Jelang Rakernas, Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah Mengukuhkan dan Melantik Tiga Pengprov Baru 

Ketua Umum Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) Berkuda Memanah, Triwatty Marciano, mengukuhkan dan melantik tiga Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Berkuda Memanah, yakni Dr. Alemina Tarigan, S.H., M.H. sebagai Ketua Pengprov Berkuda Memanah DKI Jakarta, Hj. Rini Haris sebagai Ketua Pengprov Berkuda Memanah Sulawesi Tengah, serta Supendi sebagai Ketua Pengprov Berkuda Memanah Lampung.

Pelantikan ketiga Ketua Pengprov tersebut dilaksanakan secara serentak pada Selasa, 13 Januari 2026, bertempat di JS Luwansa Hotel, Jakarta, sehari menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FN Pordasi Berkuda Memanah yang diselenggarakan di The Westin Jakarta pada 14 Januari 2026. 

Dengan pelantikan ini, FN Pordasi Berkuda Memanah kini telah memiliki 15 Pengprov sebagai anggota. Capaian tersebut menjadi progres signifikan pasca transformasi organisasi Pordasi pada akhir tahun 2024, di mana Pordasi bertransformasi menjadi empat Federasi Nasional, yaitu FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, FN Pordasi Pacu, dan FN Pordasi Berkuda Memanah.

Transformasi juga berlaku di tingkat provinsi, menyesuaikan dengan potensi daerah masing-masing. Provinsi yang memiliki potensi pada seluruh cabang dapat membentuk hingga empat Pengprov anggota Federasi Nasional. Sebaliknya, Provinsi dengan potensi satu cabang olahraga dapat bertransformasi menjadi Pengprov dari federasi nasional terkait.

“Berkuda memanah bukan sekedar cabang olahraga, tetapi juga merupakan warisan budaya, olahraga prestasi, serta sarana pembentukan karakter yaitu disiplin, keberanian, ketangguhan, dan sportivitas,” pesan Triwatty kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. 

“Peran pengurus provinsi sangatlah strategis dalam membina atlet, mengembangkan organisasi, serta memperluas ekosistem berkuda memanah di daerah masing-masing,” sambungnya memberikan tugas.

Ketiga Pengprov yang baru dilantik, memiliki keunggulan masing-masing yang harus dikembangkan.

“DKI Jakarta sebagai barometer nasional diharapkan mampu menjadi pusat pembinaan, kompetisi, dan inovasi. Lampung memiliki potensi besar dengan kekuatan komunitas dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Sementara Sulawesi Tengah menyimpan peluang luar biasa untuk melahirkan atlet-atlet unggulan dari kawasan Indonesia Timur,” lanjut Triwatty.

Lebih lanjut, Triwatty berpesan agar seluruh pengurus menjalankan organisasi secara profesional, transparan, dan berintegritas, dengan fokus pada pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta menjaga sinergi dengan pemerintah daerah, KONI, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan pelantikan dinilai strategis dalam membangun sinergi, soliditas organisasi, serta mendorong peningkatan prestasi olahraga berkuda memanah di Indonesia.

Konsolidasi Organisasi Jelang Rakernas

Sebagai rangkaian kegiatan menjelang Rakernas, FN Pordasi Berkuda Memanah juga menggelar konsolidasi organisasi yang membahas isu-isu strategis dan program kerja federasi ke depan, yang selanjutnya akan diputuskan dalam Rakernas.

Konsolidasi ini bertujuan menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi internal, serta meningkatkan kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan. Fokus pembahasan meliputi bidang Komunikasi dan Publikasi, peluncuran website resmi FN Pordasi Berkuda Memanah, serta penguatan kehumasan agar penyampaian informasi kepada publik dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan profesional dari pusat hingga ke daerah. 

Liga Santri Nasional dan Kerja Sama Internasional

Salah satu rencana kegiatan yg akan diputuskan adalah penyelenggaraan Liga Santri dan Piala menteri Agama secara rutin setiap tahun nya, yang direncanakan akan digelar di Kampung Maghfirah Bogor, Jawa Barat. 

Kampung Maghfirah memiliki nilai historis bagi FN Pordasi Berkuda Memanah, karena menjadi lokasi peresmian FN Pordasi Berkuda Memanah sebagai anggota Asian Horseback Archery Federation (AHAF) pada 7 November 2025. Dengan keanggotaan tersebut, seluruh kegiatan dan kejuaraan nasional maupun internasional akan mengacu pada regulasi International Horseback Archery Alliance (IHAA).

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam bersama yang menjadi ajang silaturahmi dan penguatan sinergi antara pengurus FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, FN Pordasi Pacu, dan FN Pordasi Berkuda Memanah, menuju Rakernas.

Keempat cabang olahraga Berkuda yakni FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, FN Pordasi Pacu, FN Berkuda Memanah, akan melaksanakan pembukaan Rakernas pada Rabu 14 Januari 2026, pembukaan Rakernas keempat cabang olahraga berkuda tersebut dilaksanakan di lokasi yang sama yakni The Westin Jakarta.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *