KONI Pusat Melepas Kontingen Tenis Meja Indonesia pada Kejuaraan Internasional di Taiwan 2026
Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman secara resmi melepas para atlet Tenis Meja, pada Senin 10 Agustus 2026, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta.
Pelepasan para atlet kali ini bertujuan untuk mengikuti Kejuaraan Tenis Meja di Taiwan. Adapun para atlet yang ikut serta terbagi menjadi empat kategori yakni U11, U12, U13, U15, Putra dan Putri.
Keikutsertaan para atlet Tenis Meja Indonesia di Taiwan diharapkan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan sekaligus menambah pengalaman bertanding serta bersaing dengan atlet-atlet dari negara lain.

Ketum KONI Pusat memberikan apresiasi atas upaya Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Indonesia (PB. PTMSI) dalam melakukan pembinaan atlet, khususnya pada usia dini.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada PTMSI yang terus berupaya keras melakukan pembinaan pada usia dini. Hari ini khususnya laporan bahwa para atlet akan mengikuti kejuaraan di Taiwan menjadi langkah positif dalam membangun prestasi Tenis Meja, terlebih pada usia dini,” ungkap Marciano.
“Pembinaan atlet pada usia dini menjadi kunci penting dalam perkembangan Tenis Meja Indonesia. Dengan pengalaman dan jam terbang yang cukup, prestasi mereka akan semakin meningkat, sekaligus membentuk mental bertanding yang lebih kuat. Oleh karena itu, biarkan mereka bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya, saya berharap tidak ada beban yang diberikan kepada para atlet, sehingga mereka dapat tampil lepas dan meraih prestasi terbaik,” sambungnya.
Ketum KONI Pusat juga mendorong PB. PTMSI untuk terus berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan terbuka. Hal tersebut menjadi salah satu kunci agar para atlet dapat menambah pengalaman dalam menghadapi persaingan di kancah internasional. Menurutnya, atlet-atlet usia dini perlu mendapatkan perhatian dan pembinaan yang lebih serius karena mereka merupakan atlet masa depan yang diharapkan mampu mencapai puncak karir dan performa terbaiknya.
“Saya yakin mungkin lima tahun lagi para atlet ini mampu memberikan prestasi terbaik. Saya juga berharap atlet Tenis Meja yang nantinya mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia adalah atlet-atlet binaan PB.PTMSI,” tutup Ketum KONI Pusat.

Di sisi lain, Ketum PB.PTMSI Peter Layardi Lay menjelaskan bahwa keberangkatan para atlet ke Taiwan ini telah dipersiapkan melalui Seleksi Nasional (Seleknas) yang dilakukan secara bertahap.
“Para atlet ini akan diberangkatkan tanggal 13, sebelumnya kami telah melaksanakan seleksi nasional sekitar satu bulan lalu sebagai bentuk persiapan, hingga pada akhirnya 15 atlet ini lah yang berhasil lolo menjadi wakil Indonesia di Taiwan,” ujar Peter.
Meskipun kategori para atlet dimulai dari usia 11, namun kali ini terasa istimewa karena terdapat atlet berusia 10 tahun yang juga ikut serta. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PB. PTMSI dalam memberikan ruang pengalaman bertanding bagi atlet usia dini demi peningkatan prestasi Tenis Meja Indonesia.

Melalui kejuaraan ini, diharapkan PB. PTMSI dapat melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.


