Kejurnas Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026 Jadi Ajang Regenerasi dan Pemetaan Atlet Potensial
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menilai penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026 merupakan momentum penting untuk memperkuat pembinaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Bidang (Wakabid) III Media & Humas KONI Pusat sekaligus mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP.Pertina) Martinez Dos Santos, serta Pelatih Tinju Amatir Asal Provinsi Riau Darman Hutahuruk, dalam acara Dialog Interaktif bersama RRI, pada Jumat 23 Oktober 2026.
Dialog interaktif kali ini membahas tentang peluang dan tantangan pembinaan Tinju Amatir Indonesia, mulai dari pemetaan potensi atlet di daerah hingga pentingnya regenerasi atlet Tinju Amatir Indonesia.
Martinez Dos Santos menekankan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk mengatasi tantangan pembinaan Tinju Amatir di daerah, khususnya dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana.
“Perkembangan Tinju Amatir di Indonesia menunjukkan potensi yang besar, keberadaan Pertina di 38 Provinsi menunjukkan bahwa pembinaan telah berkembang di berbagai Kabupaten/Kota, dan menjadi kunci penting dalam memperkuat sistem pembinaan atlet berkelanjutan,” ungkap Martinez.
Ia mendorong Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah daerah agar pembinaan atlet dapat didukung dengan lebih maksimal.
Terkait dengan Kejurnas Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026, Martinez menilai sebagai salah satu langkah strategis untuk mengukur kemampuan atlet, serta menjaring bibit atlet potensial Tinju Amatir Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
“Kejuaraan Nasional memiliki peran penting dalam mengukur perkembangan kemampuan atlet, sehingga dapat dievaluasi menuju prestasi yang lebih tinggi. Di sisi lain Kejurnas juga menjadi langkah strategis dalam menjaring bibit atlet Tinju Amatir Indonesia. Harapan kita semua melalui Kejurnas kali ini akan lahir atlet-atlet Tinju Amatir yang mampu menorehkan prestasi di kancah internasional,” pungkas Martinez.
Tak kalah penting, Martinez menegaskan bahwa aspek keamanan harus menjadi prioritas utama bagi PP.Pertina.

Sementara itu, Pelatih Tinju Amatir Indonesia Darman Hutahuruk menyampaikan bahwa perkembangan Tinju Amatir Indonesia semakin pesat hingga saat ini.
“Tinju Amatir di Indonesia kini semakin diminati oleh masyarakat, kondisi tersebut membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan Tinju Amatir, sekaligus menjaring bibir atlet potensial baru khususnya di daerah,” ucap Darman.
Darman juga menjelaskan bahwa Provinsi Riau menurunkan 11 petinju dalam Kejurnas Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026.
“Untuk Kejurnas kali ini, Provinsi Riau menurunkan 11 petinju, dari 11 itu 10 petinju berhasil lolos ke semifinal, dan lima dari 10 sedang berjuang dalam pertandingan menuju final,” lanjutnya.
Ia juga menilai penyelenggaraan kejuaraan Tinju Amatir di pusat perbelanjaan menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan Tinju Amatir kepada masyarakat secara lebih luas.
Kolaborasi dan sinergi oleh seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia dalam hal ini menjadi kunci penting dalam membangun kemajuan Tinju Amatir Indonesia. Di sisi lain penyelenggaraan pertandingan di ruang publik dinilai menjadi sarana sosialisasi yang efektif sekaligus membuka peluang dalam menjaring bibit atlet, serta memperoleh dukungan untuk perkembangan Tinju Amatir dibawah naungan PP.Pertina.
Penyelenggaraan kompetisi dan peningkatan pola pembinaan di daerah diharapkan mampu melahirkan banyak petinju potensial Indonesia yang mampu menorehkan prestasi cukup membanggakan di Olimpiade seperti Ferry Moniaga (masuk perempat final di Olimpiade Munchen 1972), Albert Papilaya (masuk perempat final di Olimpiade Barcelona 1992), dan La Paene Masara (masuk perempat final di Olimpiade Atlanta 1996).
Bahkan, petinju amatir yang sukses di jalur profesional sebagai juara dunia seperti Ellyas Pical, Nico Thomas, Mohamad Rachman, Chris John, dan Daud Yordan.


