Marciano Norman Lantik Pengurus KONI Papua Barat Daya, Dorong Pembinaan Cabor Unggulan

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengukuhkan dan melantik Ketum KONI Papua Barat Daya masa bakti 2026-2030 Elisa Kambu dan jajarannya di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong pada 29 Juli 2026.
Sebelumnya, Gubernur Elisa Kambu ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketum KONI Papua Barat Daya masa bakti 2026-2030 pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar pada siang hari.
“Saya yakin dengan dilantiknya Ketum KONI yang juga gubernur Papua Barat Daya, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB prestasi lebih baik dari sebelumnya,” tegas Marciano.

Atas keikutsertaan Papua Barat Daya pada PON pertamanya, KONI Pusat memberikan apresiasi. Papua Barat Daya peringkat 32 nasional dari total 38 peserta. Total 2 medali emas (Cabang Olahraga Kempo dan Bermotor) dan 4 medali perunggu (Hapkido, Judo, Pencak Silat, dan Kickboxing).
Pada PON Bela Diri Kudus 2025, Papua Barat Daya menempati peringkat ke 31 nasional dengan raihan 3 medali perunggu (Cabang Olahraga Kempo).
Merujuk fakta capaian prestasi yang telah diraih, Ketum KONI Pusat arahkan untuk fokus cabang olahraga yang telah memberikan bukti prestasi.
“Bina optimal cabang olahraga unggulan yang ada di daerah ini. Prioritas cabang olahraga unggulan dari perolehan medali pada PON sebelumnya,” pesan Marciano.
Diingatkan juga agar Papua Barat Daya mempersiapkan diri pada PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026, PON Pantai DKI Jakarta 2026, PON Indoor 2027, PON Remaja 2027 dan PON XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di samping itu, Ketum KONI Pusat menekankan agar KONI Papua Barat Daya mendorong penyelenggaraan Kejuaraan. Keindahan alam yang ada harus dimanfaatkan untuk menjadi salah satu pusat pengembangan Sport Tourism.
Konsep Sport Tourism memadukan olahraga prestasi, olahraga masyarakat, dan potensi pariwisata daerah yang dinilai mampu menarik minat atlet nasional maupun internasional.
Tak kalah penting, Ketum KONI Pusat berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam pembinaan atlet dan juga riset. “Papua Barat Daya tidak hanya tepat pembinaan olahraga prestasi tapi juga destinasi sport tourism,” tegasnya.

Pesan Ketum KONI Pusat disambut baik Gubernur. “Niat dan mimpi kita bersama untuk memajukan prestasi olahraga Indonesia dari Papua Barat Daya,” tegasnya.
“Cabang olahraga kita harapkan berada di garda terdepan dalam rangka pembinaan dan peningkatan olahraga di Papua Barat Daya,” lanjutnya.

“Dua hal yang akan kita lakukan, adalah Raker yang membahas program kerja kita di masa kepengurusan ini dan kedua adalah konsolidasi untuk penyelesaian pengurus KONI tingkat kabupaten/kota,” tutupnya.

Di akhir, Ketum KONI Pusat menyerahkan buku Pecah Rekor PON XXI dan juga buku Sport Intelligence kepada Elisa Kambu. Kepada pemerintah provinsi dan KONI Papua Barat Daya, disampaikan harapan agar turut berkontribusi membina atlet dengan melibatkan pendekatan Sport Intelligence agar mencetak atlet-atlet berprestasi, termasuk melahirkan pemecah rekor PON, nasional, dan internasional.


