Bukan Sekadar Lari, Sekum PP ALTI Ajak Pelari Trail Jadi ‘Penjaga Hutan’ Indonesia
Sekretaris Umum PP ALTI (Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia) Dr. Donny Gahral Adian, dalam program “Bincang Olahraga” TVRI Sport 26 Februari 2026, memaparkan atensi terhadap lingkungan. Tak hanya itu, keselamatan atlet yang berlaga juga menjadi perhatian khusus PP ALTI.
Menurutnya, pelari trail memiliki tanggung jawab moral sebagai ‘penjaga hutan’, karena mereka berlatih dan berkompetisi langsung di alam terbuka. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui kegiatan ‘Penanaman Pohon Bersama Abah Donny’ pada 28 Februari 2026, dengan menanam 100 bibit pohon damar dan 100 bibit pohon kopi.

Pemilihan pohon damar didasarkan pada karakteristik akar tunjangnya yang kuat untuk membantu menahan tanah dan mencegah erosi. Sementara itu, pohon kopi dipilih karena memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar tanpa merusak struktur tanah.
“Pelari trail harus menjadi garda terdepan pelestari alam. Kita berlatih di sini, kita melihat jika ada kerusakan, dan kita berkewajiban melaporkannya agar segera diperbaiki,” ujar Sekum PP ALTI.
Upaya yang dilakukan tak lain juga demi menjaga kualitas destinasi. Pasalnya, lari trail menjadi Sport Tourism yang menyuguhkan keindahan alam Indonesia.
Keselamatan Pelari jadi yang Utama, Tanpa Kompromi
Lari trail dikategorikan sebagai olahraga berisiko tinggi karena medan yang tidak terprediksi. Oleh karena itu, ALTI menekankan pentingnya manajemen risiko dan penggunaan mandatory gear. Ke depan, ALTI memastikan keselamatan dalam setiap kegiatan lari trail di Tanah Air.
Perlengkapan seperti peluit, jaket tahan angin, hydration bag, dan P3K bukan sekadar beban, melainkan alat bertahan hidup. Bagi pelari pemula, penggunaan gadget dengan GPS dan mengikuti rute yang jelas sangat disarankan untuk menghindari risiko tersesat. ALTI pun memastikan setiap race yang terafiliasi memiliki standar evakuasi medis, ambulans, dan penanda jalan yang ketat.
Sebagai bentuk komitmen terhadap etika lingkungan, ALTI menjunjung tinggi prinsip Leave No Trace (Tanpa Jejak) dalam setiap kegiatan lari trail. Prinsip ini mencakup kebijakan Zero Plastic, yakni larangan penggunaan botol plastik sekali pakai, serta penerapan Trash Carry, di mana setiap pelari wajib membawa pulang sampahnya sendiri bahkan dianjurkan memungut sampah yang ditemukan di sepanjang jalur.
Selain itu, ALTI juga menekankan pentingnya berbagi jalur, dengan menghormati pendaki lain, menyapa masyarakat lokal, serta menjaga jarak aman dengan satwa liar demi menjaga keharmonisan dan kelestarian ekosistem.
“Kawasan Sentul mungkin relatif aman karena kedekatannya dengan pemukiman warga, namun untuk gunung dengan tingkat kesulitan tinggi seperti Merbabu, Lawu, Gede atau Pangrango, kualifikasi dan persiapan fisik tetap menjadi syarat mutlak,” tambahnya.
Melalui sinergi antara olahraga, edukasi keselamatan, dan aksi ekologi, ALTI berharap setiap langkah pelari trail di lintasan tidak hanya meninggalkan jejak kaki, tetapi juga meninggalkan warisan alam yang lebih hijau bagi generasi mendatang.


