Perkuat Pembinaan Atlet Nasional, Akuatik Indonesia Gelar Kejuaraan Nasional

Pengurus Besar Federasi Akuatik Indonesia (PB. FAI) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Tahun 2026 pada Selasa, 28 April 2026, di Aquatic Stadium Senayan, Jakarta.
Ajang ini menjadi momentum penting dalam pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju berbagai multievent internasional.
Kejurnas Akuatik 2026 diikuti oleh lebih dari 1.000 atlet dari 24 provinsi, yang terdiri dari 600 atlet renang, 200 atlet polo air, 119 atlet renang artistik, dan 84 atlet loncat indah.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal I KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Erdy J. Lumintang turut hadir dalam pembukaan Kejurnas tersebut.
Ketua Umum PB. FAI, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ajang ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan mendukung, sehingga Kejurnas kali ini dapat berjalan lancar. Lebih dari 1.000 atlet terbaik dari 24 provinsi turut serta dalam Kejurnas ini,” ujar Anindya.

Ia menegaskan bahwa Kejurnas tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana evaluasi pembinaan dan penyaringan atlet muda berbakat.
“Kejurnas ini menjadi bagian penting dalam evaluasi menuju Asian Games 2026 dan SEA Games 2027. Venue Akuatik ini merupakan venue yang pernah digunakan oleh perenang internasional, saya harap para peserta dapat termotivasi dan meraih prestasi terbaiknya,” ungkapnya.
Sebagai negara maritim terbesar keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam cabang olahraga akuatik. Oleh karena itu, diharapkan Akuatik Indonesia mampu bersaing dan unggul di tingkat Asia Tenggara, Asia, hingga dunia.

Lebih jauh, cabang olahraga Akuatik yang juga merupakan bagian dari Olimpiade diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta mewujudkan Indonesia Emas 2045.
PB. FAI juga tengah mempersiapkan para atlet untuk menghadapi berbagai ajang besar, seperti Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, SEA Games 2027 di Malaysia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
Sejumlah atlet potensial Indonesia seperti Masniari Wolf dan Jason Donovan Yusuf turut menjadi harapan dalam meningkatkan prestasi akuatik nasional. Sebelumnya, cabang akuatik Indonesia juga berhasil meraih 11 medali pada SEA Games 2025 Thailand dan berkontribusi membawa Indonesia menempati posisi kedua klasemen akhir.
“Melalui Kejurnas ini, saya berharap para atlet mampu menampilkan yang terbaik. Kami menjadikan Kejurnas ini sebagai momentum penting untuk memperkuat program pembinaan, meningkatkan prestasi, dan membawa akuatik Indonesia berprestasi di kancah internasional. Tujuan akhir kita adalah Olimpiade,” tutup Anindya.

KONI Pusat mendukung pembinaan olahraga akuatik karena merupakan cabang olahraga strategis yang nomor pertandingannya banyak. Indonesia dapat menjadi unggulan pada multievent internasional apabila atlet-atlet akuatik Indonesia mampu berprestasi. Di samping, Indonesia merupakan negara maritim yang identik dengan perairan.


