Lantik M. Nabil Jadi Ketum KONI Jatim, Marciano Norman: Jatim Adalah Tulang Punggung Timnas

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengukuhkan dan melantik Ketum KONI Jawa Timur masa bakti 2025-2029 M. Nabil beserta jajarannya di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa tanggal 10 Februari 2026. Prosesi pelantikan periode kedua Nabil disaksikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

“Atlet-atlet Jawa Timur ini tulang punggung Tim Nasional Indonesia, terbukti pada SEA Games Thailand 2025, atlet-atlet Jawa Timur banyak yang menyumbang medali,” kata Ketum KONI Pusat. 

Merujuk SEA Games Thailand 2025, sebanyak 134 atlet Indonesia berasal dari atlet binaan Jawa Timur yang menyumbangkan total 99 medali, terdiri dari 34 emas, 35 perak dan 30 perunggu. Sekitar 34% total medali emas yang diraih Tim Indonesia dipersembahkan atlet Jawa Timur, bahkan diantaranya, ada atlet Triathlon Martina Ayu Pratiwi yang menjadi atlet dengan medali terbanyak yakni 7 medali (5 emas dan 2 perak).

Jawa Timur juga memiliki atlet kelas dunia seperti Aldila Sutjiadi dan Christoper Rungkat. Segudang atlet legenda juga lahir dari Jawa Timur, seperti Alan Budikusuma peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992, juga Rudy Hartono yang menjuarai All England 8 kali serta juara ekshibisi bulu tangkis pada Olimpiade Munich 1972, kemudian ada juga Eri Irianto atlet sepak bola. 

“Atlet-atlet yang jadi juara pada multievent olahraga internasional, baik SEA Games, Asian Games dan Olimpiade, itu semua berasal dari pembinaan dari daerah, baik KONI Kabupaten/Kota beserta cabang olahraganya, baik KONI Provinsi beserta cabang olahraganya kemudian mereka jadi atlet nasional,” jelas Marciano.  

“Kepada Pak Nabil dan jajarannya, dukungan yang diberikan Ibu Gubernur, Insya Allah dijawab dengan prestasi yang lebih baik dari waktu sebelumnya,” pesan Marciano.

“KONI sendiri tidak mampu mewujudkan harapan masyarakat Jawa Timur, oleh karenanya, butuh sinergitas seluruh pemangku kebijakan,” sambungnya.

“Sinergi ini menjadi penting, tidak ada sukses sendirian,” tegas Gubernur Jawa Timur menekankan pentingnya kerja sama. 

KONI Jawa Timur harus menjadi juara atau runner-up pada multievent olahraga nasional yang akan datang, seperti PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Juli – Agustus dan PON Pantai 2026 di Ancol pada Oktober – November. Selanjutnya PON Indoor dan PON Remaja tahun 2027. 

Berikutnya PON XXII/2028 NTT-NTB yang fokus pada cabang olahraga Olimpiade, DBON, unggulan internasional dan pilihan tuan rumah. 

Merujuk hasil multievent terakhir, Jawa Timur kerap berada di peringkat ketiga. Peringkat ke-3 PON Bela Diri I/2025 Kudus (33 emas, 17 perak, 13 perunggu), peringkat ke-3 PON XXI/2024 Aceh-Sumut (146 emas, 136 perak, 143 perunggu), peringkat ke-3 PON XX/2021 Papua (110 emas, 89 perak, 88 perunggu). 

Sempat berada pada peringkat ke-2 PON XIX/2016 Jawa Barat (132 emas, 138 perak, 134 perunggu). Namun sebelumnya, peringkat ke-3 PON XVIII/2012 Riau (86 emas, 86 perak, 84 perunggu).

Sebelumnya, M. Nabil dalam sambutannya juga tekankan pentingnya sinergitas. “Kami berharap semuanya harus sinergi,” katanya. 

“Ketika negara hadir total seperti SEA Games Thailand 2025 kemarin, Indonesia peringkat kedua,” lanjut Nabil. 

“Pada SEA Games Thailand 2025, Jawa Timur penyumbang medali terbanyak untuk Indonesia. Mudah-mudahan pada SEA Games selanjutnya di Malaysia, kita bisa menjadi penyumbang medali terbanyak kembali,” tegas Nabil. 

“Kita berdiri di sini, bertekad membawa nama Indonesia, untuk Jawa Timur membawa prestasi dunia,” tutup Nabil. 

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *