ITRA dan Peserta Asing Puji Penyelenggaraan SEATRC Cup di Gunung Gede Pangrango

Southeast Asian Trail Running Confedertaion (SEATRC) Cup 2026 resmi berakhir dengan hasil membanggakan, selain sukses sebagai tuan rumah Indonesia berhasil meraih delapan medali emas dalam ajang bergengsi tersebut.

Kejuaraan SEATRC Cup 2026 yang berlangsung sejak 23 Juli hingga 25 Juli 2026 tidak hanya menorehkan prestasi membanggakan, namun terbukti meningkatkan nilai Sport Tourism, keindahan alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mendapat respons luar biasa dari para peserta dari berbagai negara.

Ketua Kontingen Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP. ALTI) Dr. Donny Gahral Adian, optimistis para peserta akan kembali berkunjung ke Gunung Gede Pangrango pasca merasakan langsung keindahan alamnya.

“Keindahan alam Gunung Gede Pangrango ini tidak cukup hanya dirasakan sekali, setiap orang yang datang pasti akan berkunjung kembali,” ujar Donny.

Iya juga menjelaskan bahwa kawasan Gunung Gede Pangrango telah menjadi lokasi latihan rutin bagi atlet lari trail Indonesia.

“Para atlet Indonesia dapat berlatih setiap minggu di Gunung Gede Pangrango, saya berharap teman-teman dari negara lain juga bisa kembali datang untuk mengunjungi taman nasional kami sekaligus berlatih bersama,” sambungnya.

Apresiasi juga didapatkan dari Presiden Internasional Trail Running Association (ITRA) Janet Ng, ia mengaku senang dapat kembali menghadiri ajang SEATRC setelah dua tahun lalu diselenggarakan di Filipina.

Menurutnya, penyelenggaraan kali ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif lari trail. Lintasan Kawasan Gunung Gede Pangrango tidak hanya menyimpan tantangan tersendiri bagi para atlet, namun juga menghadirkan suasana yang mampu mempererat hubungan komunitas lari trail dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sadtata Noor Adirahmanta menegaskan bahwa dibalik semaraknya kompetisi, seluruh peserta dan pengunjung harus tetap menjaga kelestarian alam. Baginya hutan menjadi salah satu faktor keberlangsungan hidup manusia, sehingga setiap aktivitas yang dilakukan di kawasan konservasi harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Kejuaraan ini tidak hanya sekedar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan menjaga keindahan alam agar tetap terjaga hingga generasi mendatang.

Keindahan alam Gunung Gede Pangrango juga meninggalkan kesan mendalam bagi peserta asal Singapura Dening Lo. Meski telah beberapa kali mengikuti lomba lari trail di Indonesia, ia mengaku takjub dengan keindahan alam yang dimiliki Gunung Gede Pangrango.

“Saya sudah beberapa kali mengikuti lomba di Indonesia, namun ini pertama kali nya saya terpukau dengan tempat yang indah seperti ini, dan tidak menyangka bahwa lokasi nya pun dekat dengan Jakarta,” ujar Dening Lo.

Ajang SEATRC ini sekaligus menjadi penutup kariernya sebagai Atlet lari trail Dening Lo, ia mengaku tidak memiliki target gelar juara, tetapi hanya ingin menikmati pengalaman berlari di alam.

“Saya tidak memiliki target juara, saya berencana pensiun dan pindah ke Inggris, saya hanya ingin menikmati hidup saja. Hari ini saya juga tidak mengejar hasil namun hanya ingin menikmati perjalanan mendaki dan duduk menikmati keindahan alam Gunung Gede Pangrango,” kata Dening Lo.

Dening berharap dapat kembali lagi ke Indonesia pada masa mendatang.

“Saya berharap bisa kembali lagi, saya pasti akan kembali untuk mengikuti kejuaraan Mantra 116, berlari sambil menikmati keindahan alam Indonesia,” tutupnya.

author avatar
Muhammad Revi Rabbani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *