Tak Kenal Usia, Sahari Dumaini Sinamo Harumkan Nama Indonesia Dengan Emas dan Rekor Dunia

Bendera Merah Putih kembali berkibar di panggung internasional. Atlet angkat besi Indonesia, Sahari Dumaini Sinamo, berhasil meraih medali emas sekaligus mencetak rekor dunia baru dalam ajang 2026 World Masters & Adaptive Weightlifting Championships, pada Senin 21 September 2026, di Athena, Yunani.
2026 World Masters & Adaptive Weightlifting Championships berlangsung pada 17 hingga 26 September 2026 di Taekwondo Faliro Olympic Center, Athena. Kejuaraan ini merupakan salah satu ajang Angkat Besi internasional terbesar dalam kategori Masters, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.600 atlet dari berbagai belahan dunia.
Kompetisi kali ini juga mempertandingkan kategori Masters untuk atlet berusia minimal 35 tahun serta kategori Adaptive bagi atlet penyandang disabilitas.
Sahari tampil gemilang dalam kategori putri kelas 53 kg, dengan mencatat total angkatan 112 kg, yang terdiri dari Snatch 48 kg dan Clean & Jerk 64 kg. Angkatan Clean & Jerk 64 kg sekaligus menyamai Rekor Dunia, sementara total angkatan 112 kg menjadi rekor dunia baru.
Prestasi tersebut mengantarkan Sahari ke podium tertinggi dengan keunggulan 11 kg atas lifter peraih medali perak asal Eropa yang mencatatkan total angkatan 101 kg. Sedangkan medali perunggu diraih oleh lifter dengan total angkatan 95 kg.
Atas prestasi tersebut, Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman, memberikan apresiasi serta ucapan selamat kepada Sahari Dumaini Sinamo, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh kepada Indonesia.
“Selaku Ketua Umum KONI Pusat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KBRI Athena, seluruh jajaran KBRI Republik Indonesia di Athena, Diaspora Indonesia di Yunani serta seluruh pihak, yang telah hadir dan memberikan dukungan kepada Sahari Dumaini Sinamo. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa prestasi atlet Indonesia merupakan kebanggaan bersama, terbukti bahwa Sahari mampu meraih prestasi membanggakan,” ungkap Ketum KONI Pusat.
“Secara khusus saya memberikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Sahari Dumaini Sinamo atas keberhasilannya meraih medali emas sekaligus mencatat Rekor Dunia baru. Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet Angkat Besi Indonesia lainnta untuk terus menorehkan prestasi membanggakan serta membawa Merah Putih berkibar di kancah dunia,” sambungnya.
Sebuah hal yang istimewa bahwa Sahari merupakan satu-satunya atlet Indonesia yang berkompetisi dalam kejuaraan tersebut.

Keberhasilan Sahari di Athena mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Athena sebagai bagian dari upaya pembinaan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Diaspora Indonesia sekaligus sebagai langkah dalam peningkatan Sport Diplomacy melalui Soft Power Diplomacy antara Indonesia dengan Yunani.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Yunani bersama jajaran KBRI Athena dan perwakilan masyarakat Indonesia di Yunani hadir langsung memberikan dukungan sejak awal hingga akhir pertandingan. Kehadiran tersebut juga mengiringi momen bersejarah ketika Sahari menerima medali emas, dengan lagu Indonesia Raya berkumandang di arena pertandingan.
“Prestasi Sahari menunjukkan bahwa semangat untuk mengharumkan nama Indonesia tidak mengenal batas usia. Keberhasilan ini bukan hanya sebuah kemenangan di arena olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia melalui prestasi dan keteladanan seorang warga negara Indonesia di panggung dunia,” demikian disampaikan KBRI Athena.
Tentang Sahari Dumaini Sinamo

Sahari merupakan lifter asal Indonesia yang berusia 55 tahun. Sebelum kompetisi tahun ini, Sahari telah tiga kali menyandang gelar juara dunia Angkat Besi Masters pada edisi 2019, 2021, dan 2022.

Selama perjalanan karirnya, Sahari mengikuti berbagai kejuaraan internasional secara mandiri dengan tetap membawa nama Indonesia. Dalam kesempatannya beraudiensi dengan Duta Besar RI Athena di KBRI Athena, Sahari menyampaikan apresiasi atas dukungan serta motivasi yang diberikan, sehingga ia mampu menampilan kemampuan terbaiknya.
Setelah sukses di Athena, Sahari dijadwalkan akan bertanding dalam ajang 2027 World Masters Games & World Masters Championship, yang akan digelar pada 17 hingga 25 Mei, di Kansai, Jepang.
Bagi Indonesia kehadiran Sahari di Athena menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi media untuk memperkuat kehadiran serta citra positif Indonesia di mata dunia. Di sisi lain, kehadiran atlet Indonesia dalam kompetisi internasional juga dapat memperkenalkan potensi dan talenta bangsa, sekaligus nilai-nilai positif bangsa Indonesia kepada masyarakat Internasional melalui semangat sportivitas.


