Menuju PON XXIII/2032, Banten Perkuat Infrastruktur dan Angkat Kearifan Lokal
Ketua Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) Bakal Calon Tuan Rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., melakukan kunjungan ke Padepokan Silat Assyifa, pada Rabu, 8 April 2032.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi TPP PON XXIII/2032 sekaligus agenda strategis untuk membahas kesiapan Provinsi Banten sebagai salah satu bakal calon tuan rumah PON XXIII/2032.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua TPP didampingi oleh Wakil Ketua TPP PON XXIII/2032 KONI Pusat Brigjen TNI Purn H. Ahmad, S.E., M.M., AIFO., serta Sekretaris TPP PON XXIII/2032 Eman Sumusi.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat bersama jajaran KONI Provinsi Banten, dibahas berbagai hal strategis, mulai dari kesiapan venue pertandingan, peruntukan cabang olahraga, hingga ketersediaan fasilitas pendukung lainnya.

Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi menyeluruh guna memastikan kesiapan Banten, baik dari sisi infrastruktur, perencanaan teknis, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam menyongsong PON XXIII/2032.
Adapun hasil visitasi TPP PON XXIII/2032 dirumuskan dalam laporan yang akan disampaikan sebagai pertimbangan peserta Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 pada Mei mendatang.

Kunjungan tersebut turut diwarnai dengan penampilan seni budaya berupa aksi debus yang dibawakan oleh para anggota Padepokan Assyifa, termasuk partisipasi Ketua KONI Provinsi Banten Kombes Pol Purn Dr. Agus Rasyid. Penampilan tersebut mencerminkan kekayaan tradisi Banten yang sarat nilai keberanian, ketangguhan, dan spiritual.
Melihat penampilan tersebut, Ketua TPP PON XXIII/2032 KONI Pusat menyampaikan apresiasi dan kekagumannya, serta berharap cabang olahraga pencak silat Banten mampu meraih prestasi gemilang.
“Saya kagum melihat silat dan aksi debus yang diperankan oleh para anggota padepokan ini. Saya berharap Banten ke depan mampu melahirkan atlet-atlet silat berprestasi, baik di tingkat multievent nasional maupun internasional. Oleh karena itu, pembinaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan terarah,” ungkap Suwarno.
Tak ketinggalan, Ketua KONI Provinsi Banten juga memperkenalkan senjata tradisional khas daerah, yakni golok, yang tengah diusulkan sebagai warisan budaya Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia melalui UNESCO.
Golok sendiri memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat Banten. Sejak masa Kesultanan Banten, golok tidak hanya berfungsi sebagai alat pertanian dan perlindungan diri, tetapi juga menjadi simbol keberanian, kehormatan, dan identitas masyarakat. Dalam berbagai perjuangan melawan penjajahan, golok kerap digunakan oleh para pejuang sebagai senjata perlawanan, sehingga memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TPP PON XXIII/2032 KONI Pusat juga menerima cenderamata berupa golok khas Banten yang telah berusia sekitar 100 tahun. Pemberian tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus simbol eratnya jalinan silaturahmi antara KONI Pusat dan Provinsi Banten.
Melalui kunjungan ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antara KONI Pusat dan KONI Provinsi Banten semakin kuat, sehingga seluruh aspek persiapan menuju PON XXIII/2032 dapat berjalan optimal, terarah, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.


