Resmi Dilantik di Makassar, PB.PSTI Siap Gelar Liga Sepak Takraw Indonesia

Sepak Takraw merupakan cabang olahraga yang erat dengan kaitannya budaya Melayu sehingga Indonesia sebagai bangsa terbesar di Asia Tenggara harus unggul. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman setelah resmi mengukuhkan dan melantik Ketum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI) masa bakti 2025-2029 H. Surianto dan jajarannya.

Bertempat di Hotel Claro Makassar, Ketum KONI Pusat ingatkan bahwa Sepak Takraw bukan hanya olahraga prestasi namun warisan budaya yang telah dimainkan leluhur Bangsa Indonesia sekitar abad ke-15, khususnya di Sumatera dan Sulawesi Selatan. Di Tanah Air sendiri, induk cabang olahraga Sepak Takraw telah berdiri sejak 1971, ketika itu bernama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (Perserasi).

“Sepak Takraw merupakan salah satu cabang olahraga yang erat kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia selama ratusan tahun. Sebagai bangsa terbesar di Asia Tenggara dan bagian dari rumpun Melayu, sudah semestinya kita menjadi yang terdepan dalam prestasi Sepak Takraw,” tegas Marciano di hadapan para pengurus yang baru dilantik.

Secara khusus dibahas juga potensi Sulawesi Selatan dalam Sepak Takraw. “Sulawesi Selatan ini adalah tempat berkembangnya Sepak Takraw Indonesia, oleh karenanya, pertama kita bersyukur pelantikan dan pengukuhan PB.PSTI ini dilaksanakan di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, rumahnya Sepak Takraw,” jelas Marciano.

Disinggung juga bahwa pertandingan Sepak Takraw,  menarik minat penonton untuk menyaksikan secara langsung. 

Amanah terkait keorganisasian juga disampaikan Ketum KONI Pusat. “Dibangun pola komunikasi yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin,” pesan Marciano. “Terobosan yang dilakukan tidak akan berjalan tanpa dukungan 34 pengurus provinsi PSTI,” lanjutnya. 

“Jika ada perbedaan pendapat, pasti ada solusinya karena untuk Indonesia tidak ada alasan kita tidak bisa bersatu,” sambungnya. 

Di luar itu, Ketum KONI Pusat mengapresiasi Liga Sepak Takraw Indonesia yang menjadi program terobosan dan unggulan kepengurusan PB.PSTI kali ini.

“Kami akan melaksanakan program andalan kami yaitu Liga Sepak Takraw Indonesia, pesertanya seluruh pengurus provinsi seluruh Indonesia yang akan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembinaan,” jelas Surianto. 

Tujuan peningkatan kualitas pembinaan tersebut bertujuan untuk prestasi Indonesia di dunia. Secara paralel, PB.PSTI memberikan atensi terhadap persiapan kejuaraan internasional. 

“Insya Allah kejuaraan dunia akan dilaksanakan di Malaysia Mei 2026 dan Asian Games 2026 di Jepang, ada target tertentu yang ditentukan,” terang Surianto. 

Sebelumnya, Surianto menegaskan dedikasinya untuk Sepak Takraw. “Saya Cinta sepak Takraw dan saya bermain Sepak Takraw, sehingga itu saya ingin mengabdikan diri untuk Sepak Takraw,” katanya sembari menjelaskan pengalaman sempat patah tulang akibat kecelakaan bermain. 

Surianto juga jelaskan, sudah banyak yang dilaksanakan sebelum dilantik. PB.PSTI telah mendaftarkan ke Kementerian terkait agar menjadi Badan hukum. 

Tak kalah penting, adanya Mars PSTI. Selanjutnya ada juga situs PSTI yang dapat diakses. Kantor PSTI juga baru, yakni di lantai 15 FX Senayan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman diwakili Kadispora Suherman menyampaikan banyaknya atlet Sepak Takraw yang berprestasi di tingkat nasional maupun di tingkat Internasional asal Sulawesi Selatan. Gubernur juga berpesan agar mewujudkan sinergitas PSTI dengan pemerintah daerah.

Prestasi Sepak Takraw Indonesia

Surianto sudah memiliki modal prestasi sebelumnya. Terakhir, pada SEA Games Thailand 2025, Sepak Takraw mempersembahkan 1 medali perak dan 4 medali perunggu.

Medali perak dipersembahkan oleh Tim Kuadran Campuran yang diperkuat oleh Muhammad Hardiansyah Muliang, Rusdi, Fujy Anggy Lestari, Jelki Ladada, Leni, dan Dona Aulia.

Sementara itu, empat medali perunggu diraih dari beberapa nomor pertandingan seperti nomor Regu Putri, tim Indonesia diperkuat oleh Leni, Kusnelia, Lena, Dona Aulia, Cici Herfiyuli, Frisca Kharisma Indrasari, Rikha Khilmiyati, Fujy (Fujy Anggy) Anggy Lestari, Dita Pratiwi, Wan Annisa Rachmadi, serta Laura Dinda Yanatasya.

Selanjutnya nomor Regu Putra melalui tim yang diperkuat Nofrizal, Rusdi, Syamsul Akmal, Muhammad Alhasani, Andi Dwy Andika, Yudha Aswinatama, Anwar Budiyanto, Muhammad Hafidz, Jelki Ladada, Muhammad Hardiansyah Muliang, Victoria Eka Prasetyo, Salsa Sabilillah, dan Andi Try Sandi Saputra.

Berikutnya, dari nomor Beregu Putri, yang diperkuat oleh Frisca Kharisma, Fuji Anggy Lestari, Leni, Dona Aulia, dan Lena. Ada juga nomor Beregu Putra, tim Indonesia diisi oleh Syamsul Akmal, Muhammad Hardiansyah Muliang, Rusdi, Jelki Ladada, serta Victoria Eka Prasetyo.

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *