Langkah Strategis 4 Federasi Pordasi: Perkuat Konsolidasi dan Jadwal Kejuaraan Nasional 2026

Kita ketahui bersama bahwa untuk lebih fokus dalam meningkatkan prestasi olahraga berkuda, maka Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) telah melakukan Transformasi Organisasi sejak Munas XIV Pordasi tanggal 13 – 15 November 2024 lalu dan menjadi 4 (empat) Federasi Nasional, yaitu : Pordasi Pacu, Pordasi Equestrian, Pordasi Polo dan Pordasi Berkuda Memanah.
Selanjutnya kepengurusan di tingkat pusat dari keempat Federasi Nasional Pordasi tersebut telah dilantik Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman pada tanggal 25 November 2024 dan resmi dikukuhkan kembali menjadi anggota KONI Pusat pada Rakernas KONI Tahun 2025 pada tanggal 5 – 6 September 2025.
Pada tahun 2025 ini keempat Federasi Nasional Pordasi, masih fokus pada konsolidasi untuk melanjutkan transformasi organisasi sampai ke tingkat pengurus provinsi hingga kabupaten/ kota.
Di tambah tahun 2026 ini, berdasarkan hasil Rakernas Bersama 4 Federasi Pordasi yang berlangsung tanggal 14 Januari 2025 lalu di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, maka keempat Federasi Pordasi telah sepakat melanjutkan Transformasi Organisasi dengan program Transformasi menuju Industri Olahraga Berkuda.
Salah satu fokus yang akan dijalankan oleh keempat Federasi Berkuda adalah menyelenggarakan kegiatan kejuaraan olahraga berkuda baik di tingkat daerah dan nasional maupun internasional. Seluruhnya telah disusun dalam kalender kejuaraan olahraga.
Semua informasi tersebut dilaporkan Konfederasi Nasional dan keempat Federasi Nasional Pordasi kepada Ketum KONI Pusat pada 24 Februari 2026. Konfederasi Nasional Pordasi diwakili oleh Direktur Eksekutif Widodo Edi Sektianto, yang hadir bersama Ketum Federasi Nasional Pordasi Pacu Teddy Soediro, Ketum Federasi Nasional Pordasi Equestrian Dewi Larasati atau Tike, Ketua Harian Federasi Nasional Berkuda Memanah Mayjen TNI Agape Zacharia, dan Sekjen Federasi Nasional Pordasi Polo Hendra Sukanto.

“Pekan Olahraga Nasional dipertandingkan di NTT-NTB, kita hanya mempertandingkan olahraga Olimpiade, di luar itu, kita pertandingkan olahraga DBON, unggulan tuan rumah, dan pilihan tuan rumah,” terang Marciano.
“Minggu ini kita menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” sambung Marciano.
DKI Jakarta siap menjadi provinsi penyangga, dalam arti beberapa pertandingan dapat digelar di venue yang berada di Jakarta. Meski begitu, namanya tetap PON XXII/2028 NTT-NTB. Sebagai contoh, pertandingan berkuda Equestrian direncanakan digelar di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) pada penyelenggaraan PON XXII/2028 NTT-NTB.
Terkait keorganisasian, Ketum KONI Pusat tegaskan bahwa KONI Provinsi harus tegak lurus dengan KONI Pusat. Pengurus Provinsi di bawah naungan KONI Provinsi, haruslah anggota keempat Federasi Nasional Pordasi, begitu juga di tingkat kabupaten/kota. Sebagai catatan, suatu provinsi dapat hanya bertransformasi menjadi salah satu anggota Federasi Nasional Pordasi sesuai dengan potensinya.
Alhasil, Pengurus Provinsi anggota empat Federasi Nasional Pordasi dapat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Marciano juga berpesan agar pengurus provinsi hingga pengurus kabupaten/kota yang berada di bawah empat Federasi Nasional Pordasi harus aktif melakukan pembinaan atlet dan berkoordinasi dengan KONI tiap tingkatan.
Persiapan Empat Federasi Nasional Pordasi menuju PON XXII/2028 NTT-NTB
Salah satu pembahasan penting audiensi Konfederasi Nasional dan Federasi Nasional Pordasi adalah tentang PON XXII/2028 NTT-NTB. Berkuda Equestrian yang merupakan cabang olahraga Olimpiade, tampil pada PON XXII/2028 NTT-NTB dengan venue di DKI Jakarta.

“Jika Equestrian dilaksanakan di Jakarta, kemungkinan menggunakan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), yang pernah digunakan untuk Asian Games 2018 dan sudah berstandar internasional,” terang Tike kepada media.
Selanjutnya, giliran Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah yang memberikan komentar kepada media. “Pada PON XXI/2024, kami sudah melaksanakan ekshibisi di Aceh Tamiang, sehingga menjadi kewajiban kami untuk mempersiapkan diri menuju PON XXII/2028,” buka Agape.

“Namun berkuda memanah yang bukan cabang olahraga Olimpiade, tapi kami tetap berupaya mendapat dukungan dari KONI Provinsi dan pemerintah daerah (tuan rumah). Kami terus berkomunikasi agar berkuda memanah maupun pacu dapat dipertandingkan di PON XXII/2028,” sambungnya.

Federasi Nasional Pordasi Pacu mengonfirmasi tengah melakukan pendekatan dengan tuan rumah. “Untuk pacu, kami terus berkonsultasi dengan NTT dan NTB terkait persiapan PON, termasuk kesiapan kuda dan venue. Kami juga memastikan kondisi kuda sehat dan layak bertanding,” terang Teddy.
Terkait Berkuda Polo, direncanakan sebagai ekshibisi mengingat belum pernahnya melaksanakan syarat wajib pada PON.

Tak ketinggalan, Konfederasi Nasional Pordasi mencanangkan PON Berkuda pada tahun 2027 sekaligus babak kualifikasi PON XXII/2028 NTT-NTB. “PON berkuda direncanakan pada Juni 2027 sebagai sarana persiapan panitia, penyelenggaraan, dan atlet. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari babak kualifikasi PON,” tegas Widodo.
“Dengan demikian, saat pelaksanaan PON XXII, berkuda Equestrian di DKI Jakarta, berkuda memanah di NTT/NTB, berkuda pacu di NTT, dan berkuda polo kemungkinan di Jakarta, semuanya sudah siap. PON Berkuda 2027 akan menjadi test event atau uji coba kesiapan sekaligus babak kualifikasi,” sambungnya mewakili Konfederasi Nasional Pordasi.
Agenda Keempat Federasi Nasional Tahun 2026

Selain tentang PON XXII/2028 NTT-NTB, audiensi juga melaporkan rencana kegiatan tahun 2026. Terlebih, sebagai anggota KONI Pusat, ada tanggung jawab yang harus dilakukan setiap tahun.
“Cabang Olahraga atau Federasi Nasional Pordasi hasil transformasi organisasi harus melakukan kewajiban sebagai anggota KONI Pusat, setiap tahun harus ada Rakernas & Kejurnas,” tegas Ketum KONI Pusat.
Pada tahun 2026 keempat Pordasi memiliki agenda masing-masing dalam rangka mendukung perkembangan dan peningkatan prestasi olahraga berkuda Indonesia.

Pordasi Pacu akan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri 1 pada 5-9 Juli 2026, dilanjutkan dengan Kejurnas Seri 2 pada 6-20 September 2026. Selain itu Pordasi Pacu juga akan menyelenggarakan Sumba Cup Pacuan Kuda Road To PON XXII/2028 NTT-NTB pada 22-30 Juni 2026, serta Piala Raja HB X Cup 2026 yang direncanakan akan digelar pada 15 November di Sultan Agung Bantul Jawa Tengah.

Pada Berkuda Memanah, Pordasi akan menyelenggarakan Liga Santri Indonesia Seri 1 pada 3-5 April 2026 di Jawa Tengah, Kejurnas III Pordasi Berkuda Memanah pada 12-14 Juni 2026 di DKI Jakarta dan Jawa Barat, Liga Santri Indonesia Seri 2 pada 7-9 Agustus 2026 di Bali, Asian Horseback Archery Championship pada Oktober 2026, serta Liga Santri Indonesia Seri 3 pada 4-6 Desember 2026 di Banten.
Di sisi lain Pordasi Equestrian, kejuaraan Asia Friendly Endurance Ride (AFER) Seri 2 direncanakan akan digelar pada 25-26 Oktober 2026 di Internasional Endurance Park, serta Kejurnas tahun 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada bulan November mendatang.
Sementara itu, Pordasi Polo akan memulai pembentukan dan seleksi tim pada bulan Mei dan Juni 2026, dilanjutkan dengan pertandingan ekshibisi pada bulan Agustus dan September 2026.
Pandangan Konfederasi Nasional dan Federasi Nasional Pordasi terhadap Kejuaraan di Indonesia
Selain single event tersebut juga ada agenda multievent di tingkat provinsi yang akan diikuti oleh beberapa anggota dari keempat Federasi Nasional Pordasi, yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di beberapa daerah yang sudah harus dipersiapkan mulai tahun 2026.
Berdasarkan berbagai kegiatan kejuaraan tersebut, keempat Federasi Nasional Pordasi sangat berharap agar seluruh pemangku kepentingan olahraga di Tanah Air, dapat mendukung penuh terselenggaranya seluruh rangkaian kejuaraan tersebut, terutama dari Menpora, KONI Pusat, Kapolri, lalu Gubernur, Kadispora, KONI Provinsi dan Polda setempat, kemudian Bupati/Walikota, Kadispora, KONI Kabupaten/Kota dan Polres setempat serta instansi terkait lainnya.
Untuk itu keempat Federasi Nasional Pordasi bersama seluruh anggotanya di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota diminta agar berkoordinasi dengan baik bersama pemangku kepentingan terkait.

Konfederasi Nasional Pordasi memandang agar Menpora RI hendaknya segera menuntaskan tugas pokok dan fungsi KONI dan KOI agar masing-masing bisa melaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam UU No 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Apabila tugas pokok dan fungsi antara KONI dan KOI sudah tidak ada tumpang tindih maka pelaksanaan kejuaraan olahraga berkuda di tingkat daerah, nasional dan internasional semakin jelas dan tidak ada permasalahan di lapangan.
Keempat Federasi Nasional Pordasi mendesak agar Menpora segera mendudukkan bersama dalam satu meja untuk menyepakati tugas pokok dan fungsi KONI dan KOI secara transparan dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas dan fair play serta jiwa Patriotisme.

Selanjutnya, Konfederasi Nasional Pordasi juga mengingatkan pemerintah daerah, baik Gubernur maupun Walikota dan jajarannya terutama Kadispora, agar menjalankan administrasi pemerintahan yang baik dengan memberikan dana hibah kepada anggota KONI di daerahnya masing-masing yang menjadi anggota KONI setempat sesuai dengan keanggotaan cabang olahraga di KONI Pusat sebagai organisasi yang menaungi Induk Organisasi Cabang Olahraga di seluruh Indonesia berdasarkan UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Apabila tidak memenuhi sesuai dengan ketentuan tersebut dikhawatirkan akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan atas pemberian dan penggunaan dana hibah yang tidak transparan dan akuntabel.


