Rakernas PB TI 2026 Tekankan Komitmen Pengprov dalam Pembinaan Atlet Menuju Prestasi Internasional

KONI Pusat mendukung Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB.TI) dalam mengantar atlet meraih prestasi di tingkat dunia. Hal tersebut dibahas berhubungan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB TI yang digelar di Artotel Senayan pada 15 April 2026. Rapat ini dihadiri oleh 33 Pengurus Provinsi (Pengprov) dari total 38 Pengprov Taekwondo Indonesia.

Sekjen KONI Pusat Tb. Lukman Djajadikusuma hadir dan menyampaikan sambutan Ketum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

“Rakernas kali ini, tentu perlu fokus membahas persiapan PON XXII/2028 Nusa Tenggara, Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, SEA Games Tahun 2027 dan tentunya menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” pesan Ketum KONI Pusat yang dibacakan Sekjen KONI Pusat.

Di sisi lain, penghormatan tinggi terhadap prestasi Taekwondo Indonesia selama ini, terakhir meraih 6 emas, 5 perak dan 6 perunggu pada SEA Games Thailand 2025.

“Indonesia membutuhkan atlet Taekwondo kelas dunia karena Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga Olimpiade yang sangat dibutuhkan kontribusi prestasinya untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Indonesia Emas 2045,” sambung pria yang akrab disapa Ade Lukman.

Tak ketinggalan KONI Pusat mengapresiasi atas lancarnya rangkaian pertandingan Taekwondo pada PON Bela Diri 2025 di Kudus.

Terkait upaya mengantar atlet meraih prestasi, Sekjen KONI Pusat memberikan amanah. “Tata kelola organisasi menjadi kunci penting dalam menjalankan program kerja, khususnya dalam program pembinaan agar dapat berjalan optimal. Kolaborasi PB.TI dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga klub harus berjalan baik, mengingat atlet juara lahir dari pembinaan berjenjang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa Indonesia akan menghadapi berbagai agenda olahraga internasional besar, mulai dari Asian Games, Youth Olympic Games, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.
“Momentum ini sangat penting untuk mendorong atlet Indonesia tampil di ajang internasional. Kami juga sedang mengupayakan agar proses kualifikasi Olimpiade dapat diselenggarakan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh cabang olahraga, termasuk taekwondo, agar mampu bersaing dan tampil di kancah internasional.

“Kami ingin atlet Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan tampil dan berkompetisi di level internasional,” lanjutnya.

Di sisi lain, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB.TI) Letjen TNI, Richard Taruli Horja Tampubolon menekankan pentingnya soliditas organisasi, khususnya peran Pengurus Provinsi dalam menjaga komunikasi dan kondusivitas organisasi.

“Ketua Pengprov harus menjaga komunikasi yang baik dengan PB TI serta membangun organisasi yang profesional. Semua keputusan harus dijalankan dengan menjunjung tinggi etika karena bertujuan untuk kepentingan bersama,” tegasnya.

Ia juga mendorong para Ketua Pengprov untuk aktif membangun sinergi dengan KONI daerah, pemerintah daerah, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sponsor, guna mendukung pembinaan atlet di daerah. “Komitmen dan dedikasi menjadi hal utama dalam membangun taekwondo yang berprestasi di daerah masing-masing,” tutupnya.

author avatar
Vika Dewanti Putri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *