HUT Ke-88 KONI, Marciano Norman Tegaskan Komitmen Bawa Olahraga Indonesia Mendunia

Memasuki usia ke-88, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan perjuangan dalam membangun prestasi olahraga nasional dan mengantar Indonesia maju di kancah dunia.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman dalam program Indonesia Menyapa Pagi dengan tema “Refleksi Hut ke-88 KONI: Komitmen Bawa Indonesia Mendunia” yang diusung oleh Radio Republik Indonesia (RRI), pada Senin 26 Oktober 2026.

Menurut Marciano, perjalanan usia 88 tahun KONI bermakna kontribusi konkret untuk bangsa dan negara yang disertai amanah mengantar atlet Indonesia meraih prestasi. Menginjak usia baru maka ada tanggung jawab melanjutkan perjuangan yang begitu panjang. Termasuk diantaranya, bertujuan mewujudkan Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto.

“Memasuki usia ke-88, KONI memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan dalam menunjukkan olahraga Indonesia. Kita harus terus memperbaiki kualitas pembinaan agar atlet-atlet Indonesia mampu berprestasi dan bersaing di tingkat internasional,” ungkap Ketum KONI Pusat.

Kemajuan olahraga nasional harus dibangun melalui sistem pembinaan yang berkesinambungan, mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional. Berdasarkan hal tersebut, KONI di setiap tingkatan bersama pengurus cabang olahraga berperan dalam memastikan atlet memperoleh pembinaan yang tepat dan memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal, melalui kompetisi yang berjenjang.

“Kompetisi tidak boleh hanya menjadi ajang partisipasi, kompetisi harus menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan, tempat atlet meningkatkan kemampuan, mencetak prestasi, dan mempersiapkan diri untuk mewakili Indonesia di ajang internasional,” tegas Marciano.

Bagi Marciano, penjaringan atlet potensial harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia agar setiap talenta memperoleh kesempatan untuk berkembang.

“Kita harus mampu menemukan dan membina atlet-atlet potensial dari seluruh penjuru penjuru Indonesia, jangan sampai ada talenta yang tidak terpantau hanya karena keterbatasan akses atau fasilitas, setiap potensi anak bangsa harus memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ucap Marciano.

KONI sebagai induk organisasi olahraga juga terus mengembangkan kompetisi, sebagai upaya meningkatkan prestasi olahraga nasional, berbagai kompetisi tersebut antara lain Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja. Berbagai kompetisi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bertanding, meningkatkan kualitas pembinaan, serta menjadi sarana untuk menjaring atlet yang mampu mewakili Indonesia di kancah internasional.

Target 10 Besar Dunia Pada 2032 dan Indonesia Emas 2045

Dalam mendukung cita-cita untuk membawa Indonesia masuk 10 besar dunai pada 2032 dan Indonesia Emas 2045, pembinaan olahraga diarahkan pada cabang-cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan prestasi di Olimpiade, tanpa mengesampingkan pengembangan cabang olahraga lainnya.

“Kita bercita-cita membawa Indonesia masuk 10 besar dunia pada 2032 dan 5 besar dunia pada 2045, tentunya target ini membutuhkan kerja keras, perencanaan yang matang, pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan, serta fokus pada cabang-cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan restasi di tingkat dunia,” kata Marciano.

Ia menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari pemerintah, KONI Pusat, KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, hingga pengurus cabang olahraga.

“KONI tidak bisa bekerja sendiri. Peningkatan prestasi olahraga nasional harus didukung dengan sinergi yang dibangun antara pemerintah, KONI di seluruh tingkatan, dan pengurus cabang olahraga. Semua harus bergerak bersama, dengan komitmen dan tujuan yang sama, untuk membangun prestasi olahraga Indonesia,” sambungnya.

PON XXII/2028 Nusa Tenggara Timur (NTT) – Nusa Tenggara Barat (NTB) Utamakan Efisiensi dan Kualitas

Penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB direncanakan akan terfokus pada cabang olahraga Olimpiade, serta mengutamakan efisiensi dengan memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia, tanpa mengesampingkan kualitas kompetisi.

Cabang olahraga yang memenuhi persyaratan fasilitas akan diselenggarakan di NTT dan NTB, sedangkan cabang olahraga yang tidak dapat difasilitasi di kedua Provinsi tersebut, direncanakan akan dipertandingkan di DKI Jakarta sebagai daerah penyanggah penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB, dengan memanfaatkan venue berstandar intenasional.

“Penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB harus mengedepankan efisiensi tanpa mengesampingkan kualitas kompetisi. Oleh karena itu, sinergi antara Pemerintah pusat, pemerintah daerah, KONI, dan pengurus cabang olahraga menjadi sangat penting agar penyelenggaraan PON dapat berjalan baik dan mampu mendukung peningkatan prestasi atlet,” jelas Ketum KONI Pusat.

KONI berharap dukungan kepala daerah, khususnya Gubernur, KONI Provinsi, dan pengurus cabang olahraga dapat memastikan kesiapan atlet terbaik dari seluruh Indonesia. Ketum KONI Pusat juga berharap 38 Provinsi dan IKN dapat berpartisipasi dalam PON XXII/2028 NTT-NTB.

Melalui momentum HUT ke-88, KONI Pusat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pembinaan, mengembangkan cabang olahraga unggulan, menjaring bibit atlet potensial, serta meningkatkan kulaitas kompetisi guna mendukung peningkatan prestasi atlet Indonesia.

Dengan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan olahraga, Pemerintah, swasta dan masyarakat, KONI Pusat yakin dapat melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *