KONI Pusat Resmi Gandeng UNDIKMA Dorong Prestasi Atlet dan Diplomasi Olahraga
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menjalin kerja sama.
Pada 31 Agustus 2026, Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman dan Rektor UNDIKMA Prof. Drs. Basuki Widodo, M.Sc., Ph.D. menandatangani nota kesepahaman kerja sama. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Ketua Yayasan UNDIKMA, H. Lalu Rusmiady.

“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya mengapresiasi kerja sama dengan UNDIKMA karena peran strategis perguruan tinggi dalam mengantar atlet meraih prestasinya,” kata Ketum KONI Pusat.
Sebelumnya, Rusmiady dengan bangga menyampaikan prestasi dan peran sentral UNDIKMA di NTB. “Sekitar 65% atlet NTB yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan mahasiswa UNDIKMA,” jelas Ketua Yayasan UNDIKMA.

Ketum KONI Pusat juga memberikan buku Sport Intelligence dan buku Pecah Rekor PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
“Saya berharap Sport Intelligence dapat didalami serta diterapkan di UNDIKMA sebagai laboratorium yang meneliti dan mencetak atlet berprestasi NTB. Saya juga menyerahkan buku Pecah Rekor PON XXI/2024 agar UNDIKMA termotivasi lebih besar melahirkan atlet-atlet NTB yang akan memecahkan rekor pada PON XXII/2028, saat NTB menjadi tuan rumah bersama NTT,” jelas Marciano.
Di samping itu, KONI Pusat dan UNDIKMA juga akan menjalankan program diplomasi olahraga bersama induk organisasi olahraga Timor Leste, Confederacao do Desporto de Timor Leste (CDTL). Tujuannya adalah membangun hubungan bilateral yang harmonis melalui prinsip olahraga sebagai pemersatu.
Dimulai 1 September 2026, KONI Pusat bekerja sama dengan CDTL memberangkatkan 10 delegasi dari Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) ke UNDIKMA untuk bertukar pengetahuan, terutama terkait cabang olahraga Petanque.
“Semoga diplomasi olahraga yang dijalankan UNDIKMA dengan menerima mahasiswa dari Timor Leste berjalan lancar dan memberikan dampak positif. Olahraga merupakan pemersatu, tanpa melihat latar belakang kita. Gagasan ini harus kita implementasikan untuk membangun hubungan saling mendukung dengan bangsa lain,” terang Marciano.



