HIGHLIGHT HARI INI

Ketum PSSI M.Iriawan Berduka karena Kepergian Sang Ibu

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” begitu awal pesan yang kerap mengabarkan informasi duka. Kali ini datang dari Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Komjen Polisi (P) Dr. Drs. H. Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule.

Pada malam hari, tanggal 31 Mei 2021 Iwan Bule ditinggal Sang Ibu. Tepatnya pukul 21:51 WIB, Sang Ibu yang bernama Laila Solihaty binti Herman Karl Schneider menghembuskan nafas terakhir di RS.Medistra Jakarta pada usia 80 tahun.

Almarhumah disemayamkan di kediaman, Komplek Dago Alamanda Permai H-78, Jalan Tubagus Ismail, Bandung dan dimakamkan di pemakaman keluarga Sirnaraga.

“Kami atas nama keluarga memohon keridhoan Bapak/Ibu dan handai taulan sekalian untuk berkenan memaafkan segala kesalahan & kekhilafan almarhumah selama ini,” tulis Iwan Bule pada akun Instagram mochamadiriawan84.

“Kami juga memohon doa, agar almarhumah husnul khotimah, mendapatkan tempat yang layak di sisi Allah SWT, diterima semua amalan baiknya serta diampuni segala kesalahannya,” lanjutnya.

**

Rizki Juniansyah Lifter Putra Terbaik pada 2021 IWF Junior World Championships

Kompetisi angkat besi tingkat dunia bertajuk 2021 IWF Junior World Championships yang diselenggarakan di Tashkent, Uzbekistan baru selesai digelar pada 31 Mei 2021. Beberapa atlet Indonesia berhasil meraih prestasi pada kompetisi yang dimulai sejak 23 Mei 2021.

Salah satunya adalah Rizki Juniansyah yang berhasil meraih emas dan berhasil memecahkan rekor dunia. Setelah pertandingan selesai, ia kembali mengharumkan nama bangsa dan negara. Rizki berhasil menutup kompetisi kelas dunia dengan status sebagai atlet terbaik putra, The Best Lifter Junior 2021. Ia terpilih karena merupakan yang terbaik dari seluruh peserta putra.

Lifter asal Banten tersebut terbaik dengan poin sebanyak 451,57. Pria kelahiran 17 Juni 2003 ini mengalahkan Hristo Dimitrov Hristov dari Bulgaria yang tampil pada kelas 109 kg dengan poin 434,87 dan Lifter asal Turki, M.Furkan Ozbek pada kelas 67 kg dengan poin 430,75. Begitu yang disampaikan Wakil Sekjen Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB.PABSI), Sonny Kasiran.

“Luar biasa,” katanya bangga kepada atlet junior. “Windy Cantika Aisah nyaris The Best Lifter Junior 2021 putri,” sambungnya. Menurut data yang diberikannya, Windy memiliki poin 300,05 sedangkan peraih status Lifter junior terbaik putri, Konotop Kamila dari Ukraina memiliki poin 303,08.

**

Huswatun Hasanah, Petinju Putri Indonesia Cetak Sejarah

Belakangan ini, beberapa Patriot Olahraga berhasil meraih prestasi membanggakan untuk Indonesia. Seperti efek domino, prestasi muncul dari seorang atlet ke atlet lainnya bahkan pada cabor berbeda.

Salah satu yang terbaru adalah prestasi Sertu (K) Huswatun yang meraih medali perak pada Kejuaraan Tingkat Asia yakni ASBC Asian Elite Boxing Championship. Pada partai final kelas Women’s Light (57-60 kg), ia harus mengakui lawannya, dari Kazakhstan bernama Rimma Volossenko yang melakukan Knock Out pada ronde pertama.

Meski begitu, ia adalah petinju putri Indonesia pertama yang berhasil capai final Kejuaraan Tinju tingkat Asia sejak kurang lebih satu dekade terakhir ini.

“Apresiasi dan selamat kepada Huswatun, tim pelatih PB Pertina”, kata Wakil Sekjen I bidang Olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Sadik Algadri.

Ketua Dewan Guru Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB.PJSI) ini memuji pembinaan olahraga bela diri yang sudah dilakukan karena sudah capai final. Sadik berharap prestasi kali ini akan memotivasi Atlet Nasional secara keseluruhan terutama atlet Cabor bela diri, khususnya Tinju.

Pendapat lebih lanjutnya, bisa lihat di bawah ini:

**

Ketat, AFC Gembok Hotel Timnas Indonesia

Timnas sepak bola Indonesia sudah meninggalkan pemusatan latihan di Jebel Ali Hotels and Resort Beach. Kini mereka tinggal di Crowne Plaza Hotel, Dubai Festival City. AFC menerapkan peraturan yang ketat, mulai dari PCR tes setiba di Crowne Plaza hingga melarang keluar hotel selama jalani kualifikasi Piala Dunia 2022 di Dubai.

Bahkan beberapa akses hotel dirantai dan digembok oleh hotel. “Saya katakan kepada pemain dan semua personel tim, bukan saya yang membuat aturan untuk tidak bisa keluar dari hotel, tapi ini sudah aturan dari AFC,” kata pelatih Shin Tae Yong jelaskan AFC ingin kondisi kesehatan para atlet tetap terjaga.

“Area hotel itu termasuk, kamar, lobi, restoran, kolam renang dan fitness center. Selain itu tidak bisa,” jelasnya. “Setiap tim yang sudah masuk hotel sini tidak bisa kemana-kemana, untuk hari pertama masuk hotel, setelah tes usap, semuanya masuk ke kamar masing-masing, makanan pun diantarkan ke kamar,” jelas Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri.

**

Indonesia Kirim Atlet BMX ke Montpellier

Ilustrasi

BMX sendiri baru diakui sebagai olahraga prestasi dan Indonesia mendapatkan undangan khusus untuk berlaga di Kejuaraan Dunia yang hadiahnya tiket Olimpiade Tokyo 2020. Guna mendapatkan tiket ke Olimpiade, Indonesia mengirim atlet BMX Ardika Winata ke Montpellier, Prancis. Ia berangkat bersama Danil Gunanwan, Komisi BMX Freestyle Pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB.ISSI) pada Senin malam tanggal 31 Mei 2021.

“Alhamdulillah saya terpilih menjadi perwakilan Indonesia yang tampil di Kejuaraan Dunia BMX Freestyle di Montpellier, Prancis. Saya akan berusaha semaksimal mungkin. Motivasi saya ingin seperti rider dunia lain. Saya juga ingin jadi atlet BMX freestyle pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade,” jelas atlet yang akrab disapa Teja di Kantor PB.ISSI, FX Senayan.

Meski memiliki kendala, Teja yakin dapat berupaya maksimal ketika tampil. “Saya juga mengalami sedikit kendala persiapan, ada cedera di kaki. Tapi kalau sudah di lapangan beda, mau tidak mau harus siap. Saya akan usahakan yang terbaik,” jelasnya.

Bidang Pembinaan Prestasi PB.ISSI berharap Teja berhasil meraih wildcard. “Kami tidak membebankan target personal, dia hanya harus tampil sebaik mungkin. Tapi secara federasi, kami berharap Indonesia bisa dapat wildcard untuk ke Tokyo 2020,” kata Budi Saputra.

**

Terdampak Kesehatan Mental, Petenis Ini Mundur dari Kompetisi

Kesehatan mental tak kalah penting dari kesehatan fisik. Bisa jadi kondisi fisik bugar dan siap bertanding namun mental sedang kurang baik. Hal tersebut terjadi pada petenis Naomi Osaka. Melalui akun media sosial Twitter ia mundur dari Prancis Terbuka pada 31 Mei 2021.

Alasannya ingin menenangkan diri. Adapun ia berharap agar denda $US 15.000 yang dibayarkannya karena mundur, dapat digunakan untuk amal kesehatan mental.

“Halo semuanya, ini bukan sebuah situasi yang terbayangkan saat saya mengunggah beberapa hari lalu. Saya pikir sekarang yang terbaik untuk turnamen,” buka pemenang Grand Slam 2018.

“Saya mundur sehingga semua orang bisa kembali fokus pada tenis yang sedang berlangsung di Paris. Saya tidak pernah ingin menjadi pengalih perhatian dan saya menerima bahwa waktu saya tidak tepat dan pesan saya bisa lebih jelas,” tegasnya.

Ia juga ceritakan bahwa sudah menderita depresi panjang sejak US Open 2018. “Terpenting, saya tidak akan pernah meremehkan kesehatan mental atau menggunakan istilah itu dengan mudah,” katanya.

**

Pembalap Indonesia Gresini Naik Podium, Principal Bangga

Salah satu pembalap Indoensia Gresini Racing Team, Garbiel Rodrigo tampil cemerlang pada Moto3 Italia 30 Mei 2021. Ia finis ketiga dan otomatis naik podium bersama juara Dennis Foggia dari Leopard Racing dan runner-up Jaume Masia dari Red Bull KTM Ajo.

Principal Indonesia Gresini Racing Team, Rocky Soerapoetra bangga atas capaian tersebut. “Bagi kami, sebuah kebanggaan bisa melihat nama Indonesia terpampang di podium dan juga tertulis di pengumuman resmi MotoGP. Patut dibanggakan, karena ini adalah event kelas dunia yang jadi perhatian seluruh pecinta motosport di dunia,” jelasnya dilansir Antara pada 31 Mei 2021.

“Bagi kami, sebagai bangsa Indonesia dan langsung berhasil bawa nama Indonesia ke podium juara, terasa sekali kebanggaan yang tidak terkira,” jelasnya.

Rocky pun percaya Rodrigo akan raih prestasi gemilang, pasalnya pria asal Argentina tersebut memiliki kapasitas mumpuni. “Rodrigo merupakan pembalap Moto3 dengan jam terbang tinggi, nyali tinggi dan kemampuan teknis yang bagus, namun sering tidak beruntung. Dengan melihat tren prestasinya di sepanjang seri 2021, yang sering finis di posisi 5 besar, saya yakin akan menjadi kuda hitam,” sambungnya.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *