Persiapan Multievent Nasional, KONI Pusat Dukung Kalimantan Barat Tingkatkan Kualitas Porprov XIV
Wakil Ketua Umum (Waketum) I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc, menerima kunjungan Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Barat Daud Yordan beserta Jajaran, pada Kamis 30 Juli 2026, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta.
Audiensi tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk koordinasi untuk memperoleh arahan KONI Pusat dalam rangka persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Daud Yordan menjelaskan bahwa terdapat penurunan cabang olahraga dalam Porprov Kalimantan Barat kali ini.
Didampingi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat Brigjen TNI Purn Ahmad Saefudin, Suwarno menegaskan bahwa Provinsi Kalimantan Barat harus menjadikan Porprov sebagai momentum peningkatan prestasi olahraga daerah, yang dalam beberapa Pekan Olahraga Nasional (PON) menunjukkan penurunan.
“Provinsi Kalimantan Barat dari PON ke PON terus mengalami penurunan, ini menjadi tugas KONI Provinsi Kalimantan Barat untuk mengembalikan prestasi olahraga daerah, khususnya pada PON. Penyusutan jumlah cabang olahraga di Porprov bukan menjadi persoalan, selama cabang yang dipertandingkan benar-benar merupakan cabang olahraga unggulan dan layak dipertandingkan,” tegas Suwarno.

Ia menambahkan bahwa Porprov merupakan tahapan penting dalam proses pembinaan menuju PON XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Pada umumnya Porprov merupakan langkah awal menuju PON. Juara-juara Porprov dapat dipetakan untuk mengikuti babak kualifikasi PON. Mengingat PON mendatang hanya mempertandingkan cabang olahraga Olimpiade, KONI Provinsi Kalimantan Barat harus mulai mempersiapkan semuanya denganPant baik mulai dari Porprov ini,” sambungnya.
Berdasarkan data, prestasi olahraga Provinsi Kalimantan Barat terus mengalami penurunan dalam empat penyelenggaraan PON terakhir. Pada PON XVIII/2012 Riau, Kalimantan Barat berada di peringkat ke-16 dengan raihan 6 emas, 6 perak, dan 13 perunggu. Pada PON XIX/2016 Jawa Barat turun ke peringkat ke-22 dengan 6 emas, 8 perak, dan 16 perunggu. Selanjutnya pada PON XX/2021 Papua berada di peringkat ke-25 dengan 3 emas, 5 perak, dan 6 perunggu, sementara pada PON XXI/2024 Aceh–Sumatera Utara menempati peringkat ke-26 dengan perolehan 4 emas, 7 perak, dan 19 perunggu.
Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Provinsi Kalimantan Barat Raden Hidayatullah Kusumadilaga, menjelaskan bahwa kunjungan kali ini juga bertujuan melaporkan sejumlah agenda strategis sekaligus meminta arahan KONI Pusat.
“Kedatangan kami ingin meminta arahan KONI Pusat terkait beberapa hal, mulai dari kepastian penyelenggaraan multievent seperti PON Bela Diri Sulawesi Utara 2026 dan PON Pantai DKI Jakarta 2026, melaporkan persiapan Porprov Kalimantan Barat ditengah efisiensi anggaran daerah, hingga mencari solusi atas berbagai hambatan yang kami hadapi,” ungkap Raden.
Ia mengungkapkan bahwa pembinaan atlet tetap berjalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Selama dua bulan terakhir kami tetap menjalankan pembinaan di tengah efisiensi anggaran dengan menggandeng pihak swasta. Kami termotivasi oleh KONI Pusat yang mampu menyelenggarakan multievent tanpa bergantung pada anggaran pemerintah,” sambungnya.
Keterbatasan anggaran juga dirasakan sejumlah Kabupaten di Kalimantan Barat, seperti Ketapang dan Sintang, yang berdampak terhadap pelakasanaan pembinaan olahraga di daerah. Akibat kondisi tersebut, jumlah cabang olahraga yang semula direncanakan dipertandingkan pada Porprov mengalami penyesuaian dari 58 menjadi 38 cabang olahraga.
“Kami menyesuaikan kondisi yang ada, dari rencana awal 58 cabang olahraga, kini menjadi 38 cabang olahraga. Namun kami tetap mendorong setiap Kabupaten dan Kota untuk membina minimal dua cabang olahraga unggulan sebagai langkah awal menuju PON,” jelas Raden.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Saefudin menekankan pentingnya pemetaan potensi atlet dan cabang olahraga sejak Porprov.
“Saya berharap 38 cabang olahraga yang dipertandingkan dapat menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang sekaligus langkah awal menuju PON. Selain itu, KONI Provinsi Kalimantan Barat juga harus mulai menata standar penyelenggaraan dan venue pertandingan, karena hasil Porprov inilah yang nantinya menjadi dasar menghadapi babak kualifikasi PON,” katanya.

Ketum KONI Provinsi Kalimantan Barat, Daud Yordan menyampaikan apresiasi atas dukungan dan arahan yang diberikan oleh KONI Pusat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Waketum I KONI Pusat yang telah menerima kunjungan kami. Arahan dan informasi yang kami peroleh akan segera kami tindak lanjuti dan implementasikan hingga ke daerah. Kami berharap langkah ini menjadi solusi bersama untuk memajukan olahraga di Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Daud Yordan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara KONI Pusat dan KONI Provinsi Kalimantan Barat untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga secara berkelanjutan. Dengan sinergi, pemetaan yang terarah, serta optimalisasi potensi cabang olahraga unggulan, Porprov Kalimantan Barat diharapkan menjadi titik awal kebangkitan prestasi daerah dan melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing pada single maupun multievent nasional ataupun internasional.


