SEATRC 2026 di Gede Pangrango, Perkuat Daya Tarik Sport Tourism Cianjur
Southeast Asian Trail Running Confederation (SEATRC) Cup telah resmi berakhir. Kontingen Indonesia sebagai tuan rumah meraih total 8 medali emas dan 2 perak, sedangkan juaranya adalah Filipina yang memperoleh skor lebih besar karena menguasai nomor Short 42km dan Long 75km.
Gede Pangrango telah dilalui para atlet lari trail dari beberapa negara peserta seperti Kamboja, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Singapura.
Di samping kompetisi, tentunya kejuaraan lari trail ini menjadi momentum memperkenalkan pesona alam Cianjur yang menjadi bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Selama melintasi venue, para peserta akan disuguhi panorama pegunungan yang hijau, hutan tropis yang masih asri, udara pegunungan yang sejuk, hingga jalur-jalur alami yang menjadi daya tarik utama bagi pecinta lari trail.
Perpaduan antara tantangan olahraga dan keindahan lanskap tersebut menjadikan kompetisi di Gede Pangrango bukan sekadar kejuaraan, melainkan juga etalase potensi wisata alam Indonesia yang mampu menarik minat wisatawan dan komunitas olahraga dari berbagai negara, khususnya pecinta lari trail.
Atlet indonesia peraih 2 medali emas SEATRC 2026 yakni Fitri menyelesaikan kompetisi dengan membawa kenangan indah, sebagaimana panorama alam Gunung Gede Pangrango. “Pemandangan di sana (Gunung Gede Pangrango) luar biasa,” ujar atlet putri asal Sulawesi Selatan. Adapun SEATRC 2026 merupakan pengalaman pertamanya di Pangrango dan juga mewakili Indonesia di kancah Internasional.

Pengakuan dari atlet Indonesia tentang indahnya Gunung Gede Pangrango datang dari peraih medali perak short 42 km putri, Pujas Rani Ratu Haj yang sudah beberapa kali datang ke Gede Pangrango. “di daerah Jabodetabek, Gede Pangrango merupakan yang paling indah,” jelas alumni Mapala UI.
Rintangan Gede Pangrango dengan lari trail disertai keindahan alam yang ditawarkan menjadikannya sebagai salah satu venue yang direkomendasikan PP ALTI.
“Setiap orang yang datang ke Gede Pangrango tidak bisa hanya satu kali. Akan ada kedua kalinya, ketiga kalinya, hingga berkali-kali datang ke Taman Nasional Gede Pangrango,” ujar Sekum PP ALTI Dr. Donny Gahral Adian saat opening ceremony pada 24 Juli 2026.
“Delegasi Indonesia bisa berlatih setiap minggu di Gede Pangrango. Dan saya berharap kalian semua dari negara lain setidaknya sebulan sekali datang ke Gede Pangrango, ya, mengunjungi taman nasional kami, pemandangan yang indah ya, dan berlatih bersama,” sambung Donny.
Selain itu President International Trail Running Association (ITRA) Janet Ng menyampaikan rasa senang dan antusiasnya dapat kembali menghadiri ajang Southeast Asia Trail Running Cup. Ia mengungkapkan bahwa sejak awal sudah meyakini acara ini akan menjadi momen yang istimewa, terlebih setelah sebelumnya menghadiri edisi perdana di Filipina dua tahun lalu.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini di kawasan Gunung Gede Pangrango menghadirkan suasana yang sangat baik, memperlihatkan perkembangan positif ajang tersebut sekaligus menjadi tempat yang mampu menyatukan komunitas trail running dari berbagai negara.
Di balik semarak kompetisi, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mengingatkan seluruh peserta dan pengunjung untuk tetap menjaga kelestarian alam. Ia menegaskan bahwa manusia bergantung pada hutan untuk keberlangsungan hidup, sehingga setiap kegiatan di kawasan konservasi harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan semangat mencintai alam agar keindahan Gunung Gede Pangrango tetap lestari bagi generasi mendatang.


