Jawa Timur Raih Juara Umum Kejurnas Berkuda Equestrian 2026

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN. Pordasi) Equestrian 2026 secara resmi berakhir dan ditutup, pada 25 Oktober 2026, di Yonkavkud 1/Sembrani Parongpong Bandung, Jawa Barat.
Penyelenggaraan Kejurnas kali ini menjadi bagian penting dalam pembinaan olahraga Berkuda Equestrian nasional. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi wadah evaluasi pembinaan daerah, sekaligus Babak Kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berlangsung pada 23 hingga 25 Oktober 2026, Kejurnas Equestrian 2026 diikuti oleh 34 atlet yang berasal dari 7 Provinsi, yakni Bali, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Sumatera Utara. Antusiasme para peserta mencerminkan semangat pembinaan dan kompetisi yang terus berkembang dalam olahraga Berkuda Equestrian Indonesia.
KONI Pusat Dorong Pembinaan Jangka Panjang dan Atlet Usia Dini
Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) VI KONI Pusat Josef A. Nae Soi turut hadir sekaligus menutup Kejurnas Equestrian 2026.

Dalam sambutannya, Josef mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Kejurnas Equestrian kali ini, dan menegaskan pentingnya pembinaan atlet usia dini.
“Mewakili Ketua Umum KONI Pusat, saya mengucapkan selamat kepada FN. Pordasi Equestrian Indonesia dibawah kepemimpinan Ibu Dewi Larasati, atas terselenggaranya Kejurnas Equestrian 2026, semoga Kejurnas ini memberikan semangat dalam pembinaan atlet Equestrian Indonesia, agar dapat melahirkan atlet-atlet Equestrian yang berprestasi di kancah internasional,” ungkap Josef.
“Keberhasilan olahraga prestasi tidak dapat dibangun secara instan, melainkan butuh proses pembinaan yang konsisten, dan berkelanjutan. Oleh karenanya pembinaan harus di bangun mulai dari akar rumput, dalam hal ini pembinaan atlet usia dini harus menjadi prioritas, agar Indonesia memiliki regenerasi atlet yang kelak akan mewakili daerah pada PON XXII/2028 NTT-NTB, dan berbagai kompetisi lainnya,” sambungnya.

Berdasarkan hal tersebut, Kejurnas ini menjadi bagian penting dari sistem pembninaan prestasi jangka panjang. Pengalaman bertanding, kualitas penyelenggaraan kompetisi, dan sinergi yang dibangun antara atlet, pelatih, jajaran pengurus FN. Pordasi Equestrian, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga, menjadi unsur penting untuk membangun Equestrian Indonesia yang lebih maju.
Atlet Adalah Bagian Penting Dari Masa Depan Equestrian Indonesia

Ketum FN. Pordasi Equestrian Pusat Dewi Larasati menegaskan bahwa setiap atlet memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan melalui pengalaman bertanding dan evaluasi.
“Kejurnas bukan semata-mata tentang siapa yang berdiri di podium, melainkan juga tentang proses belajar, dan semangat untuk terus berkembang. Kepada seluruh atlet saya berpesan untuk terus semangat, kalian adalah juara, kalah menang adaLah proses pembinaan dan setiap atlet memiliki kesempatan untuk terus berkembang, yang terpenting adalah terus jaga kekompakan, dan buktikan di PON XXII/2028 bahwa atlet daerah mampu bersaing di level nasional bahkan internasional, tentunya kami semua bangga dengan prestasi kalian,” tegas Dewi Larasati.
Kualitas pembinaan di daerah menjadi kunci penting dalam kemajuan olahraga Berkuda Equestrian nasional. Dukungan organisasi cabang olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga, sangat berperan dalam mendukung ekosistem olahraga Berkuda sekaligus menciptakan atlet berprestasi, dan berkarakter.
Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Dewi Larasati kepada seluruh peserta yang turut mensukseskan penyelenggaraan Kejurnas Equestrian 2026.
“Terima kasih kepada Ketua Pordasi Equestrian Provinsi Bali, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Sumatera Utara, yang telah mendukung dan memberikan pembinaan terbaik kepada para atlet, tanpa hal tersebut mustahil Kejurnas ini dapat berjalan dengan kualitas yang luar biasa,” pungkas Dewi Larasati.

Kolaborasi yang dibangun antara penyelenggara, Pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga menjadi elemen penting dalam mendukung penyelenggaraan Kejurnas Equestrian 2026 yang profesional.
“Terima kasih kepada Mayjen TNI Purn Agape Zacharia R.D., Danpussenkav, Dandim 0609/Cimahi, Danyon, dan seluruh pihak yang telah mendukung penuh sehingga Kejurnas kali ini dapat berjalan lancar, aman, dan membanggakan,” ujar Dewi Larasati.
Membangun Masa Depan Equestrian Nasional

Kejurnas Equestrian 2026 menjadi awal dari tahapan berikutnya dalam perjalanan menuju PON XXII/2028 NTT-NTB. Hasil dan pengalaman yang telah diraih dalam Kejurnas kali ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi setiap daerah untuk memperkuat program pembinaan, dan meningkatkan prestasi atlet.
Bagi FN. Pordasi Equestrian Pusat, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari prestasi pada satu kejuaraan, melainkan juga dari kemampuan dalam menciptakan regenerasi atlet, memperluas kesempatan berkompetisi, dan meningkatkan kualitas olahraga Berkuda Equestrian secara berkesinambungan.
Semangat sportivitas, persaudaraan antar daerah, dan tekad untuk terus meningkatkan prestasi, diharapkan dapat terjaga dan semakin kuat. Masa depan Equestrian Indonesia harus dibangun melalui kolaborasi, konsistensi pembinaan, serta komitmen bersama untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dan mendorong kemajuan olahraga Equestrian Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Hasil Kejurnas Equestrian 2026, Jawa Timur Juara Umum
Show Jumping 100cm Team:
- Juara I
- Ryan Aditya Adrian, Jawa Timur, Kuda Latinina
- Ahmad Faris Hauda, Jawa Timur, Kuda Ranai
- Ubay Faris Alkatiri, Jawa Timur, Kuda Sembung
- Juara II
- Wandi Saputra, Bali, Kuda Contharik
- Letda Kav Benhard Michael W Marpaung, Bali, Kuda Sydney
- Letda Kav Juninho Alghifari Wirayudha, Bali, Kuda HB Carlo
Show Jumping 80cm Team:
- Juara I
- Ahmad Faris Hauda, Jawa Timur, Kuda Ranai
- Ubay Faris Alkatiri, Jawa Timur, Kuda Sembung
- Ryan Aditya Adrian, Jawa Timur, Kuda Latinina
- Juara II
- Galih Bagus Ramadhan, Sulawesi Tengah, Kuda Boy
- Nauren Asheeqa, Sulawesi Tengah, Kuda King
- Chalisa Newton Raharjo, Sulawesi Tengah, Kuda Mr Zee
- Juara III
- Alkholifu Dzaakir Parwanto, Jawa Tengah, Kuda Caramel Isykarima
- Azka Manggala Prasetyo, Jawa Tengah, Kuda Dancing Light
- Banyu Elfaruq Putra Hidayat, Jawa Tengah, Kuda Arjal
Show Jumping 90cm Individual:
- Juara I; Ubay Faris Alkatiri, Jawa Timur, Kuda Sembung
- Juara II; Raihan Sutan Fawwazi, Sumatera Utara, Kuda Mawar
- Juara III; Alkholifu Dzaakir Parwanto, Jawa Tengah, Kuda Caramel Isykarima
Show Jumping 110cm Individual:
- Juara I; Wandi Saputra, Bali, Kuda Contharik
- Juara II; Ubay Faris Alkatiri, Jawa Timur, Kuda Sembung
- Juara III; Ahmad Faris Hauda, Jawa Timur, Kuda Ranai


