Ketum KONI Pusat Pesan PP.FSI Sosialisasikan Olahraga Savate
Setelah resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Tahun 2025, Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Savate Indonesia (PP FSI) masa bakti 2025–2029, Ir. Eko Puji Raharjo, beserta jajaran pengurus secara resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Pelantikan tersebut berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, bertempat di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Pusat mengapresiasi berbagai capaian atlet Savate Indonesia. Di antaranya menjadi tuan rumah 5th Asian Savate Championship 2024, lolos seleksi kejuaraan Asia dalam World Combat Games, serta meraih tujuh medali (emas, perak, dan perunggu) pada Kejuaraan Asia Savate 2023 di Uzbekistan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa cabang olahraga Savate memiliki potensi besar dan terus berkembang di Indonesia. Saat ini, Savate telah memiliki kepengurusan di 18 provinsi, secara rutin menyelenggarakan kejuaraan nasional, serta aktif melakukan pelatihan dan sosialisasi ke berbagai daerah.
“Savate ini memiliki sejarah panjang sebagai olahraga bela diri yang berasal dari Prancis, yang pada awalnya berkembang sebagai bela diri jalanan,” ujar Marciano Norman.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi. Walaupun belum begitu populer di Indonesia, kehadiran PP FSI membuat Savate semakin dikenal,” sambungnya.

Pelantikan pengurus PP FSI menjadi awal dari tanggung jawab besar dalam meningkatkan dan mengembangkan prestasi Savate secara berkelanjutan. Dalam upaya mengantar atlet meraih prestasi serta mendukung terwujudnya Asta Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto dan visi Indonesia Emas, Savate diharapkan taat terhadap seluruh peraturan yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
“Tentunya kami akan terus mengembangkan Savate dan menorehkan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Tahun ini kami juga akan mengirimkan atlet untuk berlaga pada Kejuaraan Asia di Nepal pada April mendatang,” ungkap Eko Puji Raharjo.
“Dalam menjalankan amanah ini, kami tentunya berharap KONI beserta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Indonesia dapat mendukung, sehingga apa yang kita rencanakan dapat berjalan sesuai harapan, serta menghasilkan prestasi yang mampu membuat bangga Indonesia,” kata Ketum PP.FSI.
Sebagai cabang olahraga yang berasal dari Prancis, Savate sempat dipertandingkan pada Olimpiade Paris 2024, meskipun belum masuk dalam cabang olahraga resmi Olimpiade.

KONI Pusat membuat multievent terobosan diantaranya PON Beladiri, PON Pantai, PON Indoor, PON Remaja, sebagai wadah kompetisi berjenjang sekaligus evaluasi pembinaan menuju PON XXII/2028 NTT-NTB. Diharapkan Savate dapat ikut serta dalam PON Beladiri Sulawesi Utara Tahun 2026.

Selain prestasi, tata kelola organisasi dan sosialisasi menjadi kunci penting dalam menjalankan program kerja dan mendorong perkembangan Savate di Indonesia. PP FSI juga diimbau untuk melakukan koordinasi dengan penyelenggara SEA Games, dengan harapan ke depan Savate dapat dipertandingkan dalam ajang tersebut.


