Tinjau Banten International Stadium, TPP KONI Pusat Nilai Kesiapan Banten untuk PON 2032

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., melakukan tinjauan langsung ke Banten International Stadium (BIS), pada Kamis, 9 April 2026.
Tinjauan tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya TPP KONI Pusat menggelar rapat koordinasi bersama KONI Provinsi Banten membahas kesiapan infrastruktur serta perkembangan pembinaan cabang olahraga di wilayah tersebut.
Dalam tinjauan tersebut, Ketua TPP PON XXIII/2032 KONI Pusat didampingi oleh Ketua Umum KONI Provinsi Banten Kombes Pol Purn Dr. Agus Rasyid beserta jajaran.

Suwarno menilai Provinsi Banten telah memenuhi sejumlah persyaratan sebagai bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032, terutama terkait ketersediaan venue pertandingan. BIS yang memiliki kapasitas sekitar 30.000 penonton dinilai sebagai salah satu aset utama yang potensial untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional tersebut.
“Secara umum, Banten sudah memiliki kesiapan awal yang baik, khususnya dari sisi ketersediaan venue. Namun, aspek aksesibilitas menjadi hal penting yang perlu terus ditingkatkan untuk menghindari penumpukan saat pelaksanaan event besar,” ujar Suwarno.
Saat ini, pengembangan kawasan BIS masih terus berlangsung. Sejumlah lahan di sekitar stadion masih dalam tahap perencanaan pembangunan yang ditargetkan rampung hingga tahun 2030. Ke depan, kawasan BIS dirancang menjadi sebuah Sport Center yang dilengkapi berbagai venue pertandingan serta fasilitas sport science.
Perwakilan pengelola BIS Provinsi Banten menjelaskan bahwa peningkatan aksesibilitas menjadi prioritas utama. Beberapa rencana pembangunan infrastruktur jalan tengah disiapkan, di antaranya akses langsung menuju jalan nasional ke arah Pandeglang yang akan diperlebar guna mendukung mobilitas saat event berskala besar, sesuai arahan Gubernur Banten.
Rencananya, akan dibangun akses alternatif di sisi utara yang terhubung dengan kawasan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menuju jalan provinsi. Jalur alternatif ini juga akan terintegrasi dengan area lapangan latih serta lahan parkir yang sedang dalam tahap pematangan. Pembangunan akses jalan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun ini.
Di sisi pengembangan fasilitas olahraga, tahun ini juga direncanakan pembangunan sejumlah venue seperti Akuatik, Tenis, Voli, dan Basket. Selain itu, Detail Engineering Design (DED) untuk lapangan tembak telah disahkan sebagai bagian dari pengembangan kawasan.
Menanggapi hal tersebut, Suwarno menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang terstruktur dan berbasis tahapan waktu. Ia meminta agar peta pembangunan disusun secara rinci per tahun untuk memastikan kesiapan seluruh fasilitas menjelang 2032.

Ia juga memberikan sejumlah catatan teknis terkait pembangunan venue, antara lain penempatan cabang olahraga hoki indoor dan outdoor, pengaturan lapangan tembak sesuai standar jarak, hingga pembangunan fasilitas sport science yang mencakup kesehatan olahraga, nutrisi, psikologi olahraga, biomekanika, fisiologi, serta strength and conditioning.
Untuk cabang olahraga lainnya, ia juga mengingatkan agar fasilitas panjat tebing dilengkapi dengan tiga nomor utama (speed, lead, dan boulder), serta memperhatikan standar dimensi lapangan futsal agar tidak terlalu sempit.
Menutup tinjauan, Suwarno menegaskan bahwa pengembangan kawasan BIS harus tetap memperhatikan estetika dan fungsi stadion utama, termasuk memastikan akses penting seperti jalur ambulans agar tidak terhalang oleh fasilitas lain.
Dengan berbagai pengembangan yang direncanakan, Banten optimistis dapat menjadi salah satu kandidat kuat tuan rumah PON XXIII/2032.


