Tepis Kesan Mewah, PORDASI Berkuda Memanah Dorong Olahraga Inklusif Lewat Kuda Lokal
Olahraga berkuda merupakan bagian dari olahraga prestasi, yang dapat mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional. Namun demikian, sebagian masyarakat masih menilai olahraga berkuda termasuk elite.
Penilaian tersebut ditanggapi oleh induk cabang olahraga berkuda di Indonesia yang kini menjadi empat federasi nasional, diantaranya Pengurus Pusat (PP) PORDASI Pacu, PP. PORDASI Equestrian, PP. PORDASI Polo, PP. PORDASI Berkuda Memanah.
Keempat federasi nasional memberi tanggapan terkait akses olahraga berkuda pada program talkshow Bincang Olahraga di TVRI Sport pada Jumat 27 Februari 2026.
Tahun 2026 khususnya, menjadi tahun penting bagi keempat PORDASI dalam meningkatkan prestasi olahraga berkuda di Indonesia, hal tersebut dibuktikan dengan berbagai agenda sosialisasi dan kompetisi yang telah direncanakan, guna membangun ekosistem olahraga berkuda yang inklusif dan berkesinambungan.
Salah satu cabang olahraga yang telah memiliki agenda strategis pada tahun ini adalah PP. PORDASI Berkuda Memanah yang memadukan olahraga sunah, tradisi, warisan budaya, dipadu dengan pendekatan prestasi.
Berkembang sejak tahun 2017-2018, berkuda memanah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di beberapa daerah, dengan anggota 17 provinsi di Indonesia pasca transformasi.
“Berkuda memanah ini merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup unik, karena menyatukan nilai historis dan pembinaan prestasi dalam satu kesatuan, di Indonesia sendiri perkembangan berkuda memanah cukup signifikan, kita sudah memiliki 17 provinsi sebagai anggota, dan itu mungkin akan bertambah,” ungkap Sekjen Federasi Nasional PP. PORDASI Berkuda Memanah Ir. Luthfi Syaifullah Zubir.
Meskipun secara ideal menggunakan kuda impor, kuda lokal mulai digencarkan, tentunya yang memenuhi standar pertandingan.
“Kami juga sedang mulai memanfaatkan kuda-kuda lokal, yang tentunya masuk dalam persyaratan pertandingan, sehingga pembinaan lebih terjangkau. Selain itu sosialisasi terus kami lakukan baik mulai dari perguruan tinggi, sekolah, hingga pesantren, mengingat di Indonesia ini pesantren cukup banyak, sehingga kami yakin bahwa berkuda memanah ini bisa semakin berkembang,” kata Luthfi.
Sebagai informasi bahwa pada Tahun 2026, PORDASI Berkuda Memanah akan menyelenggarakan Liga Santri Indonesia Seri 1 pada 3-5 April 2026 di Jawa Tengah, Kejurnas III Pordasi Berkuda Memanah pada 12-14 Juni 2026 di DKI Jakarta dan Jawa Barat, Liga Santri Indonesia Seri 2 pada 7-9 Agustus 2026 di Bali, Asian Horseback Archery Championship pada Oktober 2026, serta Liga Santri Indonesia Seri 3 pada 4-6 Desember 2026 di Banten.
Dengan pertumbuhan organisasi, dukungan masyarakat, serta penguatan kerja sama internasional, PORDASI Berkuda Memanah optimis menjadi cabang olahraga yang tidak hanya melestarikan nilai tradisi, namun berkontribusi dalam prestasi olahraga Tanah Air, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.


