​Atlet Papua Kresensia Mobok Ndiken Pecahkan Rekor Nasional yang Bertahan 17 Tahun

Atlet asal Papua Kresensia Mobok Ndiken berhasil memecahkan rekor nasional U-20 lempar lembing putri. Atlet asal Merauke ini merupakan putri dari Timotius Sokai Ndiken, legenda atletik nasional peraih emas dan pemecah rekor Dasalomba pada SEA Games 1993.

Kresensia mencatatkan lemparan sejauh 44,72 meter pada hari pertama kompetisi tersebut, melampaui rekor lama sejauh 43,2 meter yang diraih 17 tahun lalu oleh Ayu Ariandani pada 2009. 

Rekor sebelumnya bertahan 17 tahun. Pemecahan rekor terjadi pada The ICTSI Philippine Athletics Championship 2026. 

Indonesia mengirimkan kontingen dengan kekuatan 7 atlet dari Papua Athletics Center (PAC) yang didukung PT Freeport Indonesia. Secara total, Indonesia meraih 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. 

Medali emas diraih oleh Elizabeth Martha Putri Baminggen pada nomor Tolak Peluru Senior Putri (13,24 meter) dan Kristostomus Kaize pada nomor Lempar Lembing Putra U18 dengan lemparan terbaiknya sejauh 65,72 meter.

Sementara itu, medali perunggu disumbangkan oleh Silfanus Ndiken pada nomor Lempar Lembing Senior Putra dengan jarak 67,81 meter pada hari ketiga turnamen.

Atas prestasi yang diraih atlet-atlet Indonesia, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengucapkan selamat. “Kepada para atlet yang berhasil meraih medali dan juga memecahkan rekor nasional, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas kerja keras kalian yang membanggakan,” kata Ketum KONI Pusat. 

Marciano juga sampaikan terima kasih kepada pelatih, ofisial dan juga Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) yang dipimpin Jenderal TNI (HOR) Purn Luhut Binsar Pandjaitan dan juga PT Freeport Indonesia yang mendukung pembinaan atletik. Diharapkan prestasi atletik semakin baik ke depan demi Indonesia. 

“Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk lahirnya prestasi selanjutnya pada single/multi event internasional,” sambungnya sembari berpesan kepada Ketum KONI di seluruh Papua untuk fokus membina atletik. 

“Pecahnya rekor yang bertahan 17 tahun dan torehan medali di Filipina ini membuktikan bakat alam Papua mampu melompat jauh jika dibina secara terstruktur,” kata Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan persnya.

“Keberhasilan Kresensia memecahkan rekor nasional yang telah bertahan 17 tahun, serta dominasi medali dari para atlet lainnya, adalah bukti dari kualitas program pembinaan di PAC,” tutur Claus Wamafma, Direktur & EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia.

Claus menilai kejuaraan internasional bernilai sangat krusial untuk mengasah mental bertanding sekaligus mengevaluasi hasil latihan para atlet demi keberlanjutan prestasi masa depan olahraga atletik Indonesia.

“Kompetisi internasional seperti ini sangat krusial untuk mengasah mental bertanding dan mengevaluasi hasil latihan mereka. PT Freeport Indonesia bersama PB PASI berkomitmen untuk terus menjaga kesinambungan ekosistem ini, memastikan talenta-talenta Papua tidak hanya meneruskan warisan legenda masa lalu, tetapi juga siap menjadi tulang punggung prestasi atletik Indonesia di masa depan,” ujar Claus.

author avatar
Tirto Prima Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *