Apresiasi PB. TI, Ketum KONI Pusat Yakin Indonesia Semakin Teruji Gelar Kejuaraan Taekwondo Internasional

Bertempat di Tennis Indoor Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mendukung para Patriot Olahraga Indonesia dari cabang olahraga Taekwondo agar berkembang menjadi atlet berprestasi dunia.

Salah satu yang dibutuhkan untuk menjadi atlet berprestasi dunia adalah jam terbang berlaga melawan atlet dari berbagai negara. Hal tersebut dimanfaatkan pada Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships, yang juga sebagai ajang, pengumpulan poin peringkat dunia menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan atlet Indonesia menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.

Kejuaraan yang digelar sejak 1 Agustus ini menjadi salah satu kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81. Timnas Taekwondo Indonesia bersaing dengan 36 negara partisipan lainnya.

Atas terselenggaranya kejuaraan Taekwondo tingkat asia tersebut di Tanah Air, yang mana memberikan pengalaman berharga bagi atlet Indonesia, Ketum KONI Pusat sampaikan apresiasi.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya memberikan apresiasi kepada PB. TI yang telah berhasil mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships. Hal ini menjadi bukti bahwa PB. TI telah bekerja keras dalam mendorong kemajuan prestasi Taekwondo Indonesia,” ujar Marciano.

Menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, merupakan langkah strategis karena menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kualitas tinggi dalam penyelenggaraan dan pelayanan.

Menurutnya, kejuaraan internasional merupakan puncak sekaligus momentum evaluasi dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat akar rumput.

“Kejuaraan internasional menjadi puncak dan ajang evaluasi dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang. Terlebih, Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade sehingga kontribusi prestasinya sangat dibutuhkan untuk mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” lanjutnya.

Pasca penyelenggaraan kejuaraan ini, PB. TI diharapkan semakin mematangkan program pembinaan atlet sebagai persiapan menghadapi berbagai agenda penting, di antaranya Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, PON Remaja, PON XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

Diharapkan, berbagai kejuaraan dapat melahirkan atlet-atlet Taekwondo Indonesia yang mampu bersaing di level dunia serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan prestasi olahraga nasional.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *