Kunjungi Pabrik Sepatu di Ngawi, Marciano Norman Dorong Industri Olahraga Lokal Mendunia

Berkunjung ke salah satu pabrik sepatu merek dunia, yakni PT. Dwi Prima Sentosa (DPS) yang berada di Ngawi, Jawa Timur, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman memberikan apresiasi kepada industri sepatu lokal.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengapresiasi betapa produsen sepatu lokal mampu memproduksi merek dunia, memenuhi persyaratan ketat yang dituntut dengan sangat baik,” kata Ketum KONI Pusat. 

“Ke depan, kita harus punya merek Indonesia, agar kita menjadi raja di negara sendiri,” sambungnya. 

“KONI harus berperan menyukseskan industri olahraga lokal, dengan produk lokal,” lanjutnya.

Pemilik Bisnis H Ruby beserta timnya menerima kunjungan Marciano dan jajarannya.

Ketum KONI Pusat didampingi Waketum III Mayjen TNI Purn Andrie T.U. Soetarno, Waketum VI Josef Adrianus Nae Soi, Sekjen Drs.Tb.Lukman Djajadikusuma, MEMOS, Staf Ahli Hamka Handaru dan Kabid Media dan Humas Tirto Prima Putra. 

Mantan Wagub NTT yang kini menjadi Waketum VI KONI Pusat, Josef Adrianus Nae Soi juga menyampaikan apresiasi DPS, terlebih karena pabrik mempekerjakan penyandang disabilitas. Disampaikan juga ide untuk membangun merek khas Indonesia. 

Selanjutnya, Sekjen KONI Pusat menyampaikan pengalamannya. “Saya beberapa kali menjadi ketua kontingen, setiap membawa atlet ke kejuaraan internasional, kita selalu bingung brand apa yang kita bawa. Sebagai anak bangsa, kita ingin menggunakan produk negara kita,” jelasnya. 

Kabid Media dan Humas KONI Pusat Tirto Prima Putra menambahkan bahwa Indonesia harus membangun merek dengan karakter yang kuat mulai dari desain, kualitas global, hingga strategi pemasaran. Kualitas produksi Indonesia sudah teruji, pekerjaan yang harus menjadi atensi adalah karakter yang menyasar target pasar spesifik.

Putra Rubiono Gatot Suwiryo, Reonold bertekad melakukan evaluasi guna membangun merek Indonesia yang mampu dicintai dunia.

DPS yang dipimpin mengawali industri sepatu pada tahun 2002. Pabrik pertamanya di Mojokerto yang kini telah menjadi warehouse. 

Pabrik kedua berada di Ngawi yang dikunjungi Ketum KONI Pusat dan jajarannya. Merupakan pabrik terbesar yang melakukan perakitan hingga pengecekan hingga siap ekspor. Pabrik seluas 7,6 hektar ini mampu memproduksi 300 ribu sepatu/bulan. 

Pabrik ketiga berada di Caruban Kabupaten Madiun dengan luas 4 hektar, yang khusus produksi bottom sepatu dengan kapasitas 700 ribu/bulan. 

Pabrik keempat yang baru dibuka bulan lalu juga berada di Madiun dengan luas 8,1 hektar. Salah satunya memproduksi sepatu Yonex dengan kapasitas produksi 300 ribu/bulan. 

Perusahan DPS telah meraih sertifikasi ISO 9001 2015 dan juga memiliki sertifikasi yang berkaitan dengan Human, Lingkungan dan Sosial demi memastikan penerapan standar kualitas, keselamatan kerja, serta tanggung jawab sosial perusahaan secara konsisten.

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *