Kontingen Tenis Meja Binaan PB. PTMSI Tuntas Selesaikan Kejuaraan di Taiwan

Setelah secara resmi dilepas oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman pada 10 Agustus 2026, di Kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta, sebanyak 15 atlet Tenis Meja Indonesia berhasil menyelesaikan pertandingan dalam kejuaraan 2026 Youth & Junior Table Tennis Elite Prize Tournament, di Kaohsiung, Taiwan, dengan sangat baik. 

Kejuaraan yang berlangsung pada 15 hingga 18 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet Tenis Meja Indonesia, khususnya pada kelompok usia dini. Sebanyak 15 atlet yang mewakili Indonesia sebelumnya telah melalui proses Seleksi Nasional (Seleknas) secara bertahap. 

Dalam kejuaraan tersebut, sejumlah atlet Indonesia berhasil mencatatakan hasil yang positi. Khalid Atharuthi menjadi salah satu atlet dengan capaian terbaik setelah berhasil menembus babak empat besar Tunggal Putra U11. Sementara itu, Cakra berhasil maju hingga babak delapan besar Tunggal Putra U13. Serta pada kategori Tunggal Putra U15, Farel dan Irvan berhasil menempati peringkat di babak 16 besar. 

Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi pembinaan Tenis Meja Indonesia. Keikutsertaan para atlet dalam ajang internasional memberikan pengalaman berharga untuk mengukur kemampuan, melakukan evaluasi, serta membangun mental dan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan internasional. 

Ketum KONI Pusat memberikan apresiasi atas capaian para atlet Tenis Meja Indonesia dalam 2026 Youth & Junior Table Tennis Elite Prize Tournament di Kaohsiung, Taiwan. Menurutnya, hasil yang diraih para atlet menjadi bagian dari perkembangan positif pembinaan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

“Ini merupakan hasil yang patut kita apresiasi. Mereka adalah atlet-atlet muda yang sedang dalam proses pembinaan dan sudah mampu bersaing di kejuaraan internasional. Kalah dan menang adalah hal yang biasa dalam pertandingan, namun pengalaman dan mental bertanding yang mereka dapatkan harus terus dievaluasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Marciano Norman.

Ia juga berharap Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Indonesia (PB. PTMSI) di bawah kepemimpinan Peter Layardi Lay dapat terus memberikan kesempatan bertanding kepada para atlet muda melalui berbagai kejuaraan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Saya berharap PB. PTMSI di bawah kepemimpinan Bapak Peter Layardi Lay dapat terus memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet. Dengan pembinaan yang konsisten, saya yakin para atlet ini dapat berkembang menjadi atlet yang mampu memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia,” sambungnya.

Pengalaman bertanding di level internasional merupakan bagian dari proses pembinaan atlet, semakin banyak kesempatan bertanding yang diberikan kepada atlet usia dini, maka semakin besar peluang PB. PTMSI dalam melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi. 

Keikutsertaan atlet Tenis Meja Indonesia dalam kejuaraan internasional ini diharapkan menjadi bagian dari upaya PB. PTMSI dalam melahirkan generasi atlet Tenis Meja Indonesia yang memiliki pengalaman, serta kemampuan untuk bersaing dan mengukir prestasi di kancah dunia.

author avatar
Tasya Aulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *