Tim Trail Running Indonesia Tutup SEATRC Cup 2026 dengan Prestasi Gemilang: 6 Emas dan 2 Perak

Kejuaraan lari trail bergengsi tingkat Asia Tenggara, South East Asia Trail Run Confederation  Cup (SEATRC) tahun 2026 secara resmi dibuka pada 23 Juli 2026, di  Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, Indonesia. Acara berskala internasional yang digelar sejak 23 hingga 25 Juli ini berhasil menarik antusias para peserta yang berasal dari berbagai negara. Keindahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango memukau para peserta sebagai destinasi untuk kegiatan olahraga alam dan pariwisata berkelanjutan.

Seremoni pembukaan berjalan lancar diikuti dengan pemukulan gong serta peluncuran biji kopi dengan ketapel, hingga parade kontingen menambah nilai positif penyelenggaraan ajang bergengsi kali ini. 

Atlet Indonesia berhasil menunjukkan prestasinya pada hari pertama pertandingan dalam nomor Vertical 7km, dua medali emas berhasil diraih oleh Aldio dengan catatan waktu 1 jam 3 menit 54 detik, dan Fitri dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 59 detik.

Aldio menjelaskan bahwa lintasan Gunung Gede Pangrango sangat layak digunakan dalam ajang internasional. 

“Aktivitas kita lancar, aman, marginnya pun jelas. Pada saat di Kandang Badak pun ada water station dan itu sangat mencukupi kebutuhan energi kita untuk sampai di puncak,” ungkap Aldio. 

Catatan prestasi membanggakan kembali diraih di hari kedua pada 24 Juli 2026, atlet Indonesia kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih satu medali perak. Medali tersebut berhasil diraih oleh Pujas Ratu Haj pada nomor Short Trial 42 km, dengan catatan waktu 8 jam 23 menit 11 detik. 

Prestasi tersebut berhasil diraih oleh Pujas pasca bersaing dengan juara pertama asal Kamboja Luicie Gerard dengan catatan waktu 8 jam 4 menit 38 detik, dan juara ketiga asal Singapura Dening Lo dengan catatan waktu 8 jam 30 menit 9 detik. 

“Terharu dan tidak menyangka, ini kompetitif banget karena setiap negara menurunkan atlet-atlet terbaiknya. Ini pertama kali aku join race internasional,” kata Pujas.

Ia juga menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan sangat maksimal demi mendapatkan hasil terbaik. 

“Persiapan yang aku jalani juga tentu sangat maksimal, seperti pola makan, pola tidur hingga latihan fisik,” sambungnya. 

Penyelenggaraan ajang bergengsi tersebut masih berlangsung hingga hari ketiga 25 Juli 2026, peraihan prestasi tidak berhenti di hari kedua, pada hari ketiga Atlet Indonesia kembali meraih 4 medali emas, dan satu medali perak. Medali tersebut berhasil diraih dalam nomor Classic Senior dan Junior kategori Putra 10 km dan Mountain Classic Senior dan Junior kategori Putri. 

Fitri kembali menorehkan tinta emas dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 11 detik, raihan tersebut selisih 2 detik dari juara pertama Melda Cantika dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 13 detik. 

“Masya Allah, sangat bersyukur karena pertama ikut SEATRC langsung dapat mempersembahkan 2 emas untuk Indonesia,” ujar Fitri peraih medali emas di hari ketiga.  

Peraihan medali tersebut merupakan capaian yang tidak mudah, bagi Fitri kondisi fisik menjadi salah satu faktor dalam melakukan kompetisi kali ini. 

“Kompetisi kali ini tentu tidak mudah, kondisi fisik yang lelah menjadi salah satu tantangan yang cukup berat, namun tekad saya cukup kuat sehingga mampu meraih prestasi dan menuntaskan kompetisi dengan sangat baik,” sambungnya. 

Ketua Kontingen Indonesia sekaligus Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP. ALTI) Dr. Donny Gahral Adian mengaku bangga dengan capaian prestasi yang diraih oleh para atlet dalam ajang SEATRC 2026. 

“Alhamdulillah dengan berakhirnya Mountain Classic Senior dan Junior Putra dan Putri, kita berhasil meraih enam medali emas, dan dua medali perak. Dengan capaian tersebut tentunya saya sangat bangga Atlet Indonesia mampu bersaing sangat baik dengan negara lain, dan pastinya ini menjadi kebanggaan bagi PP. ALTI dan Indonesia,” ucap Donny. 

Adapun Indonesia meraih dua emas tambahan hasil akumulasi poin tim pada Mountain Classic.

“Kami berharap capaian prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk lebih giat berlatih dan mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi yang ditorehkan di berbagai kompetisi baik nasional maupun internasional,” sambungnya. 

Selain itu, antusiasme ditunjukkan juga oleh atlet dari negara tetangga. Salah satu nya adalah kontingen yang berasal dari negara Malaysia yang bernama Muhammad Amirul Amin. Tak hanya  itu Amin mengakui bahwa

“Indonesia merupakan salah satu negara yang diperhitungkan dalam kompetisi ini,” kata Amirul.

Presiden ITRA juga menunjukan salah satu poin penting dan antusiasme yang tinggi kepada alam yang ada di Indonesia dikarenakan track yang ada menunjukan betapa bagusnya pemandangan yang ada di lokasi tersebut dan atmosfer yang disajikan oleh Gunung Gede sangatlah sejuk. President ITRA mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi lari trail di Gunung Gede Pangrango. 

“Kejuaraan ini akan menjadi event yang istimewa dan berkesan,”ujar Janet Ng. Pada kesempatan tersebut Janet memuji perkembangan SEATRC dibandingkan yang dikunjunginya dua tahun lalu ketika digelar di Filipina. Terima kasih dan apresiasi disampaikannya kepada penyelenggara. 

author avatar
Mohamad Rifki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *