HIGHLIGHT HARI INI

Memotivasi Penyelenggaraan Pembinaan Olahraga Prestasi, Liga Baseball Digelar

Liga Baseball dan Softball di Indoneisa akan bergulir pada semester awal tahun 2021. Rencana tersebut disampaikan oleh Presiden Liga Baseball Softball Indonesia, Gugun Yudinar dalam sambutannya pada liga yang digelar pada tanggal 5 – 6 Desember 2020. Liga tersebut bernama Baseball Game Education New Era.

Gugun yang juga presiden liga yang digelar di komplek GBK Senayan juga menjelaskan bahwa kegiatan kali ini bertujuan mendorong penyelenggaraan pembinaan olahraga prestasi di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Ia berharap Liga Baseball dan Softball yang direncanakan tahun depan akan berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengapresiasi penyelenggaraan Baseball Game Education New Era. Ia sepakat dengan tujuan liga yang ingin membuktikan kompetisi dapat digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Di satu sisi, Marciano akui bahwa tidak ada yang tahu kapan Covid-19 berakhir sehingga kita tidak boleh menyerah dari keadaan.

“Oleh karenanya butuh terobosan”, ujarnya membahas pembinaan olahraga di tengah Pandemi Covid-19. Ketua Umum KONI Pusat percaya bahwa kompetisi aman digelar kembali. “Tunjukan Liga Baseball menerapkan protokol kesehatan yang ketat”, katanya. Ia berharap kompetisi olahraga yang digelar dapat memotivasi untuk tetap berkarya dan tidak menyerah.

“Melalui olahraga kita juga menjaga kesehatan kita semua, terus olahraga, patuhi protokol kesehatan, insyaallah kita selamat dari Covid-19”, tutupnya.

Pertandingan dapat disaksikan di KONI TV yang tersedia di AMTV.

http://amtv.id/

**

Bhayangkara Solo FC Pecat Serdy Fano

Sumber: Bhayangkara FC

Setelah dicoret dari Timnas U-19 karena tindakan indisipliner, kini Serdy Ephy Fano dipecat dari klubnya Bhayangkara Solo FC. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat manajemen pada Kamis malam 3 Desember lalu. Akhirnya manajemen melakukan mempublikasikan hasil rapat tersebut di situs resmi Bhayangkara FC.

Penjelasan diutarakan oleh AKBP I Nyoman Yogi Hermawan selaku Manajer Bhayangkara Solo FC. Menurutnya, klub memutuskan untuk melepas Serdy karena melakukan tindakan indisipliner.

Tindakan Serdy sendiri juga berdampak pada nama baik klub. Pasalnya Serdy telah dua kali dicoret dari Timnas U-19 karena asalan yang negatif. Bhayangkara menilai tindakan pemain 18 tahun tersebut tidak mencerminkan klub.

“Bhayangkara Solo FC mewajibkan seluruh pemain untuk menjaga attitude dan kedisiplinan baik di dalam dan di luar lapangan”, terang Yogi. Meski begitu, Bhayangkara berharap adanya perubahan sikap Serdy karena sanksi yang diberikan kepadanya. “Bhayangkara berharap kejadian ini menjadi bahan introspeksi Serdy. Yang bersangkutan pemain bertalenta, umur masih muda dan masih memiliki kesempatan ke depannya”, katanya.

**

Dokter Keluarga Nilai Kematian Maradona Tak Wajar

Maradona telah meninggal dunia namun beberapa isu terkait kepergiannya masih bergulir. Isu positif adalah tentang penghormatan atas dirinya. Sebut saja yang terbaru adalah pemerintah Kota Naples dan manajemen Napoli resmi mengumumkan Stadion San Paolo berganti nama menjadi Stadion Diego Armando Maradona pada Jumat 4 Desember 2020.

Namun begitu, ada juga pembahasan negatif yang menilai kematian Sang Legenda tak wajar. Dokter keluarga Diego Maradona, Albert Cahe mengungkap penilaian tersebut. “Saya dalam keadaan syok. Saya sudah bersama dia begitu lama, 33 tahun dalam kondisi naik turun dan dia meninggal dengan cara yang tidak wajar”, kata Cahe.

Cahe menerangkan pendapatnya ketika hadir di Radio Rivadavia. Cahe menyayangkan Maradona tidak mendapat perawatan lebih intensif. Harusnya Maradona tidak dipulangkan dari rumah sakit. “Dia seharusnya tetap di rumah sakit, bukan di rumah tanpa persiapan”, terangnya dikutip dari Marca.

“Ada kelalaian, kecerobohan dan kekurangan pengalaman. Maradona tidak dalam kondisi untuk dipulangkan dan dia juga tidak diperiksa secara mendalam. Dia membutuhkan pemantauan yang konstan dan berkelanjutan”, katanya.
**

Gagal Juara MotoGP 2020, Quartararo Sayangkan Performa Motornya

Hingga saat ini, Fabio Quartararo masih merasa frustrasi karena gagal menjadi juara dunia MotoGP 2020. Pembalap asal Prancis tersebut sempat memimpin klasemen selama beberapa pekan.

Akibat kegagalan tersebut, Quartararo dikabarkan masih frustasi. Ia mengalami masalah tidak bisa tidur karena capaiannya kurang memuaskan. Dilansir dari Motosan, alasan yang dianggapnya menjadi penghalang adalah motornya.

“Semua yang terjadi musim ini dengan motor telah mempengaruhi saya”, katanya. Ia pun membantu mencari solusi untuk memperbaiki prestasinya. “Saya mencari solusinya, apa yang bisa saya lakukan untuk terus meningkat”, ujar pembalap asal Prancis itu.

“Saya tahu potensi saya, saya tahu nilai saya, dan saya tahu bahwa saya bisa bertarung di depan dalam setiap balapan”, kata dengan percaya diri.
**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *