KONI Pusat Berduka atas Meninggalnya Syabila Rizkia Putri, Tekankan Pentingnya Keselamatan, Rest & Recovery
Olahraga Indonesia dirundung duka dengan meninggalnya salah satu atlet selam ketika berlaga membela Kabupaten Jepara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah Tahun 2026. Atlet putri bernama Syabilla Rizkia Putri Raharja meninggal ketika tampil pada nomor selam laut di pesisir Awann Costa, Semarang Barat pada Minggu 25 Oktober 2026.
Atlet berusia 22 tahun itu memulai pertandingan pada pukul 9.00 WIB. Sekitar 20 menit berikutnya atau telah menempuh jarak 3km , Syabila ditolong oleh BNPB dan diangkat ke darat dengan kondisi tidak sadarkan diri. Pertolongan pertama dengan sigap diberikan oleh tim medis Semarang dan Jepara.
Syabila langsung dilarikan ke IGD Keluarga Sehat Hospital (KSH). Pukul 10.00 WIB, Syabila dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara, Syabila kelelahan.
Sehari sebelumnya, Syabila meraih 2 medali emas dari nomor selam kolam di kolam renang Jatidiri Semarang.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Syabila Rizkia Putri. Semoga di terima di sisi terbaik Allah SWT, perjuanganmu membela daerah melalui olahraga prestasi merupakan hal yang mulia. Saya juga berharap, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan,” jelas Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.
“Saya mendukung KONI Jawa Tengah yang tengah melakukan pendalaman atas kasus ini. Evaluasi komprehensif dengan cabang olahraga Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) sangat perlu dilakukan agar kasus seperti ini tidak terulang. Koordinasi dengan pihak terkait keselamatan dan keamanan atlet juga perlu ditingkatkan,” sambungnya.
“Atlet adalah Patriot di bidang olahraga, mereka membela negara kita dalam bidang olahraga. Melalui prestasinya, bendera Merah Putih dapat berkibar dengan berkumandangnya lagu Indonesia Raya. Tugas kita adalah menjaga dan melindungi atlet dengan baik, salah satunya adalah pengaturan jadwal istirahat dan pemulihan (rest & recovery),” tegasnya.
“Pelatih dan pengurus menjadi garda terdepan yang dapat mencegah atlet dari hal yang tidak diinginkan. Begitu juga wasit/juri dan juga penyelenggara yang dapat membuat keputusan atas dasar keselamatan atlet,” sambungnya.
Marciano ingin atlet olahraga prestasi di Indonesia dapat fokus mengejar prestasi dengan perlindungan berbagai pihak.


