran yang telah diraih serta dukungan kondisi alam Indonesia, olahraga Arung Jeram harus mampu berkembang dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan nasional,” tegas Soedarmo. 

Ia juga berharap Ketua Umum PB.FAJI masa bakti 2025-2029 mampu merangkul seluruh elemen organisasi, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. 

Munas PB.FAJI 2026 diharapkan mampu menjadi momentum konsolidasi demi kemajuan cabang olahraga Arung Jeram Indonesia.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *