KONI Pusat Gelar Webinar Kelima, Bahas “Peran Teknologi dalam Meningkatkan Prestasi Atlet”
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat melalui Bidang Sport Science dan IPTEK Olahraga kembali menyelenggarakan webinar kelima bertema “Teknologi Keolahragaan dan Revolusi Teknologi dalam Olahraga” secara virtual, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini diikuti 236 peserta dari KONI provinsi, KONI kabupaten/kota, induk organisasi cabang olahraga, akademisi, serta insan olahraga dari berbagai daerah di Indonesia.

Webinar ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pemangku kepentingan olahraga mengenai pentingnya penerapan sport science dan teknologi dalam mendukung pembinaan serta peningkatan performa atlet.
Webinar menghadirkan Wakil IV Bidang Sport Science dan IPTEK Olahraga KONI Pusat, Dr. Agus Gumelar, M.Pd., sebagai narasumber, serta dimoderatori Wakil V Bidang Sport Sciencedan IPTEK Olahraga KONI Pusat, Dr. Helmy Firmansyah, M.Pd., Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Si.,, serta Ketua Bidang Sport Science dan IPTEK Olahraga KONI Pusat, Dr. Lilik Sudarwati, beserta jajaran turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, S.IP., M.Si.,, menegaskan bahwa penerapan sport science perlu didukung pemahaman dan implementasi nyata di lapangan. Berbagai bidang, seperti nutrisi, kesehatan, psikologi olahraga, biomekanika, fisiologi, serta strength and conditioning, perlu diintegrasikan dalam pembinaan olahraga prestasi.

“Oleh sebab itu, mari kita sama-sama belajar, memahami, dan menerapkan sport science dalam pembinaan olahraga prestasi. Teknologi seharusnya mempermudah kita dalam mencapai prestasi atlet yang maksimal,”ujarnya.
Menurut Suwarno, teknologi keolahragaan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian prestasi, mulai dari identifikasi talenta, pembinaan atlet, hingga pelaksanaan kompetisi. Namun, pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia agar dapat diterapkan secara optimal.
“Saya kira bagi KONI Pusat selalu akan mendorong bagaimana KONI-KONI Daerah untuk bisa bekerja sama dengan para fakultas yang ada di daerahnya masing-masing dalam kaitannya dengan mendorong pembinaan atlet dengan menggunakan sport science yang ada di kampus-kampus,”tutupnya.

Dalam pemaparannya, Wakil IV Bidang Sport Science dan IPTEK Olahraga KONI Pusat Dr. Agus Gumelar, M.Pd., yang juga merupakan dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjelaskan bahwa teknologi semakin penting dalam olahraga, baik untuk mendukung proses latihan, pelaksanaan pertandingan, maupun pengujian kondisi fisik atlet.
Ia menekankan bahwa data menjadi dasar penting untuk mengevaluasi perkembangan performa atlet secara objektif. “Tanpa pengukuran yang memadai, pelatih akan kesulitan mengetahui efektivitas program latihan, tingkat kelelahan dan pemulihan atlet, serta perkembangan kemampuan fisik dan Teknik,”ujarnya.
Menurut Agus, pemanfaatan teknologi memungkinkan pelatih menganalisis kecepatan, kekuatan, daya tahan, koordinasi gerak, dan efisiensi teknik atlet.
“Analisis tersebut juga membantu mengidentifikasi potensi risiko cedera serta menentukan langkah pemulihan yang sesuai,”lanjutnya.
Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya bergantung pada pengamatan, tetapi juga didukung data yang terukur dan evaluasi secara berkala. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pelatih untuk menyesuaikan program latihan sesuai kebutuhan dan kondisi atlet.

Dalam sesi diskusi, Ketua Sport Science dan IPTEK Olahraga KONI Papua Daniel Womsiwor menyampaikan pentingnya penguatan kolaborasi antara KONI Pusat, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta fakultas olahraga berdasarkan wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur.
“Penerapan teknologi olahraga berbasis wilayah dengan memanfaatkan, menguatkan fakultas olahraga yang ada di wilayah-wilayah itu,”tegasya.
“Sebagai saran konkret saya kepada bidang Sports Science dan IPTEK KONI Pusat, agar ke depan KONI Pusat melalui bidang Sports Science perlu memiliki semacam Sport Teknologi atau toko olahraga teknologi supaya KONI Daerah itu bisa memprogramkan,”lanjutnya.

Sementara itu, Jumaris dari KONI Kabupaten Kampar menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Riau, antara lain Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Pahlawan di Kabupaten Kampar, serta perguruan tinggi lain yang disebutkan dalam pemaparannya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengembangkan penerapan sport science.
“Kami sudah membawa akademisi yang ada di kampus untuk bergabung di KONI untuk mempercepat pergerakan olahraga yang ada di daerah,”ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga melibatkan profesor dan dokter dari perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan sport science dalam pembinaan olahraga di Kabupaten Kampar.

Pada Kesempatan yang sama, Andi Akbar dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyarankan baiknya KONI Pusat bisa mengusulkan ke Pemerintah Pusat dalam hal ini ke Menpora adanya website khusus pelaporan setiap event-event Porprov yang diselenggarakan di Indonesia.
Video


