Liga Santri Indonesia Jadi Langkah Strategis Pembinaan Atlet Berkuda Memanah

Pengurus Pusat Federasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP. FN Pordasi) Berkuda Memanah dibawah kepemimpinan Triwatty Marciano terus melakukan langkah dalam rangka peningkatan prestasi. Salah satu terobosan yang dibuat adalah Liga Santri Indonesia.
Ajang Berkuda Memanah yang digelar khusus bagi kalangan Santri di Indonesia tidak hanya menjadi wadah pertandingan, namun sebagai ajang kompetisi yang memiliki nilai sejarah, budaya, serta pembinaan generasi muda di lingkungan pesantren.
Peresmian Liga Santri Indonesia telah dilaksanakan pada 24 Oktober 2025, di Lapangan Yayasan Kampung Maghfirah Bogor. Kompetisi ini diresmikan secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar serta Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.
Liga Santri Indonesia akan digelar dalam tiga seri, seri pertama akan berlangsung di Klaten Jawa Tengah pada April 2026, seri kedua dijadwalkan akan berlangsung di Bali pada Agustus 2026, dan seri ketiga sebagai penutup akan digelar di Banten pada Desember 2026.
Ketua Harian PP. FN Pordasi Berkuda Memanah Mayjen TNI Purn Agape Zacharia menjelaskan bahwa Liga Santri merupakan kompetisi yang telah dirancang dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP. FN Pordasi Berkuda Memanah.
“Kalau untuk Liga Santri ini sudah dibahas dan direncanakan pada Munas dan Rakernas FN Pordasi Berkuda Memanah, dan sudah diresmikan pada Oktober 2025 oleh Menteri Agama dan Ketua KONI Pusat,.” ungkap Agape.
Peserta Liga Santri Indonesia dibagi menjadi beberapa kategori usia yakni 12 dan 18 setingkat SMP dan SMA. Hal ini dilakukan guna menjaga kualitas pertandingan, selain itu peserta dibatasi menjadi 80 atlet yang telah melalui proses seleksi di masing-masing pondok pesantren.
Kompetisi ini disambut oleh antusiasme yang tinggi dari para atlet dan pondok pesantren, mengingat saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 42.000 pondok pesantren. Antusiasme yang ditunjukkan menjadi bukti minat keikutsertaan para Santri untuk berpartisipasi dalam Liga Santri Indonesia.
Disamping itu Indonesia menyandang status sebagai negeri dengan penduduk muslim terbesar, sehingga memiliki potensi besar bagi cabang olahraga Berkuda Memanah untuk berkembang.
Melalui kompetisi Liga Santri Indonesia, diharapkan cabang olahraga Berkuda Memanah dapat semakin berkembang di kalangan santri serta mampu melahirkan bibit-bibit atlet muda berprestasi yang mampu mewakili Indonesia di kancah internasional.


