BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025 Resmi Dibuka, Siap Lahirkan Atlet Catur Masa Depan Indonesia

Kolaborasi Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) dan Yayasan Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur menyelenggarakan ajang prestisius bagi para pecatur muda yakni “BPK Penabur Asian Zone 3.3 Schools Chess Competition 2025”.
Kompetisi tersebut dibuka resmi pada Kamis 28 Agustus 2025, di sekolah BPK Penabur Kelapa Gading, Jakarta.

Catur merupakan salah satu olahraga yang mengedepankan kemampuan akal membuat strategi memenangkan laga. Dalam membangun bangsa, catur memegang peran penting khususnya bila dilakukan sejak usia dini.
Pembinaan catur pada usia dini dilakukan di Yayasan BPK Penabur yang menjadi tempat penyelenggaraan kejuaraan catur Asia, Asian Zone 3.3 Chess School Competition 2025.

Turnamen Catur pelajar tingkat Asia Timur ini, merupakan turnamen yang mempertemukan para siswa terbaik dari berbagai negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Mongolia, Myanmar, Filipina, Rusia, Vietnam, Hongkong.

“Ada 201 peserta dari Indonesia dari 244 partisipan,” ujar Ketum Pengurus Yayasan BPK Penabur Adri Lazuardi. Adapun peserta dari Indonesia berasal dari berbagai daerah, 35 Kabupaten/Kota dari 11 provinsi.
“Kalian mempunyai potensi menjadi grand master selanjutnya,” tegas Adri.
Selain menjadi wadah kompetisi, turnamen ini sekaligus menjadi sarana pembinaan talenta muda dalam bidang olahraga catur. Dengan peserta yang terbagi menjadi U-7, U-9, U-11, U-13, U-15, U-17.
“Ini adalah satu hasil pembinaan dan sosialisasi yang luar biasa dari Percasi. Ke depan, akan lahir Grandmaster-Grandmaster seperti Pak Utut Adianto,” harap Ketum KONI Pusat.
Kehebatan berpikir seorang atlet catur berprestasi akan menuntun menuju kesuksesan di dunia karier. “Prestasi Pak Utut di catur luar biasa, beliau bisa sukses,” tegas Marciano.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya memberikan apresiasi dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB.Percasi) dan Yayasan BPK Penabur dalam menyelenggarakan BPK Penabur Asian Zone 3.3 Chess School Competition 2025,” kata Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.
Publikasi The Local Spain dan Italian Chess Federation menyebutkan bahwa di Spanyol dan Italia, program pendidikan telah melibatkan catur untuk meningkatkan kemampuan akademis siswa.
“Catur merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar di Indonesia karena catur dapat dimainkan oleh segala usia. Catur sejak usia dini dapat melatih otak anak untuk berpikir secara strategis, menganalisis konsekuensi dari setiap langkah, dan merencanakan langkah ke depan,” ucap Marciano.
Melalui kejuaraan internasional ini para peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan, dan membangun semangat sportivitas yang tinggi.
Ketum PB.Percasi Grandmaster Utut Adianto menilai bahwa pertumbuhan atlet terus berjalan, dan berharap akan lahir bintang catur dari BPK Penabur.

“Pertumbuhan atlet terus berjalan, dan pembinaan yang dijalankan sekarang menurut saya sudah di alur yang tepat, BPK Penabur sudah bekerja keras dan berharap akan ada bintang dari para muridnya,” terang Utut.
“untuk menjadi bintang itu sudah jalan Tuhan, namun kita harus tetap berusaha memberikan jalan untuk mereka bisa meraih prestasinya, saya berharap akan ada bintang catur dari BPK Penabur di kancah dunia,” Ungkap Utut Adianto.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) menyebut bahwa kesuksesan atlet tidak terlepas dari peran orang tua.
“Peran orang tua sangat besar, Pemerintah mengapresiasi atas dedikasi BPK Penabur yang mendukung kemajuan olahraga, cabang olaharaga catur mendidik murid untuk mandiri, berani, dan lebih fokus. Oleh karenanya saya berterima kasih sudah membuat kejuaraan ini terlebih pada tingkat internasional.,” ujar Dito Ariotedjo.