Perkuat Sinergi, KONI Pusat dan Pemprov NTB Matangkan Persiapan PON XXII/2028

Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menerima kunjungan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Sc., pada Rabu 5 Agustus 2026, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara KONI Pusat dan Pemerintah Provinsi NTB sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 bersama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertemuan kali ini membahas sejumlah aspek strategis, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, dukungan pemerintah daerah, pembinaan atlet, tata kelola penyelenggaraan, hingga langkah persiapan awal yang harus segera dilakukan, demi memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Ketum KONI Pusat menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan PON tidak hanya ditentukan oleh kesiapan venue pertandingan, melainkan oleh kolaborasi dan sinergi yang dibangun antara pemerintah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
“Penyelenggaraan PON merupakan puncak pembinaan olahraga yang telah dilakukan selama ini. Untuk itu persiapan harus dilakukan secara matang melalui koordinasi yang erat antara KONI Pusat, KONI Daerah, Pemerintah daerah, dan pihak lainnya. Saya optimis dengan komitmen yang kuat, penyelenggaraan PON dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi daerah penyelenggara,” tegas Marciano Norman.

Sementara itu, Gubernur NTB menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Kunjungan ke KONI Pusat dilakukan untuk memperoleh arahan terkait dengan persiapan penyelenggaraan PON.
“Kedatangan kami ke KONI Pusat ini untuk meminta arahan terkait persiapan menuju PON, Surat Keputusan (SK) PON sudah kami terima dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), sehingga langkah selanjutnya adalah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan, seperti sarana dan prasarana serta kebutuhan lainnya,” ungkap Lalu Muhamad Iqbal.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Umum KONI Pusat didampingi Wakil Ketua Umum (Waketum) I KONI Pusat Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Sc., Wakil Ketua Umum (Waketum) VI KONI Pusat Josef A. Nae Soi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, MEMOS., serta Wakil Ketua Bidang (Wakabid) VI Pembinaan Prestasi Kolonel Kes Purn Drs. Irfan Bachtiar.
Pada kesempatan tersebut, Waketum I KONI Pusat menekankan sejumlah langkah yang harus diprioritaskan oleh Provinsi NTB sebagai salah satu tuan rumah PON XXII/2028.
“Sebagai salah satu tuan rumah PON XXII/2028, Provinsi NTB harus mulai melakukan sejumlah persiapan, seperti pembangunan dan penataan sarana prasarana, pembentukan Panitia Besar PON, Penetapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya,” ujar Suwarno.
Di sisi lain, penetapan logo dan tagline harus dikoordinasikan dengan seluruh daerah penyelenggara agar memiliki identitas yang sama.
Sekretaris Jenderal KONI Pusat menambahkan bahwa dukungan sponsor menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan PON, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
“Penyelenggaraan PON harus dikemas dengan baik, mulai dari pra pon, pelaksanaan, hingga pasca PON. Hal ini berkaitan dengan ketertarikan sponsor untuk mendukung penyelenggaraan. Selain itu, berbagai kegiatan menjelang PON juga perlu dipersiapkan agar masyarakat dapat ikut serta merasakan gaung PON,” Jelas Sekjen KONI Pusat.
Ia juga mengingatkan pentingnya strategi komunikasi publik, Pemerintah Provinsi NTB sudah harus melakukan optimalisasi media sosial untuk membangun antusiasme masyarakat menuju PON XXII/2028. Begitupun dengan penetapan logo, maskot, dan tagline, Sekjen KONI Pusat berharap Provinsi NTB dapat melakukan koordinasi dengan KONI Pusat agar identitas dan penyebaran informai dapat selaras.
Sementara itu, Waketum VI KONI Pusat menilai bahwa keikutsertaan cabang olahraga dalam PON harus memiliki legalitas yang pasti.
“Saya menyarankan, dan mungkin ini perlu ditegaskan, bahwa cabang olahraga yang dipertandingkan harus merupakan cabang olahraga resmi anggota KONI. Jangan sampai ada cabang olahraga yang belum memiliki legalitas dalam hal ini belum menjadi anggota KONI ikut serta, semua harus sesuai ketentuan agar penyelenggaraan berjalan tertib,” ujar Josef.
Melalui pertemuan ini KONI Pusat berharap semangat dan komiten Provinsi tuan rumah PON XXII/2028 dapat menghasilkan penyelenggaraan yang berkualitas, profesional, dan memberikan kesan serta dampak positif di daerah. Selain itu diharapkan PON XXII/2028 NTT-NTB dapat sukses dalam hal prestasi, administrasi, ekonomi, serta membangun semangat olahraga nasional.



