Sport Diplomacy Indonesia–Hungaria Dorong Kemajuan Prestasi Berkuda Memanah Tanah Air

International Horseback Archery Alliance (IHAA) Intensive Bootcamp yang diselenggarakan Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah Indonesia (IHAF) memasuki hari keempat, pada Rabu 4 November 2026, di Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre, Tangerang, Banten.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 1 sampai 7 November 2026 diikuti 21 peserta dari 15 provinsi di Indonesia. Program tersebut merupakan wujud komitmen FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pembinaan, serta mendorong prestasi olahraga berkuda memanah di Tanah Air.

Pada hari ini, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman hadir meninjau program IHAA Intensive Bootcamp, didampingi Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri KONI Pusat Mayjen TNI Purn Victor Simatupang, perwakilan KONI Provinsi Banten.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan hadir juga Counsellor II Sports Affairs Kedutaan Besar Hungaria untuk Indonesia yakni Laszlo Karoly.

Pelatih Internasional Berikan Pengalaman dan Standar Kepelatihan Dunia

Kehadiran Christoph Nemethy, pelatih Berkuda Memanah asal Hungaria merupakan kesempatan berharga bagi para peserta. Pasalnya, Nemethy dikenal telah melahirkan atlet-atlet berkuda memanah juara dunia. Fakta tersebut memotivasi para peserta untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan metode kepelatihan bertaraf internasional.

Memasuki hari keempat, para peserta menunjukkan perkembangan positif melalui rangkaian pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, sikap, ketepatan, konsistensi, serta pemahaman terhadap teknik Berkuda Memanah sesuai standar internasional.

Melihat semangat para peserta, Christoph Nemethy mengapresiasi ditambah penilaiannya positif terhadap perkembangan para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi dalam olahraga berkuda memanah.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para peserta yang memiliki keinginan kuat untuk belajar, bekerja keras, dan berkolaborasi sebagai sebuah tim. Setelah melihat perkembangan mereka selama empat hari pelatihan, saya yakin mereka adalah masa depan berkuda memanah Indonesia. Indonesia memiliki potensi besar dalam olahraga ini, terbukti dari kemampuan para atletnya di berbagai kompetisi internasional, termasuk di Hungaria. Didukung kondisi iklim yang memungkinkan latihan untuk sepanjang tahun, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan meningkatkan prestasi berkuda memanah di tingkat dunia,” ungkap Christoph.

Ia juga mengaku terkesan dengan fasilitas APM Equestrian Centre yang dinilainya memiliki standar tinggi dan menjadi salah satu pusat Berkuda Memanah terbaik yang pernah dikunjunginya.

“Saya sangat terkesan dengan fasilitas APM Equestrian Centre yang memiliki standar tinggi. Saya berharap kegiatan ini menjadi awal dari pengembangan Berkuda Memanah yang lebih besar, khususnya melalui program pelatihan bagi para pelatih agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat disebarluaskan ke berbagai daerah. Pelatih berkualitas merupakan kunci untuk melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dan membawa Berkuda Memanah Indonesia ke level yang lebih tinggi,” tambahnya.

Selain aspek teknik dan kepelatihan, Christoph juga menyoroti pentingnya kualitas peralatan dalam menunjang performa atlet. Menurutnya, kesesuaian dan kualitas perlengkapan menjadi faktor penting karena dapat memengaruhi kenyamanan, ketepatan, serta hasil penampilan atlet saat berkompetisi.

Persiapan Menuju PON XXII/2028 dan Pengembangan Fasilitas Berstandar Internasional

Ketua Umum (Ketum) FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia, Triwatty Marciano, menyampaikan bahwa IHAA Intensive Bootcamp merupakan bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus langkah strategis meningkatkan kualitas pelatih Berkuda Memanah di berbagai daerah.

“Pelatihan ini kami selenggarakan bagi perwakilan pelatih dan atlet Berkuda Memanah dari berbagai provinsi sebagai persiapan menghadapi PON XXII/2028. Pemilihan peserta kami percayakan sepenuhnya kepada masing-masing Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) agar ilmu yang diperoleh dapat diteruskan dan dikembangkan di daerah masing-masing,” tegas Triwatty.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Christoph Némethy merupakan bagian dari upaya menghadirkan kualitas pembinaan berstandar dunia.

“Kami menghadirkan Christoph Nemethy, sebagai salah satu pelatih terbaik dunia yang telah melahirkan atlet-atlet juara dunia, guna memajukan Berkuda Memanah Indonesia, khususnya yang terdekat ya tentu unggul pada PON nanti. Pada PON XXII/2028, cabang olahraga Berkuda Memanah akan diselenggarakan di NTT. Saat ini, kami juga tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas berstandar internasional dengan opsi lokasi di Desa Lantan atau Desa Setiling, sembari menunggu keputusan Gubernur NTB. Harapannya, fasilitas tersebut dapat menjadi yang terbaik di Asia Tenggara sekaligus pusat kolaborasi dan pelatihan Berkuda Memanah bersama para pelatih internasional,” sambungnya.

Perkuat Hubungan Indonesia dan Hungaria Melalui Sport Diplomacy

Lebih dari sekadar program peningkatan kemampuan teknis, IHAA Intensive Bootcamp juga menjadi bagian dari Sport Diplomacy antara Indonesia dan Hungaria.

Melalui olahraga, kedua negara memiliki ruang untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan bilateral, serta membuka peluang pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan metode pembinaan olahraga. Keterlibatan pelatih dari Hungaria menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi internasional tersebut.

Selaku Counsellor II Sports Affairs Kedutaan Besar Hungaria Laszlo Karoly, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Hungaria melalui olahraga Berkuda Memanah.

“Kami sangat senang melihat Indonesia dan Hungaria dapat menjalin kerja sama melalui olahraga yang memiliki arti penting bagi kedua negara. Kami berharap ke depan hubungan dan kolaborasi antara Hungaria dan Indonesia semakin erat dan kuat, khususnya dalam pengembangan olahraga Berkuda Memanah,” ujar Laszlo Karoly.

Kembangkan Sport Industry melalui Pertukaran Keahlian

Tidak hanya berfokus pada peningkatan prestasi dan Sport Diplomacy, kerja sama Indonesia dan Hungaria juga diarahkan pada pengembangan Sport Industry, khususnya dalam produksi peralatan Berkuda Memanah.

Langkah selanjutnya direncanakan melalui kerja sama dan pertukaran pengetahuan antara pembuatan peralatan Berkuda Memanah khususnya busur dan panah, serta pedalatan lainnya oleh pengrajin Hungaria kepada pengrajin Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi pengrajin lokal untuk memperoleh pelatihan, mempelajari teknik pembuatan, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi standar internasional.

Dengan demikian, pengembangan Berkuda Memanah Indonesia tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga mendorong tumbuhnya diplomasi, industri olahraga yang berkualitas, dan kompeten di lingkup internasional.

Tindak Lanjut Kerja Sama dan Pembinaan Berkelanjutan

Pelaksanaan IHAA Intensive Bootcamp juga menjadi tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara FN Pordasi Berkuda Memanah Indonesia dan Nemethy Horseback Archery Sport Association pada Senin, 10 Agustus 2026, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Budapest, Hungaria.

Melalui kerja sama tersebut, FN. Pordasi Berkuda Memanah Indonesia berupaya membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berstandar internasional. Program ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet yang memiliki kemampuan teknis, mental bertanding, serta kesiapan bersaing dalam berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

Keikutsertaan 21 peserta dari 15 provinsi juga menjadi gambaran besarnya potensi perkembangan olahraga berkuda memanah di berbagai daerah. Selain meningkatkan kualitas pelatih, kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman dan jejaring untuk membangun ekosistem Berkuda Memanah Indonesia yang semakin maju.

Berakhir pada 7 November 2026, IHAA Intensive Bootcamp diharapkan memberikan hasil nyata bagi peningkatan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga Berkuda Memanah Indonesia, memperluas kerja sama internasional, serta memperkuat pengembangan industri pendukung olahraga.

Lebih jauh, kolaborasi Indonesia dan Hungaria ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Berkuda Memanah Indonesia, tidak hanya dalam menyongsong PON XXII/2028, tetapi juga dalam membangun prestasi dan daya saing di tingkat dunia.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *